ONERESEARCHONERESEARCH
International Journal of Religious and Cultural StudiesInternational Journal of Religious and Cultural StudiesMakalah ini menyajikan hasil refleksi terhadap koleksi naskah Merapi-Merbabu yang telah menjadi fokus studi penulis sejauh ini. Refleksi ini diarahkan untuk menjelajahi sumber-sumber teks sastra Jawa Kuno di luar Bali. Sejak wacana “chacography menyebar pada awal abad ke-20, sumber-sumber teks Jawa Kuno di luar Bali hampir diabaikan, terutama yang berasal dari Jawa. Melalui eksplorasi ini terlihat bahwa sumber-sumber di luar Bali memiliki versi tersendiri dan berbeda dari versi Bali. Hal tersebut berimplikasi pada kajian filologi. Pertanyaan yang muncul adalah: teks mana yang lebih otoritatif, teks dari Bali atau Jawa? Masalah ini perlu ditangani secara cermat. Pada tahap ini, variasi tekstual perlu dipahami sebagai realitas yang memperkaya spektrum teks sastra. Variasi tekstual merupakan hasil interpretasi aktif pembaca yang mengangkat karya sastra.
Penjelajahan sumber-sumber teks sastra Jawa Kuno di luar Bali merupakan upaya penting untuk menilai kembali “mitos akademik kolonial dan membuka peluang bagi perkembangan filologi Jawa Kuno yang selama ini dianggap lambat.Eksplorasi ini menantang pengetahuan dan menguji sikap peneliti dalam menghadapi sumber tekstual dari tradisi yang beragam, menekankan bahwa setiap naskah memiliki nilai unik dalam konteks budaya masing‑masing.Karena itu, filologi menjadi ilmu yang memerlukan ketelitian luar biasa dan merupakan bagian tak terpisahkan dari ilmu humaniora.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki klasifikasi sistematis naskah Merapi-Merbabu berdasarkan kategori isi dengan menggunakan teknik clustering komputasional untuk membandingkannya dengan sistem klasifikasi naskah Bali, sehingga dapat mengungkap pola tematik dan struktural yang belum teridentifikasi. Selanjutnya, analisis paleografik digital terhadap variasi skrip Buda dan Jawa pada naskah‑naskah tersebut dapat memetakan penyebaran temporal dan geografis perubahan tulisan, memberikan wawasan tentang evolusi scriptoria di Jawa Tengah. Terakhir, studi etnografi tentang transmisi dan penerimaan elemen esoterik seperti Sapta‑Oṃkāra dan Rwa‑Bhineda dalam teks Merapi-Merbabu serta penggunaannya dalam praktik ritual kontemporer dapat memperdalam pemahaman tentang fungsi sosial‑kultural naskah tersebut dan kontribusinya terhadap dinamika keagamaan lokal.
| File size | 300.89 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
DIGLOSIA UNMULDIGLOSIA UNMUL Sebuah prototipe kemudian diuji melalui evaluasi kegunaan, dan umpan balik pengguna dimasukkan ke dalam penyempurnaan iteratif. Temuan menunjukkan bahwaSebuah prototipe kemudian diuji melalui evaluasi kegunaan, dan umpan balik pengguna dimasukkan ke dalam penyempurnaan iteratif. Temuan menunjukkan bahwa
IUQIBOGORIUQIBOGOR Pendekatan ini sejalan dengan pandangan Denzin dan Rahardjo yang menekankan pentingnya triangulasi dalam memahami fenomena sosial secara holistik dan kontekstual.Pendekatan ini sejalan dengan pandangan Denzin dan Rahardjo yang menekankan pentingnya triangulasi dalam memahami fenomena sosial secara holistik dan kontekstual.
UNISDAUNISDA Pandangan perempuan yang terdapat dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia meliputi pandangan terhadap lembaga pernikahan,pandangan terhadapPandangan perempuan yang terdapat dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia meliputi pandangan terhadap lembaga pernikahan,pandangan terhadap
UIN MALANGUIN MALANG Kota-kota Islam memiliki organisasi spasial dan karakter arsitektur yang terpengaruh oleh prinsip Islam dan konteks historis. Penelitian ini bertujuanKota-kota Islam memiliki organisasi spasial dan karakter arsitektur yang terpengaruh oleh prinsip Islam dan konteks historis. Penelitian ini bertujuan
PENERBITPENERBIT (3) Berdasarkan respon guru pengajar dan respon 161 siswa dari 9 SD di Bali memilih netral 20.36%, setuju 49.87%, dan sangat setuju 29.76%. Sehingga, penggunaan(3) Berdasarkan respon guru pengajar dan respon 161 siswa dari 9 SD di Bali memilih netral 20.36%, setuju 49.87%, dan sangat setuju 29.76%. Sehingga, penggunaan
UNWAHAUNWAHA Peneliti menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data hasil observasi dan kuesioner. Peneliti menerapkan pendekatan Multiliteracies Pedagogy yangPeneliti menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data hasil observasi dan kuesioner. Peneliti menerapkan pendekatan Multiliteracies Pedagogy yang
EJOURNALYARSIEJOURNALYARSI Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden 11 responden (79%) mengalami fungsi sosial tinggi dan sebagian kecil responden 3 respondenHasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden 11 responden (79%) mengalami fungsi sosial tinggi dan sebagian kecil responden 3 responden
ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH Teori fashl-washl menjadi jawaban atas pertanyaan seputar ketidakteraturan redaksi atau makna dalam al-qur`an, menunjukkan bahwa makna dari dilalah al-qur`anTeori fashl-washl menjadi jawaban atas pertanyaan seputar ketidakteraturan redaksi atau makna dalam al-qur`an, menunjukkan bahwa makna dari dilalah al-qur`an
Useful /
UNISDAUNISDA Hal ini menunjukkan bahwa nilai siswa meningkat. (3) Hasil pengamatan terkait respons siswa, dapat diketahui bahwa siswa tertarik dan terbantu dengan diterapkannyaHal ini menunjukkan bahwa nilai siswa meningkat. (3) Hasil pengamatan terkait respons siswa, dapat diketahui bahwa siswa tertarik dan terbantu dengan diterapkannya
UNISDAUNISDA Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa yang dibagi keempat kategori self‑esteem (tinggi, sedang, rendah). Metode yang digunakan berupa deskriptif kualitatifSubjek penelitian terdiri dari 6 siswa yang dibagi keempat kategori self‑esteem (tinggi, sedang, rendah). Metode yang digunakan berupa deskriptif kualitatif
EJOURNALYARSIEJOURNALYARSI Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah pre‑eksperimental dengan rancangan one‑group pre‑test dan post‑test tanpa kontrol. Teknik pengambilanMetode: Desain penelitian yang digunakan adalah pre‑eksperimental dengan rancangan one‑group pre‑test dan post‑test tanpa kontrol. Teknik pengambilan
JURNALBKJURNALBK Pada siklus kedua, diberikan inovasi pada kegiatan belajar melalui proses penilaian antar kelompok, yang mampu memunculkan semangat kompetisi, karena siswaPada siklus kedua, diberikan inovasi pada kegiatan belajar melalui proses penilaian antar kelompok, yang mampu memunculkan semangat kompetisi, karena siswa