ICJAMBIICJAMBI

Jurnal Bina Ilmu CendekiaJurnal Bina Ilmu Cendekia

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan terpadu konsep dasar sosiologi pendidikan dan pemikiran tokoh utama (Durkheim, Comte, Weber, Marx, Simmel) sebagai dasar teoretis dalam memahami fungsi pendidikan di masyarakat kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi literature deskriptif-analitis dengan pengumpulan data dari dua dokumen utama dan literatur pendukung; analisis dilakukan melalui teknik analisis isi untuk mengeksplor tema, kesamaan, dan implikasi teoretis. Hasil menunjukkan bahwa konsep dasar sosiologi pendidikan mencakup hubungan antara pendidikan dan lembaga sosial (keluarga, ekonomi, politik), interaksi sosial di sekolah (guru-siswa, siswa-siswa), kurikulum sebagai konstruksi sosial termasuk kurikulum tersembunyi, serta peran dual pendidikan sebagai agen reproduksi dan perubahan sosial. Pemikiran tokoh-tokoh utama memperkaya framework: Durkheim menekankan fungsi integratif dan pembentukan norma, Marx menyoroti reproduksi ketimpangan kelas, Weber menekankan aksi sosial dan birokratisasi pendidikan, Comte memberikan dasar metodologis positivis, dan Simmel memfokuskan dinamika mikro-interaksi. Dalam rangka mengisi kesenjangan antara teori klasik dan kebutuhan analitis praktik pendidikan modern, penelitian ini merekomendasikan studi lapangan empiris untuk menguji relevansi temuan di konteks praktik pendidikan Indonesia.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa sosiologi pendidikan memudahkan memahami hubungan erat antara masyarakat dan pendidikan, mencakup aspek keluarga, ekonomi, politik, kurikulum, dan interaksi sosial di sekolah.Pemikiran tokoh klasik memberikan dasar kuat untuk analisis.Durkheim (kohesi sosial), Comte (positivisme), Weber (aksi sosial), Marx (kritis terhadap ketimpangan), dan Simmel (mikro-interaksi).Integrasi konsep dasar dan pemikiran tokoh-tokoh ini mengonfirmasi bahwa pendidikan tidak hanya sarana transfer pengetahuan, tetapi juga agen sosialisasi, reproduksi, perubahan sosial, dan pembentukan identitas.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana prinsip sosiologi pendidikan diterapkan dalam kebijakan dan praktik modern, terutama di era globalisasi dan transformasi digital. Langkah empiris seperti studi komparatif antara sekolah perkotaan dan pedesaan atau antara institusi publik dan religius perlu dilakukan untuk memahami bagaimana lingkungan sosial berbeda membentuk nilai, akses, dan hasil pendidikan. Selain itu, penting untuk mengkaji manifestasi kapital budaya dan ideologi politik dalam sistem pendidikan kontemporer melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang terpadu.

  1. PERSPEKTIF TEORI SOSIAL EMILE DURKHEIM DALAM SOSIOLOGI PENDIDIKAN | Moderasi: Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan... doi.org/10.24239/moderasi.Vol1.Iss2.28PERSPEKTIF TEORI SOSIAL EMILE DURKHEIM DALAM SOSIOLOGI PENDIDIKAN Moderasi Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan doi 10 24239 moderasi Vol1 Iss2 28
  2. OSF. osf doi.org/10.31219/osf.io/5q2tsOSF osf doi 10 31219 osf io 5q2ts
  3. Sejarah, Ilmu Pengetahuan, dan Sosiologi Pendidikan Islam | Ikbal | Jurnal Ilmiah Dikdaya. sejarah ilmu... doi.org/10.33087/dikdaya.v15i1.744Sejarah Ilmu Pengetahuan dan Sosiologi Pendidikan Islam Ikbal Jurnal Ilmiah Dikdaya sejarah ilmu doi 10 33087 dikdaya v15i1 744
  1. #kohesi sosial#kohesi sosial
  2. #lingkungan sosial#lingkungan sosial
Read online
File size370.13 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-39L
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test