TAUTAU

Jurnal Komunikasi DialogisJurnal Komunikasi Dialogis

Penelitian ini mengkaji bagaimana strategi penamaan merek yang fluent—yaitu pendek, mudah diucapkan, dan familiar—berperan dalam membentuk persepsi dan kepercayaan publik terhadap brand start-up digital di Asia Tenggara. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis isi digital dan wacana media sosial, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nama-nama seperti Gojek, Grab, dan Shopee dikonstruksi dan disebarkan dalam budaya platform seperti TikTok, Instagram, dan Twitter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluency heuristics berinteraksi dengan konstruksi sosial media dalam memperkuat daya tarik dan kredibilitas brand. Nama-nama fluent tidak hanya lebih mudah dikenali, tetapi juga menjadi bagian dari ekspresi budaya digital yang membentuk kepercayaan konsumen. Penelitian ini merekomendasikan agar strategi penamaan brand memperhitungkan tidak hanya aspek kognitif, tetapi juga dinamika sosial media dan budaya digital di kawasan.

Strategi penamaan merek yang fluent, yaitu mudah diucapkan, pendek, dan familiar, secara signifikan memengaruhi persepsi publik dan keberhasilan branding digital di Asia Tenggara, menumbuhkan rasa nyaman, kepercayaan, dan keterhubungan emosional.Media sosial berperan krusial dalam mengonstruksi makna merek fluent, di mana platform digital memperkuat eksistensi merek melalui algoritma, tagar, parodi, dan konten partisipatif, menunjukkan bahwa fluency bekerja secara kognitif, sosial, dan kultural.Penamaan fluent menjadi strategi komunikasi yang selaras dengan budaya digital Asia Tenggara yang mobile-first dan responsif, menjadikan keterlibatan pengguna dalam interaksi merek sebagai bagian integral dari praktik branding.

Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang peran penamaan merek yang fluent dalam membangun kepercayaan di media sosial Asia Tenggara, namun masih ada banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut guna memperkaya pemahaman kita. Sebagai contoh, studi mendatang dapat menyelidiki secara kuantitatif sejauh mana elemen fonetik dan visual dari nama merek yang fluent secara langsung memengaruhi metrik kepercayaan dan loyalitas konsumen, mungkin melalui desain eksperimental yang membandingkan berbagai jenis nama di beragam audiens digital. Ini akan membantu mengukur dampak kognitif fluency secara lebih presisi dibandingkan analisis kualitatif saat ini, terutama dalam konteks pengambilan keputusan pembelian atau investasi. Selain itu, mengingat keragaman budaya dan regulasi di Asia Tenggara, penelitian komparatif lintas negara akan sangat berharga untuk memahami bagaimana konteks lokal memoderasi adopsi dan persepsi merek fluent; misalnya, apakah strategi penamaan yang efektif di Indonesia akan sama resonannya di Thailand atau Vietnam, atau adakah perbedaan signifikan dalam interpretasi budaya terhadap kemudahan sebuah nama. Lebih jauh lagi, untuk menangkap sifat dinamis dari ekosistem media sosial, studi longitudinal dapat menelusuri bagaimana konstruksi makna dan tingkat kepercayaan publik terhadap nama merek tertentu berkembang atau berubah seiring waktu, khususnya sebagai respons terhadap kampanye pemasaran yang berubah, perubahan tren digital, atau bahkan krisis reputasi. Pendekatan semacam ini akan mengungkap bagaimana kehidupan sebuah nama merek di ruang digital terus beradaptasi dan berinteraksi dengan kesadaran kolektif, memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang keberlanjutan strategi fluent branding.

  1. Processing Fluency and Aesthetic Pleasure: Is Beauty in the Perceiver's Processing Experience? -... journals.sagepub.com/doi/10.1207/s15327957pspr0804_3Processing Fluency and Aesthetic Pleasure Is Beauty in the Perceivers Processing Experience journals sagepub doi 10 1207 s15327957pspr0804 3
  2. Predicting short-term stock fluctuations by using processing fluency | PNAS. predicting short term stock... doi.org/10.1073/pnas.0601071103Predicting short term stock fluctuations by using processing fluency PNAS predicting short term stock doi 10 1073 pnas 0601071103
  3. What Makes Online Content Viral? - Jonah Berger, Katherine L. Milkman, 2012. makes content viral jonah... doi.org/10.1509/jmr.10.0353What Makes Online Content Viral Jonah Berger Katherine L Milkman 2012 makes content viral jonah doi 10 1509 jmr 10 0353
  1. #kepercayaan konsumen#kepercayaan konsumen
Read online
File size549.79 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-37m
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test