UNHASAUNHASA
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada perubahan kebiasaan mahasiswa terutama kondisi sedentary lifestyle akibat banyaknya kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara virtual dan berubahnya pola konsumsi makan. Status gizi dapat dipengaruhi oleh asupan gizi yang dikonsumsi dan aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari, dimana gizi yang baik dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga penting memperhatikan faktor yang dapat mempengaruhi status gizi seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan level aktivitas dan pola makan dengan status gizi pada mahasiswa tingkat satu. Desain penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. menggunakan uji Spearman Rank. Sampel berjumlah 105 orang menggunakan tehnik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara level aktivitas fisik dengan status gizi, dan ada hubungan antara variabel pola konsumsi makan dengan status gizi. Status gizi seseorang bisa diperbaiki atau dikontrol dengan meningkat pola konsumsi makan ke arah yang lebih baik dan bisa didukung dengan aktifitas fisik sesuai dengan kemampuan tubuh masing-masing orang, guna mencegah munculnya berbagai penyakit akibat kurangan ataupun kelebihan gizi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara level aktivitas fisik dengan status gizi, sedangkan pola konsumsi makan dengan status gizi terdapat hubungan yang searah.Untuk mencegah munculnya berbagai penyakit akibat masalah gizi dan meningkatkan daya tahan tubuh di masa pandemi Covid-19, dapat dilakukan pengaturan pola konsumsi makanan yang bernilai gizi tinggi dan didukung dengan aktifitas fisik yang sehat.
Penelitian lebih lanjut dapat menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor spesifik dalam pola konsumsi makan mahasiswa yang paling berpengaruh terhadap status gizi, dengan mempertimbangkan aspek detail seperti jenis makanan, frekuensi, dan waktu makan. Studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan motivasi mahasiswa dalam memilih makanan, serta bagaimana faktor sosial dan ekonomi mempengaruhi pilihan mereka. Selain itu, perlu diteliti efektivitas intervensi gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi mahasiswa, dengan fokus pada perubahan perilaku yang berkelanjutan. Bagaimana pengaruh lingkungan tempat tinggal dan dukungan teman sebaya terhadap adopsi gaya hidup sehat juga menjadi pertanyaan penting untuk diteliti lebih lanjut, sehingga dapat dirancang strategi promosi kesehatan yang lebih efektif dan relevan bagi mahasiswa.
- Hubungan Asupan Zat Gizi, Aktivitas Fisik, dan Persentase Lemak Tubuh dengan Kebugaran Jasmani | Salamah... doi.org/10.14710/mkmi.18.2.14-18Hubungan Asupan Zat Gizi Aktivitas Fisik dan Persentase Lemak Tubuh dengan Kebugaran Jasmani Salamah doi 10 14710 mkmi 18 2 14 18
- ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI REMAJA PUTRI | Rahayu | Jurnal Vokasi Kesehatan.... doi.org/10.30602/jvk.v6i1.158ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI REMAJA PUTRI Rahayu Jurnal Vokasi Kesehatan doi 10 30602 jvk v6i1 158
| File size | 475.28 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UMJ PremiumUMJ Premium Simpulan: Pemberian kombinasi sukrosa dan MSG, terutama pada dosis 4,8 g/KgBB menyebabkan peningkatan kadar GDS tertinggi pada hari ke-14 dibandingkanSimpulan: Pemberian kombinasi sukrosa dan MSG, terutama pada dosis 4,8 g/KgBB menyebabkan peningkatan kadar GDS tertinggi pada hari ke-14 dibandingkan
UMJ PremiumUMJ Premium Akses air bersih tidak menunjukkan pengaruh signifikan (koefisien -0,002; p = 0,185). Model regresi berganda menghasilkan nilai R Square sebesar 0,327.Akses air bersih tidak menunjukkan pengaruh signifikan (koefisien -0,002; p = 0,185). Model regresi berganda menghasilkan nilai R Square sebesar 0,327.
STIKESHBSTIKESHB Siswa SMKN 1 Penawartama mayoritas memiliki asupan gizi yang tidak memadai dan aktivitas fisik rendah.meskipun pengetahuan dan sikap terhadap gizi baik,Siswa SMKN 1 Penawartama mayoritas memiliki asupan gizi yang tidak memadai dan aktivitas fisik rendah.meskipun pengetahuan dan sikap terhadap gizi baik,
UIBUIB Metode: Penelitian dengan desain cross‑sectional menggunakan sampel 110 ibu dan anak usia 24–59 bulan yang dipilih melalui random sederhana. AnalisisMetode: Penelitian dengan desain cross‑sectional menggunakan sampel 110 ibu dan anak usia 24–59 bulan yang dipilih melalui random sederhana. Analisis
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Analisis data dilakukan secara univariat pada bentuk distribusi frekuensi, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Responden memilikiAnalisis data dilakukan secara univariat pada bentuk distribusi frekuensi, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Responden memiliki
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Pendahuluan Masalah status gizi anak usia 1-3 tahun menjadi perhatian utama karena tingginya angka kekurangan gizi pada kelompok usia ini. Faktor pengetahuanPendahuluan Masalah status gizi anak usia 1-3 tahun menjadi perhatian utama karena tingginya angka kekurangan gizi pada kelompok usia ini. Faktor pengetahuan
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 11,55 (pretest) menjadi 17,09 (posttest), sedangkan rata-rata skor sikap meningkat dari 40,09 menjadi 44,36.Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 11,55 (pretest) menjadi 17,09 (posttest), sedangkan rata-rata skor sikap meningkat dari 40,09 menjadi 44,36.
DESAIN INDONESIADESAIN INDONESIA Namun seiring dengan berkembangnya popularitas model pembelajaran blended, penggunaan media sosial dalam ranah pendidikan semakin meningkat dari tahunNamun seiring dengan berkembangnya popularitas model pembelajaran blended, penggunaan media sosial dalam ranah pendidikan semakin meningkat dari tahun
Useful /
UNHASAUNHASA Hasil penelitian yaitu jumlah anak di keluarga, usia ibu, tipe keluarga, pantang makanan saat anak sakit berhubungan dengan stunting berdasarkan analisaHasil penelitian yaitu jumlah anak di keluarga, usia ibu, tipe keluarga, pantang makanan saat anak sakit berhubungan dengan stunting berdasarkan analisa
UNHASAUNHASA Pengumpulan data menggunakan data sekunder dengan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan capaian indikator program kesehatan ibu tahun 2019 (106%) danPengumpulan data menggunakan data sekunder dengan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan capaian indikator program kesehatan ibu tahun 2019 (106%) dan
UNHASAUNHASA Analisa data menggunakan uji Paired Sample t-Test dan uji Mann Whitney. Hasil dari penelitian bahwa terdapat pengaruh penerapan model Family Centered CareAnalisa data menggunakan uji Paired Sample t-Test dan uji Mann Whitney. Hasil dari penelitian bahwa terdapat pengaruh penerapan model Family Centered Care
DESAIN INDONESIADESAIN INDONESIA Karena memiliki beberapa keunggulan diantaranya bambu dianggap material yang ekologis dan ekonomis. Bambu memiliki karakteristik yang kuat dan kokoh yangKarena memiliki beberapa keunggulan diantaranya bambu dianggap material yang ekologis dan ekonomis. Bambu memiliki karakteristik yang kuat dan kokoh yang