UNISIUNISI

Syahadah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan KeislamanSyahadah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Keislaman

Kata nafs adalah salah satu kata yang sering muncul dalam Al-Quran, tepatnya sebanyak 298 kali dalam 267 ayat, yang menunjukkan pentingnya kata ini. Karena kata ini memiliki makna yang berbeda, maka banyak orang melakukan penelitian untuk memahami arti dan turunan kata tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tematik tokoh, khususnya dengan menganalisis kitab tafsir besar Fath al-Qadīr yang ditulis oleh Imam Asy-Syaukani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata nafs memiliki 35 bentuk turunan yang berbeda. Bentuk-bentuk ini terdapat di 36 surah, terdiri dari 43 surah Makkiyah dan 20 surah Madaniyah, yang menunjukkan bahwa kata ini tetap relevan dan muncul sepanjang masa turunnya wahyu. Menariknya, ada 15 ayat yang masing-masing mengandung dua kata nafs dengan bentuk yang berbeda. Menurut penafsiran Imam Asy-Syaukani, makna dari kata nafs sangat luas dan bergantung pada konteks. Kata ini bisa berarti diri (QS. Ali-Imran: 61), diri manusia (QS. Al-Anam: 54), seseorang (QS. Al-Anam: 130), ruh (QS. Al-Anam: 93), dan jiwa (QS. Al-Fajr: 27). Selain itu, ia juga memaknai nafs sebagai seluruh manusia secara utuh (QS. Al-Maidah: 32), bahkan sebagai bagian dalam diri manusia yang menjadi sumber munculnya perilaku (QS. Ar-Rad: 11). Analisis ini menunjukkan bahwa nafs bukanlah konsep yang tunggal, melainkan istilah yang memuat berbagai aspek dari keberadaan manusia.

Makna nafs dalam Al-Quran secara umum bisa diartikan sebagai jiwa dan ruh, meskipun terkadang nafs digunakan dengan arti yang lebih dekat pada diri manusia.Nafs bisa merujuk pada diri seseorang secara utuh, yang mencakup tubuh, ruh, akal, dan hati.Dalam konteks ini, nafs menggambarkan individu secara lengkap, termasuk segala kemampuan baik dan buruknya.Lafaz nafs dikelompokkan menjadi 35 bentuk derivasi.Terdapat pada 63 surah dalam Al-Quran, 43 surah makkiyah dan 20 surah madaniyah serta ada 15 ayat yang masing-masing mengandung dua lafaz nafs sekaligus dalam satu ayat dengan bentuk yang berbeda.Imam Asy-Syaukānī dalam tafsir Fath Al-Qadīr memberikan penjelasan bahwa kata nafs memiliki ragam makna seperti diri, diri manusia, seseorang, ruh, jiwa, totalitas manusia, dan sisi dalam manusia yang melahirkan perilaku.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji perbedaan penafsiran nafs antara ulama klasik dan kontemporer untuk memahami evolusi konsep dalam konteks sosial yang berubah. Selain itu, studi banding tafsir nafs pada kitab tafsir besar lainnya seperti Tafsir Al-Baghawi atau Tafsir Al-Tabari bisa mengungkap perbedaan pendekatan exegetis. Penelitian tentang penggunaan istilah nafs dalam hadis nabi juga penting untuk melengkapi pemahaman tentang konsep jiwa dalam ajaran Islam. Studi ini juga bisa melibatkan metode analisis komputasi teks untuk mengidentifikasi pola penggunaan nafs secara statistik di seluruh Al-Quran.

  1. #kitab tafsir#kitab tafsir
  2. #kualitatif tematik tokoh#kualitatif tematik tokoh
Read online
File size359.24 KB
Pages16
Short Linkhttps://juris.id/p-3gS
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test