JELEJELE

Journal of English Language and EducationJournal of English Language and Education

Makalah ini menyajikan gambaran umum tentang isu-isu utama dalam pembelajaran otonom EFL. Tujuannya adalah ringkasan ide-ide yang ringkas yang seharusnya mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan mengembangkan siswa yang mandiri. Makalah ini pertama-tama menguraikan sifat pembelajaran otonom, khususnya dalam konteks akademik, mengidentifikasi basis pengetahuan yang diperlukan untuk otonomi pembelajar EFL, dan mengenali keuntungannya. Dari dasar ini, serangkaian implikasi penelitian untuk instruksi dicatat. Implikasi-implikasi ini, pada gilirannya, membentuk dasar praktik pengajaran yang direkomendasikan yang akan membentuk pembelajaran otonom. Artikel ini diakhiri dengan mencatat kebutuhan akan penelitian tambahan untuk memvalidasi, dan untuk memberikan wawasan baru tentang, otonomi pembelajar yang efektif.

Makalah ini telah menguraikan komponen utama dan basis pengetahuan yang diperlukan untuk memahami serta mengimplementasikan otonomi pembelajar dalam pengajaran dan kurikulum EFL, sekaligus menawarkan cara-cara untuk mempromosikannya.Paparan ini mencakup landasan penelitian, implikasi untuk praktik terbaik, serta beragam kepercayaan dan praktik guru dan siswa yang relevan untuk merancang aktivitas belajar yang efektif.Oleh karena itu, upaya berkelanjutan untuk mengeksplorasi praktik otonom sangat penting guna menguji kesiapan siswa dalam mencapai kemandirian belajar.

Mengingat pentingnya otonomi pembelajar dalam konteks pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL), serta seruan untuk penelitian lanjutan guna memvalidasi dan memberikan wawasan baru tentang efektivitas otonomi pembelajar, ada beberapa arah penelitian menarik yang dapat dikembangkan. Pertama, studi mendalam dapat meneliti efektivitas berbagai program pelatihan yang dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas guru EFL dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung otonomi siswa. Penting untuk memahami tidak hanya apakah pelatihan tersebut berhasil, tetapi juga metode pelatihan mana yang paling berdampak dan bagaimana hasil tersebut bertahan dalam praktik pengajaran sehari-hari. Kedua, dengan pesatnya perkembangan teknologi, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi sejauh mana alat digital dan platform pembelajaran adaptif, termasuk potensi pemanfaatan kecerdasan buatan, dapat secara efektif mempromosikan dan mempertahankan otonomi pembelajar di berbagai tingkat kemahiran dan latar belakang budaya. Pertanyaan kunci di sini adalah bagaimana teknologi dapat dirancang untuk benar-benar memberdayakan siswa, bukan hanya sebagai alat bantu tambahan. Ketiga, mengingat adanya variasi dalam kesiapan siswa dan pengaruh budaya terhadap adopsi otonomi belajar, perlu dilakukan studi longitudinal yang mengkaji dampak jangka panjang dari intervensi pedagogis yang disesuaikan secara budaya. Penelitian ini akan membantu mengidentifikasi bagaimana faktor budaya berinteraksi dengan strategi pengajaran otonom dan bagaimana evolusi sikap serta perilaku otonom siswa dapat diamati seiring waktu, memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang adaptasi otonomi pembelajar dalam berbagai konteks pendidikan.

  1. Language learner autonomy in a tertiary context: Teachers’ beliefs and practices - Simon Borg,... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1362168817725759Language learner autonomy in a tertiary context TeachersyAAAo beliefs and practices Simon Borg journals sagepub doi 10 1177 1362168817725759
  1. #pengaruh budaya#pengaruh budaya
  2. #english language#english language
Read online
File size412.98 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-2OV
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test