POLIGONPOLIGON

Journal Of Agritech Science (JASc)Journal Of Agritech Science (JASc)

Pengelolaan sampah organik menjadi tantangan utama di banyak kota, termasuk Kota Gorontalo, akibat meningkatnya volume limbah seiring pertumbuhan penduduk dan konsumsi. Pendekatan tradisional seringkali tidak efektif, sehingga diperlukan solusi inovatif yang ramah lingkungan dan berorientasi pada ekonomi sirkular. Salah satu pendekatan yang potensial adalah pemanfaatan larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF) atau maggot dalam menguraikan sampah organik. Maggot memiliki kemampuan mendegradasi limbah organik dengan cepat dan efisien, sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti pakan ternak dan pupuk organik. Melalui studi pustaka, ditemukan bahwa model pengelolaan sampah berbasis maggot telah berhasil diterapkan di berbagai daerah dengan dampak positif terhadap pengurangan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), peningkatan kualitas lingkungan, serta penciptaan peluang ekonomi lokal. Di Kota Gorontalo, pendekatan ini berpotensi diimplementasikan melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha. Edukasi publik dan pengembangan infrastruktur pengolahan menjadi elemen penting untuk menunjang keberhasilan program ini. Studi ini menekankan bahwa pengelolaan sampah organik menggunakan maggot tidak hanya mendukung prinsip ekonomi sirkular, tetapi juga memberikan solusi strategis bagi pengurangan pencemaran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Rekomendasi kebijakan dan dukungan lintas sektor menjadi faktor kunci dalam merealisasikan pengelolaan sampah berkelanjutan di Gorontalo, sekaligus menjadi contoh praktik baik bagi wilayah lain di Indonesia.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan sampah organik berbasis maggot merupakan solusi inovatif yang selaras dengan prinsip ekonomi sirkular dan relevan untuk diterapkan di Kota Gorontalo.Penerapan model ini memiliki manfaat strategis, termasuk mengurangi emisi gas rumah kaca, menekan volume sampah ke TPA, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.Untuk keberhasilan implementasinya, diperlukan dukungan kebijakan, kolaborasi lintas sektor, dan pemanfaatan teknologi digital.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komprehensif mengenai jenis-jenis sampah organik spesifik yang paling efektif diuraikan oleh maggot di Kota Gorontalo, termasuk analisis kandungan nutrisi dan potensi bahaya yang mungkin terkandung di dalamnya. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan desain dan efisiensi sistem budidaya maggot skala rumah tangga dan komunal, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti suhu, kelembaban, dan rasio campuran sampah organik. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan produk sampingan dari budidaya maggot, seperti frass (sisa kotoran maggot), sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan dan meningkatkan kualitas tanah pertanian di wilayah Gorontalo. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih mendalam dan terarah untuk mendukung implementasi pengelolaan sampah organik berbasis maggot yang berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan lingkungan.

Read online
File size316.35 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test