PANCABHAKTIPANCABHAKTI

International Health Conference STIKes Panca Bhakti (IHCPB)International Health Conference STIKes Panca Bhakti (IHCPB)

Penuaan dianggap sebagai proses alami yang tidak dapat dihindari, berjalan terus-menerus dan berkelanjutan. Peningkatan jumlah penduduk lansia akan berpengaruh terhadap penurunan kondisi fisik. Penurunan kondisi fisik inilah yang menyebabkan kondisi rentan terhadap berbagai jenis penyakit, antara lain hipertensi. Hipertensi adalah penyakit kardiovaskular yang paling umum dan sering diderita masyarakat. Hipertensi adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami tekanan darah di atas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis tekanan darah pada pasien hipertensi sebelum dan sesudah diberikan latihan jalan cepat (brisk walking exercise). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah 2 lansia laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi pada responden I (155 mmHg) dan responden II (140,66 mmHg) dan setelah intervensi rata-rata tekanan sistolik pada responden I (149 mmHg) dan responden II (136,333 mmHg). Sedangkan tekanan darah diastolik sebelum intervensi pada responden I (95 mmHg) dan responden II (86,666 mmHg) dan setelah intervensi tekanan darah diastolik pada responden I (92,666 mmHg) dan responden II (86,333 mmHg). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan terapi latihan jalan cepat (brisk walking exercise) dapat menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di PSLU Tresna Werdha Natar.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa sebelum pemberian terapi latihan jalan cepat pada lansia dengan hipertensi di PSLU Tresna Werdha Natar, tekanan darah sistolik rata-rata pada Bapak S adalah 155 mmHg dengan diastolik 95 mmHg, dan pada Bapak D adalah 140,666 mmHg dengan diastolik 86,666 mmHg.Setelah pemberian terapi latihan jalan cepat, tekanan darah sistolik rata-rata pada Bapak S menjadi 149 mmHg dengan diastolik 92,666 mmHg, dan pada Bapak D menjadi 136,333 mmHg dengan diastolik 86,333 mmHg.Hasil ini menunjukkan bahwa terapi latihan jalan cepat efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di lokasi penelitian.

Mengingat bahwa penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan jumlah subjek yang sangat terbatas, yakni hanya dua lansia, maka validitas eksternal dan kemampuan generalisasi hasil penemuan mengenai efektivitas latihan jalan cepat dalam menurunkan tekanan darah masih perlu diperkuat. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan desain yang lebih robust, seperti Randomized Controlled Trial (RCT), yang melibatkan sampel lansia penderita hipertensi dalam skala yang jauh lebih besar dan mencakup kelompok kontrol. Studi semacam ini akan memberikan bukti yang lebih kuat tentang kemanjuran intervensi. Selain itu, durasi intervensi dalam penelitian ini yang hanya tiga hari relatif singkat untuk mengamati efek terapeutik yang berkelanjutan dan stabil. Maka dari itu, penelitian di masa depan dapat memperpanjang periode observasi dan intervensi, misalnya selama beberapa minggu atau bulan, untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari program latihan jalan cepat terhadap kontrol tekanan darah, serta menganalisis potensi perubahan fisiologis lain yang mendukung, seperti peningkatan elastisitas pembuluh darah atau profil lipid. Terakhir, meskipun studi ini berhasil menunjukkan manfaat latihan jalan cepat secara parsial, perlu diingat bahwa manajemen hipertensi sering kali memerlukan pendekatan holistik. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas kombinasi latihan jalan cepat dengan intervensi non-farmakologis lainnya, seperti modifikasi diet rendah garam dan kolesterol, teknik relaksasi untuk manajemen stres, atau bahkan edukasi kesehatan yang komprehensif. Studi ini dapat mengidentifikasi sinergi antarintervensi dan merumuskan protokol perawatan yang paling efektif dan dapat disesuaikan untuk lansia penderita hipertensi.

  1. Penerapan Brisk Walking Exercise Terhadap Perubahan Tekanan Darah Penderita Hipertensi | Julistyanissa... jurnal.unimus.ac.id/index.php/nersmuda/article/view/10535Penerapan Brisk Walking Exercise Terhadap Perubahan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Julistyanissa jurnal unimus ac index php nersmuda article view 10535
  1. #pasien hipertensi#pasien hipertensi
  2. #oxytocin massage#oxytocin massage
Read online
File size125.9 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-3lR
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test