AINARAPRESSAINARAPRESS
Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan DasarJurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan DasarPenelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi media puzzle pecahan yang terintegrasi dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) dalam pembelajaran matematika siswa kelas V SDN Pasirian 01. Latar belakang pengembangan ini adalah rendahnya pemahaman konsep pecahan dan belum optimalnya media pembelajaran yang mendukung pengembangan HOTS. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4D yang dibatasi hingga tahap Develop. Instrumen penelitian terdiri atas angket respons siswa dan tes hasil belajar berbasis HOTS yang telah divalidasi oleh ahli. Data dianalisis secara kuantitatif deskriptif menggunakan perhitungan skor persentase, analisis N-Gain, serta uji ketercapaian ketuntasan belajar. Hasil menunjukkan bahwa media tergolong sangat valid (86%), sangat praktis (93%), dan mendukung ketuntasan belajar sebesar 67%. Namun, rata-rata skor N-Gain hanya 0,30 yang termasuk kategori rendah, mengindikasikan efektivitas kognitif yang masih terbatas. Temuan ini menegaskan bahwa media memiliki kelayakan penggunaan di kelas dan mendorong partisipasi aktif siswa, namun belum optimal dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada integrasi eksplisit indikator HOTS dalam desain manipulatif visual berupa puzzle pecahan. Studi lanjutan disarankan untuk menguji efektivitas media dalam konteks waktu pembelajaran yang lebih panjang, variasi kemampuan awal siswa, dan intervensi pendukung dari guru melalui strategi scaffolding.
Penelitian ini menghasilkan media pembelajaran berbentuk puzzle pecahan terintegrasi dengan indikator Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan dikembangkan melalui model 4D hingga tahap Develop.Media ini terbukti sangat valid (86%) dan sangat praktis (93%), namun peningkatan hasil belajar siswa masih tergolong rendah dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,30.Temuan ini menegaskan bahwa media telah layak digunakan dalam konteks pembelajaran matematika di sekolah dasar, namun efektivitas kognitifnya masih terbatas.Pengembangan media ini dapat menjadi alternatif untuk memperkuat pembelajaran konvensional menuju pembelajaran yang lebih kontekstual dan kompetensi abad ke-21.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan penelitian lanjutan yang berfokus pada eksplorasi karakteristik siswa yang paling responsif terhadap media puzzle pecahan ini. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas media dalam konteks waktu pembelajaran yang lebih panjang dan dengan variasi kemampuan awal siswa yang lebih heterogen. Penting juga untuk mengembangkan strategi scaffolding yang efektif untuk membantu guru dalam memfasilitasi pembelajaran berbasis HOTS, sehingga media ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa sekolah dasar.
- Efektivitas Penggunaan Media Benda Kongkret untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah... doi.org/10.54371/jekas.v1i2.426Efektivitas Penggunaan Media Benda Kongkret untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah doi 10 54371 jekas v1i2 426
- Pengaruh Pembelajaran Berbasis Resitasi dengan Media Benda Nyata terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa... journal.ainarapress.org/index.php/jekas/article/view/698Pengaruh Pembelajaran Berbasis Resitasi dengan Media Benda Nyata terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa journal ainarapress index php jekas article view 698
| File size | 227.51 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
PAPANDAPAPANDA Instrumen pengumpulan data berupa tes uraian sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil analisis menunjukkanInstrumen pengumpulan data berupa tes uraian sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil analisis menunjukkan
IKMEDIAIKMEDIA Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi budaya 5-S dan metode guru dalam membiasakannyaPenelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi budaya 5-S dan metode guru dalam membiasakannya
IKMEDIAIKMEDIA Dalam perjalanannya dari tahun 1975-2001, Museum Negeri Provinsi Riau mengalami banyak perubahan, baik dari aspek fisik maupun non-fisik, hingga pemanfaatanDalam perjalanannya dari tahun 1975-2001, Museum Negeri Provinsi Riau mengalami banyak perubahan, baik dari aspek fisik maupun non-fisik, hingga pemanfaatan
IKMEDIAIKMEDIA Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Terdapat empat jenis strategi kesopanan yang digunakan oleh karakter utama, SpongeBob, dalamPenelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Terdapat empat jenis strategi kesopanan yang digunakan oleh karakter utama, SpongeBob, dalam
IKMEDIAIKMEDIA Objek penelitian ini adalah budaya Rimpu di Kabupaten Bima. Validasi data dilakukan dengan referensial memadai dan observasi keberlanjutan. Teknik analisisObjek penelitian ini adalah budaya Rimpu di Kabupaten Bima. Validasi data dilakukan dengan referensial memadai dan observasi keberlanjutan. Teknik analisis
IKMEDIAIKMEDIA Penelitian ini menggunakan metode Logical Framework Analysis (LFA). Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini melalui tujuh tahapan yaituPenelitian ini menggunakan metode Logical Framework Analysis (LFA). Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini melalui tujuh tahapan yaitu
IKMEDIAIKMEDIA Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitianMetode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian
IKMEDIAIKMEDIA Konsep-konsep yang mengalami miskonsepsi meliputi indra penglihatan, kornea, lensa, indera pendengar telinga bagian luar, indera peraba, bagian-bagianKonsep-konsep yang mengalami miskonsepsi meliputi indra penglihatan, kornea, lensa, indera pendengar telinga bagian luar, indera peraba, bagian-bagian
Useful /
AINARAPRESSAINARAPRESS (1974). Uji coba terbatas dilakukan pada 15 siswa SDN Sumbersari 02 Jember dengan pendekatan purposive sampling. Validitas bahan ajar dievaluasi oleh dua(1974). Uji coba terbatas dilakukan pada 15 siswa SDN Sumbersari 02 Jember dengan pendekatan purposive sampling. Validitas bahan ajar dievaluasi oleh dua
AINARAPRESSAINARAPRESS Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya pemanfaatan alat bantu konkret yang sesuai dengan perkembangan kognitif anak usia dini, sehingga menyulitkanPenelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya pemanfaatan alat bantu konkret yang sesuai dengan perkembangan kognitif anak usia dini, sehingga menyulitkan
STIK SAMSTIK SAM Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan bahan aktif ekstrak anggur hitam (Vitis vinifera L. ) denganPenelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan bahan aktif ekstrak anggur hitam (Vitis vinifera L. ) dengan
UNPASUNPAS Penelitian menggunakan kuesioner pada 291 responden di Desa Mekargalih, Kabupaten Purwakarta, dengan sampel purposive (sampling non-probabilitas) berdasarkanPenelitian menggunakan kuesioner pada 291 responden di Desa Mekargalih, Kabupaten Purwakarta, dengan sampel purposive (sampling non-probabilitas) berdasarkan