LIMM PUBLIMM PUB

ELASTICITY: Journal of Applied Engineering ScienceELASTICITY: Journal of Applied Engineering Science

Desa Sanleko merupakan salah satu Desa di Kecamatan Namlea Kabupaten Buru. Desa Sanleko memiliki potensi mangrove pada garis pantainya seluas 16,21 Ha. Dilihat dari kondisi wisata di lapangan saat ini sangat-lah minim dalam hal pengembangan kegiatan pariwisata. Peran masyarakat dalam pengembangan wisata ini belum maksimal dilihat dari akses jembatan yang berada di dalam mangrove yang sudah patah dan berlubang, kurangnya sarana dan prasarana untuk penunjang wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kawasan wisata hutan mangrove berbasis ekowisata di Desa Sanleko Kabupaten Buru. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan analisis kesesuaian kawasan. Hasil yang diperoleh adalah kondisi eksiting wisata hutan mangrove Desa Sanleko memiliki keindahan pada hutan mangrove selain itu di depan wisata mangrove terdapat pantai pasir panjang. Namun sarana dan prasarana seperti jalan yang dibuat dari kayu dan bambu sebagai jembatan dalam wisata mangrove tidak layak digunakan. Total hasil skor menunjukkan bahwa nilai IKW pada stasiun pengamatan 1,2, dan 3 masing-masing adalah 81,16%, 81,16% dan 73,91% dan termasuk kategori S1 (Sangat Sesuai). Yang berarti wisata mangrove Desa Sanleko dapat dikembangkan sebagai Ekowisata Mangrove.

Berdasarkan hasil yang telah didapatkan, dapat disimpulkan bahwa kondisi eksisting lokasi wisata hutan mangrove di Desa Sanleko, sarana prasarana penunjangnya sudah tidak layak digunakan akibat kurangnya pengelolaan dari pemerintah dan masyarakat setempat.Sarana prasarana yang tidak layak tersebut antara lain akses jalan yang belum diaspal, kondisi jalan berbatuan dan rusak serta jembatan kayu‑bambu yang sudah rusak, sedangkan gazebo masih layak dipakai.Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) ekowisata mangrove di Desa Sanleko Kabupaten Buru termasuk kategori S1 (sangat sesuai) dengan nilai IKW pada stasiun pengamatan 1 sebesar 81,16%, stasiun 2 sebesar 81,16% dan stasiun 3 sebesar 73,91%, sehingga wisata hutan mangrove dapat dijadikan sebagai pengembangan ekowisata mangrove.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki dampak peningkatan kunjungan wisatawan terhadap keanekaragaman hayati mangrove di Desa Sanleko, sehingga dapat menilai apakah ekowisata berkelanjutan tetap menjaga ekosistem. Selanjutnya, studi longitudinal yang melibatkan rumah tangga lokal diperlukan untuk mengukur manfaat ekonomi jangka panjang dari ekowisata mangrove, termasuk perubahan pendapatan, pekerjaan, dan kesejahteraan sosial. Selain itu, diperlukan pengembangan dan uji coba infrastruktur akses ramah lingkungan, seperti platform papan kayu yang tahan air dan jalur boardwalk berbahan daur ulang, untuk menggantikan jembatan kayu‑bambu yang tidak layak, sehingga meminimalkan kerusakan lingkungan sekaligus meningkatkan keselamatan pengunjung.

  1. Analisis Kesesuaian Kawasan Wisata Hutan Mangrove Berbasis Ekowisata di Desa Sanleko Kabupaten Buru |... doi.org/10.54373/elastic.v1i1.16Analisis Kesesuaian Kawasan Wisata Hutan Mangrove Berbasis Ekowisata di Desa Sanleko Kabupaten Buru doi 10 54373 elastic v1i1 16
  1. #rumah tangga#rumah tangga
  2. #kunjungan wisatawan#kunjungan wisatawan
Read online
File size1.1 MB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2YZ
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test