ITEKES BALIITEKES BALI

Jurnal Riset Kesehatan NasionalJurnal Riset Kesehatan Nasional

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada populasi lanjut usia. Salah satu komplikasi utama DM adalah ulkus diabetikum, yang sulit disembuhkan dan berisiko tinggi terhadap infeksi serta amputasi. Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas madu sebagai terapi topikal dalam perawatan ulkus kaki diabetikum pada pasien lansia. Seorang pasien laki-laki berusia 67 tahun dengan DM selama 1 tahun dan ulkus kaki diabetikum selama 8 minggu menerima perawatan luka menggunakan aplikasi madu secara topikal. Aplikasi madu dilakukan 1 sampai 3 kali sehari pada luka yang mengalami infeksi.. Observasi dilakukan terhadap perubahan ukuran luka, tanda-tanda infeksi, dan waktu penyembuhan. Hasil menunjukkan bahwa penyembuhan luka berlangsung dalam 8 minggu, dengan kemajuan penyembuhan yang lebih cepat saat luka diaplikasikan madu dibandingkan dengan penggunaan menggunakan antibiotik topikal. Fluktuasi kadar glukosa darah pasien (88–207 mg/dL) tercatat selama masa pengobatan, yang berpotensi.

Madu terbukti meningkatkan kecepatan penyembuhan ulkus diabetik pada pasien lansia dibandingkan dengan terapi antibiotik topikal.Namun, fluktuasi kadar glukosa darah dapat memperlambat proses penyembuhan meskipun terapi madu diterapkan.Oleh karena itu, kombinasi penggunaan madu dengan kontrol glikemik yang ketat diperlukan untuk mengoptimalkan hasil klinis.

Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan desain uji klinis terkontrol secara randomisasi yang membandingkan efektivitas madu medis dengan perawatan standar pada populasi lansia yang mengalami ulkus diabetik, sehingga dapat menilai manfaat terapeutik secara lebih robust. Selain itu, diperlukan studi dosis‑respon untuk menentukan frekuensi aplikasi dan konsentrasi madu optimal yang memberikan hasil penyembuhan terbaik tanpa meningkatkan risiko iritasi atau alergi. Selanjutnya, penelitian eksploratif dapat menginvestigasi interaksi antara terapi madu dan kontrol glikemik intensif menggunakan monitor glukosa kontinu, guna memahami bagaimana stabilitas kadar gula darah mempengaruhi efektivitas madu dalam proses regenerasi jaringan. Pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter, perawat, dan ahli gizi akan memperkaya data serta menghasilkan protokol perawatan luka yang terintegrasi. Hasil dari tiga arah penelitian tersebut diharapkan dapat menghasilkan pedoman klinis yang berbasis bukti untuk penerapan madu sebagai bagian standar dalam manajemen ulkus diabetik pada lansia.

  1. PENGETAHUAN LANSIA TENTANG DIABETES MELITUS DI PANTI WERDA BERDASARKAN PENDIDIKAN, UMUR, DAN GENDER |... jurnal.stikesbudiluhurcimahi.ac.id/index.php/jkbl/article/view/29PENGETAHUAN LANSIA TENTANG DIABETES MELITUS DI PANTI WERDA BERDASARKAN PENDIDIKAN UMUR DAN GENDER jurnal stikesbudiluhurcimahi ac index php jkbl article view 29
  2. DOI Name 10.37294 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 19z crossref email support... doi.org/10.37294DOI Name 10 37294 Values doi name values index type timestamp data hs serv 19z crossref email support doi 10 37294
  3. Manfaat Olesan Madu Pada Penyembuhan Luka Kulit | eBiomedik. manfaat olesan madu penyembuhan luka kulit... doi.org/10.35790/ebm.v8i2.31902Manfaat Olesan Madu Pada Penyembuhan Luka Kulit eBiomedik manfaat olesan madu penyembuhan luka kulit doi 10 35790 ebm v8i2 31902
  1. #proses penyembuhan luka#proses penyembuhan luka
  2. #penyembuhan luka#penyembuhan luka
Read online
File size773.95 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-35m
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test