USIUSI

Bilingual : Jurnal Pendidikan Bahasa InggrisBilingual : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris

Kemahiran bahasa Inggris telah menjadi semakin penting bagi mahasiswa non-jurusan bahasa Inggris, baik secara akademik maupun profesional. Penelitian ini menyelidiki persepsi dan motivasi yang mendorong mahasiswa non-jurusan bahasa Inggris untuk belajar bahasa Inggris, faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi motivasi mereka, serta faktor dominan yang memotivasi mereka untuk belajar bahasa Inggris. Menggunakan desain survei lintas seksi, data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Makassar. Temuan mengungkapkan bahwa motivasi intrinsik seperti kesenangan, rasa ingin tahu, dan kepuasan dalam belajar; muncul sebagai faktor dominan, dengan 95% mahasiswa menyatakan kesenangan dalam belajar bahasa Inggris. Faktor eksternal seperti prestasi akademik, prospek karier, dan ekspektasi sosial juga mempengaruhi motivasi secara signifikan. Selain itu, mahasiswa umumnya menganggap diri mereka kompeten dalam keterampilan komunikatif. Banyak yang melaporkan perilaku otonom, seperti menetapkan tujuan dan berlatih secara mandiri. Hasil ini menekankan pentingnya menumbuhkan minat internal dan aplikasi praktis melalui instruksi yang menarik dan mendukung. Penelitian masa depan direkomendasikan untuk mengeksplorasi perubahan motivasi sepanjang waktu dan dampak lingkungan belajar interaktif pada kompetensi komunikatif.

Studi ini menunjukkan bahwa mahasiswa non-jurusan bahasa Inggris umumnya menunjukkan motivasi yang kuat untuk belajar bahasa Inggris, dengan faktor intrinsik muncul sebagai penggerak dominan.Kesenangan, rasa ingin tahu, dan kegembiraan dalam belajar menunjukkan bahwa banyak mahasiswa menemukan bahasa Inggris secara pribadi bermakna, yang berkontribusi signifikan terhadap keterlibatan mereka yang berkelanjutan.Pada saat yang sama, motivator eksternal seperti prestasi akademik, aspirasi karier, dan ekspektasi sosial juga memainkan peran kunci dalam membentuk perilaku belajar mereka.Meskipun mahasiswa melaporkan pemahaman yang baik tentang konten kelas, banyak yang masih ragu dalam komunikasi praktis, yang menyarankan kebutuhan akan lebih banyak kesempatan berbicara interaktif dan nyata.Selain itu, temuan menunjukkan tanda-tanda yang menjanjikan dari otonomi pembelajar, karena mahasiswa secara aktif mengambil inisiatif di luar instruksi formal.Temuan ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, menarik, dan ramah otonomi yang merawat motivasi intrinsik dan ekstrinsik.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi perubahan motivasi mahasiswa non-jurusan bahasa Inggris sepanjang waktu dan dampak lingkungan belajar interaktif pada kompetensi komunikatif mereka. Selain itu, penting untuk menyelidiki strategi instruksional yang dapat menumbuhkan dan mempertahankan motivasi intrinsik mahasiswa, menciptakan pengalaman belajar yang menarik, bermakna, dan relevan secara pribadi yang menekankan rasa ingin tahu, otonomi, dan rasa pencapaian. Akhirnya, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut faktor-faktor yang mendorong otonomi pembelajar dan cara-cara untuk meningkatkan keterlibatan dan kesuksesan jangka panjang mereka dalam belajar bahasa Inggris.

  1. 0. djy 4y eq 91g sb 1x eo zy 5yo ka v6 doi.org/10.3389/fpsyg.2023.13294000 djy 4y eq 91g sb 1x eo zy 5yo ka v6 doi 10 3389 fpsyg 2023 1329400
  2. Exploring Students’ Perceptions and Motivation in Learning English: A Survey of Non - English Major... jurnal.usi.ac.id/index.php/jbl/en/article/view/1997Exploring StudentsAo Perceptions and Motivation in Learning English A Survey of Non English Major jurnal usi ac index php jbl en article view 1997
Read online
File size292.66 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test