RADEN WIJAYARADEN WIJAYA
Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan BudayaSabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan BudayaPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan, makna simbolik, dan relevansi tradisi barikan dengan pattidana. Tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa dari tahun ke tahun secara turun temurun diwariskan dari generasi ke generasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara observasi langsung, dokumentasi lapangan, dan wawancara dengan informan. Informan dalam penelitian ini adalah sesepuh dan beberapa tokoh masyarakat di Desa Giling. Berdasarkan deskripsi data dan analisis data dapat diketahui bahwa dalam tradisi barikan dilaksanakan sejak zaman penjajahan, terdapat makna simbolik yang terkandung dalam ubopame maupun ritual dalam tradisi barikan, dan tradisi barikan memiliki relevansi dengan pattidana. Implikasi yang terbentuk adalah mempertahankan dan melestarikan nilai-nilai luhur bersumber dari tradisi nenek moyang sebagai ciri khas peradaban suatu bangsa.
Tradisi barikan dilaksanakan setiap selapan (satu bulan dalam penanggalan Jawa) pada hari Kamis malam Jumat Wage, diikuti seluruh lapisan masyarakat dari anak-anak hingga orang tua.Makna simbolik tradisi barikan mencakup nasi liwet berasa asin sebagai wujud syukur kepada Tuhan, kulup-kulupan tujuh jenis sebagai penolong dan penangkal penyakit, telur ayam kampung yang dibelah dua melambangkan dualitas kehidupan, serta jajan pasar yang merepresentasikan keragaman keinginan manusia.Tradisi barikan relevan dengan konsep pattidana dalam Buddhisme, karena ritual berkumpul, duduk jongkok, pembacaan mantra oleh sesepuh, dan makan bersama merupakan bentuk pelimpahan jasa kebajikan kepada leluhur dan makhluk halus, sekaligus memperkuat solidaritas sosial dan penghormatan terhadap yang telah meninggal.
Penelitian lanjutan dapat menggali bagaimana generasi muda memahami dan menafsirkan tradisi barikan dalam konteks nilai-nilai Buddhisme modern, apakah mereka melihatnya sebagai bentuk spiritualitas, budaya, atau sekadar kebiasaan tanpa makna. Studi juga bisa meneliti peran media sosial dan pendidikan agama dalam membangkitkan minat generasi muda terhadap tradisi barikan, dengan mengembangkan program edukasi berbasis digital yang menghubungkan ritual ini dengan ajaran pattidana secara visual dan interaktif. Selain itu, penelitian dapat membandingkan tradisi barikan dengan ritual serupa di daerah lain di Jawa, seperti tradisi sedekah bumi atau arak-arakan peringatan arwah, untuk menemukan pola umum dalam cara masyarakat Jawa mempertahankan hubungan spiritual dengan leluhur melalui praktik berbasis ruang publik seperti perempatan dan pertigaan jalan.
| File size | 181.42 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UBBGUBBG Berdasarkan hasil tinjauan pustaka, dapat disimpulkan bahwa sastra Aceh memainkan peran penting dalam pembentukan dan penguatan identitas budaya masyarakatBerdasarkan hasil tinjauan pustaka, dapat disimpulkan bahwa sastra Aceh memainkan peran penting dalam pembentukan dan penguatan identitas budaya masyarakat
UNUSIDAUNUSIDA Populasi penelitian dari 569 orang yang tersebar di 3 kelompok. Pengambilan sampel 254 orang dilakukan dengan teknik random sampling (tabulasi Isac danPopulasi penelitian dari 569 orang yang tersebar di 3 kelompok. Pengambilan sampel 254 orang dilakukan dengan teknik random sampling (tabulasi Isac dan
UTMUTM Data diperoleh dengan wawancata, dokumentasi, dan observasi. Validitas menggunakan teknik triangulasi data. Penelitian ini menghasilkan data berupa alatData diperoleh dengan wawancata, dokumentasi, dan observasi. Validitas menggunakan teknik triangulasi data. Penelitian ini menghasilkan data berupa alat
IPTRISAKTIIPTRISAKTI Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan hutan kota perlu diarahkan pada pendekatan berbasis pengguna (user-oriented management) dengan tetap menyeimbangkanPenelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan hutan kota perlu diarahkan pada pendekatan berbasis pengguna (user-oriented management) dengan tetap menyeimbangkan
STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa elemen Palang Pintu telah dimodifikasi, antara lain pengurangan atau penyesuaian adegan pantun tradisional,Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa elemen Palang Pintu telah dimodifikasi, antara lain pengurangan atau penyesuaian adegan pantun tradisional,
LATANSAMASHIROLATANSAMASHIRO Untuk keberlanjutan, diperlukan pendampingan jangka panjang, penyempurnaan materi sesuai sektor usaha, serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait.Untuk keberlanjutan, diperlukan pendampingan jangka panjang, penyempurnaan materi sesuai sektor usaha, serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait.
PPLPPL Latar belakang kegiatan ini berawal dari potensi besar yang dimiliki desa, namun kurangnya pemahaman dan apresiasi terhadap kain tenun menyebabkan penurunanLatar belakang kegiatan ini berawal dari potensi besar yang dimiliki desa, namun kurangnya pemahaman dan apresiasi terhadap kain tenun menyebabkan penurunan
STKIP JBSTKIP JB Metode penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan data, yakni metode wawancara dan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap. Teknik analisisMetode penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan data, yakni metode wawancara dan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap. Teknik analisis
Useful /
UBBGUBBG Oleh karena itu, integrasi program latihan sistematis dan berkelanjutan ke dalam proses pembelajaran mahasiswa sangat penting untuk meningkatkan keterampilanOleh karena itu, integrasi program latihan sistematis dan berkelanjutan ke dalam proses pembelajaran mahasiswa sangat penting untuk meningkatkan keterampilan
UBBGUBBG Oleh karena itu, narasi yang disajikan bukan sekadar dongeng, tetapi merefleksikan filsafat kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ketekunanOleh karena itu, narasi yang disajikan bukan sekadar dongeng, tetapi merefleksikan filsafat kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ketekunan
UIDUID Agenda keberlanjutan internasional berdasarkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) PBB 2030 dan kesepakatan COP emisi iklim dikecam karena menetapkanAgenda keberlanjutan internasional berdasarkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) PBB 2030 dan kesepakatan COP emisi iklim dikecam karena menetapkan
UIDUID Perluasan asas culpabilitas tersebut dirancang agar tetap sejalan dengan prinsip geen straf zonder schuld, sehingga bentuk pertanggungjawaban pidana yangPerluasan asas culpabilitas tersebut dirancang agar tetap sejalan dengan prinsip geen straf zonder schuld, sehingga bentuk pertanggungjawaban pidana yang