LIMM PUBLIMM PUB

ELASTICITY: Journal of Applied Engineering ScienceELASTICITY: Journal of Applied Engineering Science

Negeri Lima merupakan salah satu negeri di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah yang memiliki luas sebesar 19 km2. Pada Tanggal 13 Juli Tahun 2012 terjadi longsoran gunung di Negeri Lima akibat hujan lebat sehingga mengakibatkan tertutupnya aliran sungai yang mengakibatkan terbentunya bendungan. Setahun setelahnya bendungan tersebut jebol dan airnya mengarah langsung kearah permukiman warga sehingga menghancurkan sebagian rumah warga dan sarana prasarana Negeri Lima. Melihat kondisi seperti yang telah di jelaskan maka fakus penelitian ini adalah bagaimana arah perkembangan kawasan pemukiman di Negeri Lima Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arah perkembangan kawasan pemukiman di Negeri Lima Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah.

Berdasarkan hasil yang telah didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa diketahui pada tahun 2012 sebelum jebolnya Dam Wae Ela, permukiman di Negeri Negeri Lima terkumpul menjadi 1 kesatuan yang di mana terdiri dari 5 Soa (Negeri) dengan luas permukiman sebesar 46.Tetapi, setelah terjadinya bencana jebol Dam Wae Ela pada tahun 2024 3 dari ke 5 Soa tersebut hancur tak tersisa sehingga menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat Negeri Negeri Lima.Akibat bencana tersebut, masyarakat Negeri Negeri Lima mulai membangun ulang permukimannya pada lokasi yang baru sehingga menyebabkan perkembangan kawasan pada lahan yang baru dengan luas permukiman sebesar 63.Hal ini dikarenakan lokasi permukiman yang dulu tersapu jebolnya Dam Wae Ela sudah tidak layak huni dan kecemasan masyarakat ketika membangun ulang rumah pada lokasi dulu akan terjadi bencana yang terulang kembali.Dari pembangunan permukiman yang terjadi, diketahui permukiman di Negeri Negeri Lima berkembang ke arah selatan dan utara negeri yang permukimannya terbangun mengikuti akses jalan raya dan jalur pesisir pantai.Tetapi pada lokasi bagian selatan negeri pembangunan permukiman memiliki intensitas yang lebih tinggi.Hal ini disebabkan karena masyarakat yang rumahnya hancur mayoritas memiliki tanah milik/waris pada lokasi tersebut.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran yang dapat diberikan untuk penelitian lanjutan adalah: (1) Kajian lebih lanjut tentang perkembangan wilayah, khususnya pada lokasi dengan topografi rendah dan tinggi, agar dapat memastikan pemerataan pembangunan dan kelengkapan sarana prasarana yang memadai. (2) Mengingat potensi gempa dan tsunami di wilayah tersebut, perlu dibuat regulasi yang membatasi penggunaan lahan di area pesisir pantai untuk pembangunan permukiman. (3) Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis spasial yang lebih mendalam untuk memahami dinamika perubahan kawasan permukiman dan dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkannya.

  1. Analisis Arah Perkembangan Kawasan Permukiman di Negeri Negeri Lima | ELASTICITY: Journal of Applied... doi.org/10.54373/elastic.v1i1.15Analisis Arah Perkembangan Kawasan Permukiman di Negeri Negeri Lima ELASTICITY Journal of Applied doi 10 54373 elastic v1i1 15
  1. #kawasan permukiman#kawasan permukiman
  2. #rancang bangun sistem#rancang bangun sistem
Read online
File size727.24 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2YY
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test