STISIPOLRAJAHAJISTISIPOLRAJAHAJI

Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Berdasarkan data terbaru tahun 2024, permasalahan stunting di Kota Tanjungpinang meliputi prevalensi yang masih tinggi, dengan angka 15,2% pada tahun 2024. Kasus stunting terpusat di beberapa kelurahan, seperti Kelurahan Pinang Kencana, Kelurahan Tanjung Unggat, dan Kelurahan Kampung Bugis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi implementasi kebijakan penanganan stunting oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) sebagai pendekatan utamanya. Data yang dianalisis merupakan data sekunder, yakni informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, serta situs web yang memiliki kaitan dengan topik penelitian. Berdasarkan hasil evaluasi implementasi kebijakan penanganan stunting di Kota Tanjungpinang, dapat disimpulkan bahwa program penanganan stunting yang dijalankan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana telah menunjukkan kemajuan yang positif. Hal ini ditunjukkan oleh penurunan angka prevalensi stunting dari 15,7% pada tahun 2022 menjadi 15,2% pada tahun 2023.

Evaluasi implementasi kebijakan penanganan stunting di Kota Tanjungpinang menunjukkan kemajuan positif, ditandai dengan penurunan prevalensi stunting dari 15,7% pada tahun 2022 menjadi 15,2% pada tahun 2023.Meskipun demikian, implementasi kebijakan ini masih menghadapi kendala seperti ketimpangan angka stunting antarwilayah dan kualitas data yang belum optimal.Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih adaptif dan berbasis data untuk meningkatkan efektivitas program penanganan stunting di Kota Tanjungpinang.

Penelitian lanjutan perlu difokuskan pada pengembangan sistem pemantauan dan integrasi data yang lebih komprehensif, melibatkan data dari posyandu, Dinas Kesehatan, dan lembaga terkait lainnya, untuk memastikan akurasi dan keterbaruan informasi yang digunakan dalam perencanaan program. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang menyebabkan ketimpangan prevalensi stunting antarwilayah, sehingga intervensi dapat dirancang secara lebih tepat sasaran dan efektif. Terakhir, penelitian perlu mengeksplorasi model pemberdayaan masyarakat yang inovatif, melibatkan tokoh masyarakat, dunia usaha, dan lembaga pendidikan, untuk meningkatkan partisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan.

  1. Evaluasi Implementasi Kebijakan Penanganan Stunting oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga... doi.org/10.56552/jisipol.v7i1.324Evaluasi Implementasi Kebijakan Penanganan Stunting oleh Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga doi 10 56552 jisipol v7i1 324
Read online
File size349.97 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test