STTABSTTAB

MAN_RAFMAN_RAF

Penelitian ini bertujuan mengkaji tema Air Hidup melalui pembacaan lintas tekstual antara narasi Dewa Ruci dalam tradisi Jawa dan kisah Yesus dengan perempuan Samaria dalam Injil Yohanes 4. Dengan menggunakan metode cross-textual, penelitian ini mengidentifikasi kesamaan, perbedaan, serta titik temu makna dari kedua narasi. Integrasi makna tersebut digunakan untuk merumuskan model teologi kontekstual yang memadukan pesan Alkitab dengan kekayaan simbolik budaya Jawa. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan teologi yang relevan, komunikatif, dan berakar pada konteks masyarakat Jawa.

Penelitian ini memposisikan Teologi Air Hidup sebagai Pendekatan Simbolik Kontekstual yang menjembatani pesan Injil dengan budaya Jawa melalui pembacaan lintas narasi Yohanes 4.Kedua teks sama-sama menghadirkan simbol air sebagai sumber hidup, namun Injil menegaskan Yesus sebagai Mesias yang memberi hidup kekal, sementara tradisi Jawa memaknainya sebagai kesempurnaan hidup yang fana.Temuan ini menjadi pintu untuk memperkenalkan Kristus secara relevan di tengah masyarakat Jawa, sekaligus menjadi kontribusi unik penelitian ini dibanding studi sebelumnya yang jarang mengintegrasikan teologi biblika dan simbol budaya lokal.Secara praktis, penerapan Teologi Air Hidup dapat dilakukan dengan (1) memulai pengajaran dari pengalaman lokal tentang pentingnya air, (2) memakai kisah Tirta Amerta sebagai analogi menuju Kristus, (3) menciptakan pengalaman simbolis penggunaan air dalam ibadah, dan (4) mendorong jemaat untuk bersaksi sebagaimana wanita Samaria.Pendekatan ini tetap setia pada Alkitab karena menempatkan Kristus sebagai pusat keselamatan, sementara unsur budaya berperan sebagai jembatan komunikasi yang memperkaya pemahaman dan penerimaan Injil.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam antara konsep Air Hidup dalam tradisi Jawa dan Injil Yohanes, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti simbolisme, ritual, dan pengalaman mistik. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana Teologi Air Hidup dapat diterapkan dalam praktik keagamaan masyarakat Jawa, termasuk dalam ritual-ritual dan upacara-upacara adat. Terakhir, penelitian dapat menganalisis bagaimana Teologi Air Hidup dapat menjadi jembatan antara tradisi Jawa dan pesan Injil, serta bagaimana hal ini dapat meningkatkan relevansi dan penerimaan Injil di tengah masyarakat Jawa.

  1. A postcolonial reading of the early life of Sara Baartman and the Samaritan Woman in John 4 | Jacobs... doi.org/10.4102/hts.v80i2.9095A postcolonial reading of the early life of Sara Baartman and the Samaritan Woman in John 4 Jacobs doi 10 4102 hts v80i2 9095
  2. Teo Ekologi Kontekstual dalam Titik Temu antara Kejadian 1:26-31 dengan Konsep Sangkan Paraning Dumadi... doi.org/10.21460/gema.2022.72.931Teo Ekologi Kontekstual dalam Titik Temu antara Kejadian 1 26 31 dengan Konsep Sangkan Paraning Dumadi doi 10 21460 gema 2022 72 931
  3. MODEL PEMBERITAAN INJIL MELALUI POLA DIALOG KEHIDUPAN SEHARI-HARI DITINJAU DARI YOHANES 4:4-42 | SAINT... doi.org/10.56194/spr.v1i2.10MODEL PEMBERITAAN INJIL MELALUI POLA DIALOG KEHIDUPAN SEHARI HARI DITINJAU DARI YOHANES 4 4 42 SAINT doi 10 56194 spr v1i2 10
Read online
File size438.72 KB
Pages18
Short Linkhttps://juris.id/p-3AA
DMCAReport

Related /

ads-block-test