ISI SURAKARTAISI SURAKARTA
Sorai: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan MusikSorai: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan MusikEvolusi musik kontemporer telah menciptakan tekanan antara permintaan moral universal dan kebebasan ekspresi artistik. Penelitian ini menganalisis dialektik ini melalui lensa filosofis Immanuel Kant dan Friedrich Nietzsche. Kant mengutamakan estetika sebagai pengalaman universal yang terikat oleh moral, sementara Nietzsche membebaskan seni dari konvensi tradisional untuk mendukung ekspresi kreatif transgresif. Penelitian ini mempelajari karya radikal seperti 433 (John Cage) dan musik atonal (Schoenberg) sebagai penolakan terhadap normatika estetika klasik. Temuan menunjukkan bahwa musik kontemporer menjadi arena untuk pertentangan nilai antara urutan moral Kantian dan dekonstruksi nilai tradisional Nietzschean. Konflik ini mencerminkan dilema budaya modern antara mempertahankan prinsip-prinsip universal atau memeluk kebebasan kreatif tanpa batas. Dengan menggunakan pendekatan filosofis kualitatif, penelitian ini menyoroti peran gandanya musik kontemporer sebagai kritik sosial dan eksperimen estetika yang mem_transformasikan paradigm artistik.
Konflik filosofis antara ketertiban moral (Kant) dan kebebasan ekspresi (Nietzsche) diperlihatkan dalam musik kontemporer.Musik kontemporer menentang standar estetika tradisional dengan menggunakan eksperimen suara yang memprioritaskan pengalaman subjektif.Permasalahan ini menunjukkan bahwa musik tidak hanya medium keindahan, melainkan juga panggung debat nilai-nilai kontemporer.Musik kontemporertriangle sederhana memadukan antara tradisi dan inovasi.Musik kontemporer mengungkap konflik antara mempertahankan prinsip-prinsip universal atau memeluk kebebasan kreatif tanpa batas.
Pertukaran nilai-nilai budaya antargenerasi dalam pengembangan musik kontemporer dapat menjadi tema penelitian selanjutnya. Dalam menjelajahi konflik moral dan kebebasan artistik, perlu dilakukan analisis terhadap dampak pengaruh zaman menjadi topik intensif penelitian. Bagaimana evolusi musik kontemporer bisa dibandingkan dengan revolusi musik sebelumnya untuk membentuk paradigma baru dalam mengatot unsur-unsur tradisi dan inovasi. Efek gratis ekspresi kreatif dalam podpor garis musik kontemporer demi menciptakan karya yang menantang normatika tradisional dan memecah ibu normatika barunya. Hal ini bisa menjadi metode yang menarik untuk dipelajari lebih jauh.
| File size | 669.55 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
STITRADENWIJAYASTITRADENWIJAYA Sebab umum terjadinya transformasi pendidikan pesantren mempunyai lima aspek yang menjadi sebab umum, yakni: aspek kultural, aspek politis, aspek ekonomis,Sebab umum terjadinya transformasi pendidikan pesantren mempunyai lima aspek yang menjadi sebab umum, yakni: aspek kultural, aspek politis, aspek ekonomis,
SASTRA UNESSASTRA UNES Di sisi lain, institusi sosial yang seharusnya melindungi wanita justru memperkuat nilai-nilai patriarki, membuat Tess semakin rentan dan tidak berdaya.Di sisi lain, institusi sosial yang seharusnya melindungi wanita justru memperkuat nilai-nilai patriarki, membuat Tess semakin rentan dan tidak berdaya.
UNJAUNJA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cerpen Pelajaran Sejarah karya Seno Gumira Ajidarma sebagai sumber sejarah alternatif yang merepresentasikanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis cerpen Pelajaran Sejarah karya Seno Gumira Ajidarma sebagai sumber sejarah alternatif yang merepresentasikan
PELNIPELNI Penelitian ini dilakukan dalam 4 kali pertemuan setiap jadwal hemodialisa dengan durasi 30 menit. Hasil: Penelitian pada kedua responden menunjukkan penurunanPenelitian ini dilakukan dalam 4 kali pertemuan setiap jadwal hemodialisa dengan durasi 30 menit. Hasil: Penelitian pada kedua responden menunjukkan penurunan
UYPUYP Rendahnya literasi masyarakat mengenai stunting menyebabkan kesalahpahaman bahwa stunting hanya berkaitan dengan fisik anak yang pendek, melainkan perkembanganRendahnya literasi masyarakat mengenai stunting menyebabkan kesalahpahaman bahwa stunting hanya berkaitan dengan fisik anak yang pendek, melainkan perkembangan
UNIVEDUNIVED Analisis wacana kritis dengan model Teun A. van Dijk mencakup dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Dimensi teks akan dianalisis dalam halAnalisis wacana kritis dengan model Teun A. van Dijk mencakup dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Dimensi teks akan dianalisis dalam hal
UINMADURAUINMADURA Media ini juga disebut dengan media massa karena media ini digunakan untuk mengirimkan pesan, informasi, berita. Selain itu radio juga digunakan sebagaiMedia ini juga disebut dengan media massa karena media ini digunakan untuk mengirimkan pesan, informasi, berita. Selain itu radio juga digunakan sebagai
STKIP JBSTKIP JB Temperamen tokoh Sandjojo cenderung ke arah temperamen sanguinis yang berupa keras kepala dengan tidak ingin pulang ke kampung halaman sebelum mendapatkanTemperamen tokoh Sandjojo cenderung ke arah temperamen sanguinis yang berupa keras kepala dengan tidak ingin pulang ke kampung halaman sebelum mendapatkan
Useful /
UNIVEDUNIVED Pemanfaatan saluran komunikasi interpersonal serta pendekatan informal menjadi strategi utama dalam penyampaian pesan, yang disesuaikan dengan norma sosialPemanfaatan saluran komunikasi interpersonal serta pendekatan informal menjadi strategi utama dalam penyampaian pesan, yang disesuaikan dengan norma sosial
UNIVEDUNIVED Perancangan karya video pendek dokumenter Merangkai Keindahan Menganyam Harapan dapat digunakan sebagai media untuk mempromosikan nilai produk BouquetPerancangan karya video pendek dokumenter Merangkai Keindahan Menganyam Harapan dapat digunakan sebagai media untuk mempromosikan nilai produk Bouquet
STIHALBANNASTIHALBANNA Dalam memutuskan perkara dari kejahatan pelecehan seksual hakim mempertimbangkan asas keadilan hukum, kepastian hukum dan kemanfaatan hukum. Untuk memutusDalam memutuskan perkara dari kejahatan pelecehan seksual hakim mempertimbangkan asas keadilan hukum, kepastian hukum dan kemanfaatan hukum. Untuk memutus
STIHALBANNASTIHALBANNA 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa yang berwenang mengadili pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat adalah pengadilan Hak Asasi39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa yang berwenang mengadili pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat adalah pengadilan Hak Asasi