SASTRA UNESSASTRA UNES

Jurnal Ilmiah Pendidikan ScholasticJurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic

Penelitian ini berjudul The Identity Crisis of the Clown in Dazai Osamus No Longer Human Using Erik Eriksons Psychosocial Theory. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab krisis identitas dan alienasi yang dialami Oba Yozo dalam novel No Longer Human, menggunakan teori tahapan perkembangan psikososial yang dikembangkan oleh Erik Erikson, dengan fokus pada tahap kelima, Identity vs. Role Confusion. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan novel No Longer Human sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Oba Yozo mengalami alienasi dan kebingungan sejak usia muda dalam menentukan perannya dalam kehidupan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk masyarakat. Hal ini menyebabkan Oba Yozo menciptakan topeng untuk membela dirinya dari dunia luar. Alienasi, kebingungan, dan topeng yang dia ciptakan memperburuk krisis identitas Yozo, membuatnya merasa telah gagal menjadi manusia. Penelitian ini menunjukkan bahwa krisis identitas Yōzō tidak hanya disebabkan oleh faktor internal, tetapi juga dipengaruhi oleh kurangnya dukungan keluarga dan sosial. Ini menyoroti pentingnya kasih sayang, dukungan, dan interaksi sosial yang sehat dalam membantu individu membangun rasa diri yang utuh dan mencegah mereka merasa terasing dari diri mereka sendiri dan masyarakat.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa krisis identitas yang dialami Oba Yōzō dalam novel No Longer Human berakar pada berbagai faktor yang saling terkait, mulai dari masa kecilnya hingga dewasa.Kurangnya kasih sayang dari keluarga dan kesulitan dalam membangun interaksi sosial yang sehat memperburuk perasaannya terasing.Yozo menggunakan topeng sebagai mekanisme pertahanan, namun hal ini justru menjauhkannya dari identitas aslinya.Kegagalan Yōzō dalam melewati tahapan perkembangan psikososial Erikson, khususnya Intimacy vs.Isolation, menyebabkan ia terjerumus dalam keputusasaan dan alienasi total.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana faktor budaya Jepang pada era pasca-Perang Dunia II memengaruhi pembentukan identitas individu, khususnya pada tokoh-tokoh yang mengalami krisis seperti Yozo. Kedua, penelitian dapat menganalisis representasi krisis identitas dalam karya sastra lain dari periode yang sama, untuk membandingkan dan mengontraskan pengalaman serupa. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki efektivitas berbagai intervensi psikologis dalam membantu individu yang mengalami krisis identitas, dengan mempertimbangkan konteks sosial dan budaya mereka. Dengan menggabungkan ketiga arah penelitian ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas krisis identitas dan bagaimana individu dapat mengatasi tantangan ini untuk mencapai kesejahteraan psikologis.

  1. Sociolinguistic Dimensions of Language Shift and Identity Renegotiation Among Belait Speakers in Brunei... journal-center.litpam.com/index.php/jolls/article/view/2614Sociolinguistic Dimensions of Language Shift and Identity Renegotiation Among Belait Speakers in Brunei journal center litpam index php jolls article view 2614
  2. PSYCHOSOCIAL DEVELOPMENT PORTRAYED IN JANE AUSTEN’S EMMA | Abuhassan | Language Literacy: Journal... doi.org/10.30743/ll.v3i2.1387PSYCHOSOCIAL DEVELOPMENT PORTRAYED IN JANE AUSTENAoS EMMA Abuhassan Language Literacy Journal doi 10 30743 ll v3i2 1387
Read online
File size347.93 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test