SASTRA UNESSASTRA UNES

Jurnal Ilmiah Pendidikan ScholasticJurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transportasi naratif, bahasa propaganda, dan kohesi-koherensi yang terkandung dalam iklan Nike. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana kualitatif deskriptif. Data penelitian terdiri dari 17 video iklan yang diunggah di platform YouTube resmi Nike selama periode Juli 2024 hingga Februari 2025. Analisis dilakukan menggunakan tiga teori: Teori Model Transportasi Naratif oleh Green & Brock, teori Penghargaan oleh Martin & White, dan teori Kohesi-koherensi oleh Halliday & Hasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan Nike menggunakan lebih banyak narasi yang menceritakan kisah karakter atlet ikonik. Alur cerita secara konsisten menampilkan narasi tentang perjuangan, keraguan diri, dan situasi sulit yang dihadapi atlet. Bahasa propaganda ditemukan melalui tema atau tagline pendek yang muncul di akhir video iklan. Tema atau tagline tersebut dijelaskan melalui ekspresi narator sehingga membentuk persepsi audiens terhadap nilai-nilai yang ditawarkan oleh Nike. Kohesi dan koherensi naratif dibentuk melalui tautan leksikal, penggunaan konjungsi, dan alur cerita logis sehingga pesan iklan dapat dipahami dan diterima secara utuh oleh audiens.

Berdasarkan temuan dan analisis iklan Nike di platform YouTube, dapat disimpulkan bahwa iklan Nike secara efektif membangun keterlibatan emosional dengan audiens.Penampilan atlet-atlet kelas dunia, cerita realistis, dan visual yang kuat sangat berpengaruh dalam membentuk narasi yang imersif dan menyentuh emosi.Bahasa propaganda digunakan secara strategis dalam memengaruhi persepsi publik dan memperkuat ideologi merek.Nike menggunakan ekspresi evaluatif secara implisit atau eksplisit, seperti pengulangan kata, slogan, dan suara narator yang dramatis.Tingkat kohesi dan koherensi juga dijaga dalam struktur naratif.Elemen-elemen referensi, konjungsi, kohesi leksikal, kolokasi, dan elipsis, serta kesinambungan tema menciptakan alur cerita yang logis dan relevan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah sebagai berikut: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membandingkan strategi naratif antara merek-merek terkenal lainnya dalam mengidentifikasi perbedaan penggunaan bahasa propaganda dan naratif. Kedua, penelitian dapat memperluas cakupan analisis dengan mewawancarai publik secara langsung untuk menggali lebih dalam bagaimana transportasi naratif memengaruhi perilaku konsumen. Ketiga, bagi pembuat konten media sosial, disarankan untuk menggunakan teknik propaganda dan naratif yang disampaikan secara halus agar dapat membangun koneksi emosional dengan audiens, dengan memperhatikan aspek realistis, alur yang jelas, dan nilai-nilai pesan yang kuat. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana narasi dan propaganda digunakan dalam pemasaran digital, serta dampaknya terhadap perilaku konsumen.

  1. Narrative Processing: Building Consumer Connections to Brands - Edson Escalas - 2004 - Journal of Consumer... doi.org/10.1207/s15327663jcp1401&2_19Narrative Processing Building Consumer Connections to Brands Edson Escalas 2004 Journal of Consumer doi 10 1207 s15327663jcp1401 2 19
Read online
File size356.87 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test