STT SUSTT SU

PROSIDING STT Sumatera UtaraPROSIDING STT Sumatera Utara

Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian yaitu gereja, mengapa ada gereja yang tidak sehat dan bagaimana gereja yang sehat itu. Hal itu diteliti dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Sebab penelitian ini terkait dengan kehidupan sosial dan bertujuan untuk memahami realitas sosial, yaitu melihat dunia dari apa adanya, bukan dunia yang seharusnya. Mengamati apa dan bagaimana gereja dalam membawakan dirinya sebagai partner Allah dalam memperluas kerajaan Allah di dunia ini. Kemudian ditinjau dengan Alkitab yang menjadi dasar bagi gereja untuk melakukan pemuridan dan ternyata berdasarkan hasil penelitian didapati bahwa gereja yang sehat itu bertumbuh melalui pemuridan. Sebab di dalam pemuridan dapat ditemukan semua hal yang dibutuhkan oleh gereja untuk menjadi sebuah gereja yang sehat. Maka jika ada gereja yang tidak melakukan pemuridan, gereja itu dapat dikatakan sebagai gereja yang tidak sehat.

Sebuah gereja dapat dikatakan sehat apabila ditemukan tujuh hal yang telah disebutkan pada bagian pembahasan, yang mana ketujuh hal tersebut dapat ditemukan dalam satu kegiatan yang disebut pemuridan.Ketika sebuah gereja mengadakan pemuridan, maka yang diajarkan dalam pemuridan adalah mengenai ketujuh hal yang tersebut.Orang yang berhak mengikuti pemuridan adalah mereka yang sudah mengalami kelahiran kembali.Dalam proses penginjilan, seseorang akan diajarkan tentang siapakah Allah, siapakah manusia, apakah dosa, dan apa itu keselamatan.Semua materi pengajaran itu akan didapatkan dalam pemuridan.Pemuridan sebagai pembinaan bagi jemaat dalam membentuk karakter dan memperlengkapi mereka akan pengajaran firman Tuhan serta cara praktis melakukan firman Tuhan tersebut.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi efektivitas pemuridan di berbagai denominasi gereja di Indonesia. Hal ini penting untuk memahami bagaimana menyesuaikan model pemuridan agar lebih relevan dengan budaya dan karakteristik jemaat setempat. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen pengukuran kualitas pemuridan yang komprehensif, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Instrumen ini dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas program pemuridan dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk menggali pengalaman hidup para peserta pemuridan, serta dampaknya terhadap transformasi karakter dan pelayanan mereka di gereja dan masyarakat. Dengan demikian, pemahaman yang lebih mendalam tentang proses pemuridan dapat diperoleh, sehingga dapat menjadi landasan bagi pengembangan model pemuridan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. #cinta damai#cinta damai
  2. #nilai karakter cinta#nilai karakter cinta
Read online
File size452.29 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-3iO
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test