MAHADALYALFITHRAHMAHADALYALFITHRAH

PUTIH: Jurnal Pengetahuan Tentang Ilmu dan HikmahPUTIH: Jurnal Pengetahuan Tentang Ilmu dan Hikmah

Kehidupan sosial manusia tidak terlepas dari pengaruh nilai-nilai agama yang membentuk cara berpikir, berperilaku, dan membangun relasi antarindividu dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana agama berperan dalam membentuk etika sosial, identitas kolektif, serta menjaga kohesi di tengah masyarakat yang majemuk. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengandalkan studi dokumentasi dan observasi langsung terhadap praktik sosial-keagamaan di tengah masyarakat urban dan semi-urban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama memiliki peran sentral sebagai sumber nilai moral, pengikat solidaritas sosial, dan sarana membangun komunikasi lintas identitas. Namun, jika dimaknai secara eksklusif, agama juga berpotensi menjadi pemicu segregasi sosial. Oleh karena itu, pemahaman agama yang inklusif dan humanis diperlukan agar fungsi sosial agama tetap relevan dalam menjaga harmoni dan keadilan sosial.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterkaitan antara manusia dan agama dalam kehidupan sosial merupakan hubungan yang sangat erat dan multidimensional.Agama tidak hanya berfungsi sebagai sistem kepercayaan spiritual, tetapi juga sebagai fondasi moral, identitas sosial, dan instrumen pembentukan nilai dalam masyarakat.Nilai-nilai keagamaan seperti keadilan, kasih sayang, empati, dan tanggung jawab sosial terbukti memengaruhi cara manusia berinteraksi dan membentuk solidaritas.Namun, pemahaman agama yang eksklusif dapat memicu perpecahan sosial, sehingga penting untuk mendorong pemahaman agama yang inklusif dan humanis untuk menjaga harmoni dan keadilan sosial.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai peran tokoh agama dan lembaga keagamaan dalam memediasi konflik sosial dan membangun dialog antarumat beragama di berbagai konteks masyarakat. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada bagaimana agama dapat diintegrasikan dalam pendidikan formal dan non-formal untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, perdamaian, dan keadilan sosial kepada generasi muda. Ketiga, penelitian perlu menggali lebih dalam bagaimana praktik keagamaan di ruang publik, seperti di media sosial dan platform digital lainnya, memengaruhi pembentukan identitas sosial dan interaksi antarindividu dalam masyarakat modern. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya memperkuat kerukunan sosial, mencegah radikalisme, dan membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis.

  1. Meretas Makna Post-Truth: Analisis Kontekstual Hoaks, Emosi Sosial dan Populisme Agama | Societas Dei:... societasdei.rcrs.org/index.php/SD/article/view/141Meretas Makna Post Truth Analisis Kontekstual Hoaks Emosi Sosial dan Populisme Agama Societas Dei societasdei rcrs index php SD article view 141
  2. KONSEP DAN IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN | ida mutiawati | Jurnal Mudarrisuna:... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/mudarrisuna/article/view/18099KONSEP DAN IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN ida mutiawati Jurnal Mudarrisuna jurnal ar raniry ac index php mudarrisuna article view 18099
  3. Agama dan Penghormatan pada Martabat Manusia dalam Perspektif Abdullahi Ahmed An-Na'im | JURNAL... journal.iaisambas.ac.id/index.php/Falsafah/article/view/3035Agama dan Penghormatan pada Martabat Manusia dalam Perspektif Abdullahi Ahmed An Naim JURNAL journal iaisambas ac index php Falsafah article view 3035
Read online
File size1.38 MB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test