POLIGONPOLIGON

Journal Of Agritech Science (JASc)Journal Of Agritech Science (JASc)

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik kimia dan organoleptik nugget ikan mujair (Oreochromis mossambicus) dengan penambahan ekstrak bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dalam berbagai proporsi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima perlakuan dan empat kali ulangan, sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Nugget dibuat dengan lima formulasi berbeda berdasarkan rasio daging ikan dan ekstrak bayam merah, lalu dianalisis kadar air, protein, kalsium, antosianin, serat kasar, serta mutu sensoris (aroma, rasa, tekstur, dan warna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah ekstrak bayam merah menyebabkan penurunan kadar air dan penerimaan warna, namun meningkatkan kadar protein, kalsium, serat kasar, dan antosianin. Formulasi MB5 (70% daging ikan : 30% bayam merah) menghasilkan kadar protein tertinggi (22,95%), kalsium (47,99%), dan antosianin (1,02%), dengan kadar air terendah (56,99%). Dari aspek organoleptik, aroma, rasa, dan tekstur nugget MB5 masih dalam kategori disukai meskipun penerimaan warna sedikit menurun. Penambahan ekstrak bayam merah terbukti meningkatkan nilai fungsional produk tanpa mengurangi kualitas sensoris secara signifikan. Dengan demikian, penggunaan ekstrak bayam merah sebagai bahan tambahan dalam pembuatan nugget ikan mujair dapat menjadi inovasi pangan fungsional yang menarik dan menyehatkan.

Berdasarkan hasil penelitian, formulasi terbaik dalam pembuatan nugget ikan mujair dengan penambahan ekstrak bayam merah diperoleh pada perlakuan MB5, yaitu dengan komposisi bayam merah 150g dan daging ikan mujair 350g.Nugget yang dihasilkan memiliki kadar air 56,99%, kadar protein 22,95%, kadar kalsium 47,99%, kadar antosianin 1,02%, dan kadar serat kasar 72,99%.Produk ini juga menunjukkan mutu organoleptik yang baik dengan skor aroma 3,2, rasa 3,24, tekstur 3,04, dan warna 2,8 yang disukai oleh panelis.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan ekstrak tanaman lain, seperti bit atau kunyit, sebagai bahan tambahan pada nugget ikan mujair untuk mengetahui bagaimana kombinasi tersebut mempengaruhi karakteristik kimia, nilai nutrisi, serta sifat organoleptik dibandingkan dengan ekstrak bayam merah. Selain itu, diperlukan studi yang menilai umur simpan dan stabilitas mikrobiologis nugget yang mengandung ekstrak bayam merah pada berbagai tingkat konsentrasi serta kondisi penyimpanan (misalnya suhu ruang, refrigerasi, dan beku) untuk menentukan batas aman penggunaan bahan fungsional tersebut. Selanjutnya, penting dilakukan penelitian mengenai persepsi konsumen dan potensi pasar produk nugget ikan fungsional yang diperkaya ekstrak bayam merah, dengan menyasar kelompok usia, tingkat pendidikan, dan latar belakang budaya yang berbeda, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan dan kesediaan membayar. Dengan menggabungkan hasil dari tiga arah studi tersebut, diharapkan dapat menghasilkan pedoman praktis bagi industri makanan untuk mengembangkan produk nugget ikan yang lebih sehat, tahan lama, dan sesuai dengan selera konsumen luas.

  1. Current Protocols in Food Analytical Chemistry - Wiley Online Library. current protocols food analytical... doi.org/10.1002/0471142913Current Protocols in Food Analytical Chemistry Wiley Online Library current protocols food analytical doi 10 1002 0471142913
  2. 0. loading academic.oup.com/nutritionreviews/article-lookup/doi/10.1111/j.1753-4887.2009.00189.x0 loading academic oup nutritionreviews article lookup doi 10 1111 j 1753 4887 2009 00189 x
Read online
File size335.23 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test