WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS

West Science Law and Human RightsWest Science Law and Human Rights

Penelitian ini mengeksplorasi strategi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula pada Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan (Pilgub) Tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam kepada komisioner KPU Kalimantan Selatan dan data laporan resmi KPU. Hasil menunjukkan bahwa KPU Kalimantan Selatan menerapkan strategi komunikasi politik multidimensi melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan digital. Program utama yang dijalankan antara lain kegiatan Prosesi Pemilu, peluncuran maskot Bekantan, pendekatan di universitas, dan kolaborasi dengan media massa serta organisasi pemuda. Penggunaan media sosial seperti Instagram, YouTube, dan X (Twitter) dilakukan secara interaktif melalui kuis berhadiah untuk menarik perhatian pemilih pemula. Upaya ini terbukti efektif dengan peningkatan jumlah pemilih pemula dari 277.777 pada Pilgub 2020 menjadi 702.500 pada Pilgub 2024. Namun, KPU Kalimantan Selatan masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan anggaran untuk pendekatan dan kurangnya pengelompokkan data pemilih berdasarkan kategori usia. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya strategi komunikasi politik yang berkelanjutan, berbasis data, dan inklusif untuk memperkuat partisipasi pemuda dalam demokrasi lokal.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi politik KPU Provinsi Kalimantan Selatan terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula melalui pendekatan kolaboratif, digital, dan berbasis komunitas.Penyusunan strategi tersebut berhasil memadukan prinsip komunikasi partisipatif dengan pemanfaatan teknologi modern untuk menjangkau pemilih muda.Hambatan paling signifikan yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran dan minimnya data pemilih berdasarkan generasi, yang perlu diatasi dengan pengelolaan data yang lebih spesifik untuk kebijakan komunikasi yang terarah.Evaluasi menunjukkan bahwa komunikasi politik yang efektif tidak hanya bergantung pada penyebaran pesan yang luas, tetapi juga kemampuan lembaga untuk membangun kepercayaan publik dan keterlibatan emosional.Rekomendasi utama adalah peningkatan kapasitas institusi KPU melalui strategi berbasis data yang berkelanjutan untuk memperkuat demokrasi lokal.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang strategi komunikasi digital KPU terhadap partisipasi politik generasi muda di daerah berpengaruh budaya. Selain itu, perlu mengkaji efektivitas alokasi anggaran pendekatan pemilih pemula di daerah pedesaan versus perkotaan, serta menggali peran algoritma media sosial dalam membentuk partisipasi politik pemilih muda. Studi tambahan juga disarankan untuk mengevaluasi model kolaborasi antarlembaga pemerintah dalam meningkatkan kesadaran demokratis melalui edukasi partisipatif di tingkat sekolah dasar.

Read online
File size571.98 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test