UIIUII
Economic Journal of Emerging MarketsEconomic Journal of Emerging MarketsTujuan ─ Penelitian ini menginvestigasi pengaruh ketidakselarasan nilai tukar riil (RER) terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi di 21 pasar negara berkembang dari tahun 1980 hingga 2016.. Metode ─ Penelitian ini mengukur seri ketidakselarasan RER untuk 21 pasar negara berkembang dengan mengandalkan pendekatan persamaan tunggal. Pengaruh ketidakselarasan RER, *undervaluation* (nilai tukar yang lebih rendah dari nilai seharusnya), dan *overvaluation* (nilai tukar yang lebih tinggi dari nilai seharusnya) terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi diestimasi menggunakan pendekatan metode momen umum sistem panel dinamis.. Temuan ─ Penelitian ini menemukan bahwa RER pasar negara berkembang secara signifikan tidak selaras. Penelitian ini juga berpendapat bahwa setiap penyimpangan RER dari nilai ekuilibriumnya merusak pertumbuhan ekonomi. Pandangan bahwa *overvaluation* mengikis pertumbuhan diterima, sementara *undervaluation* riil ditemukan sebagai fakta yang merusak pertumbuhan.. Implikasi ─ Dari perspektif kebijakan, para pembuat kebijakan harus menganjurkan kebijakan nilai tukar yang tepat untuk memeriksa ketidakselarasan yang berkelanjutan dari waktu ke waktu guna memperkaya kemampuan otoritas terkait untuk mencapai target pertumbuhan dengan menggunakannya sebagai instrumen kebijakan.. Orisinalitas ─ Selain kurangnya kerangka analitis yang unik untuk menentukan ketidakselarasan RER, sebagian besar studi tentang dampak ketidakselarasan RER di pasar negara berkembang sebagian besar mengabaikan efek pertumbuhannya. Penelitian ini merupakan upaya untuk mengatasi kesenjangan tersebut.
Penelitian ini menemukan bahwa nilai tukar riil (RER) pasar negara berkembang mengalami ketidakselarasan yang signifikan, dan setiap penyimpangan dari nilai ekuilibriumnya, baik itu *overvaluation* maupun *undervaluation*, secara konsisten merusak pertumbuhan ekonomi.Berbeda dengan beberapa temuan empiris baru-baru ini yang menunjukkan manfaat *undervaluation*, studi ini justru menemukan bahwa *undervaluation* riil menghambat pertumbuhan di pasar negara berkembang.Oleh karena itu, para pembuat kebijakan didorong untuk menerapkan kebijakan nilai tukar yang tepat guna mengelola ketidakselarasan ini sebagai instrumen penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan temuan yang menunjukkan bahwa baik *overvaluation* maupun *undervaluation* nilai tukar riil (RER) dapat menghambat pertumbuhan ekonomi di pasar negara berkembang, penelitian lanjutan dapat mendalami secara spesifik mengapa *undervaluation* memberikan dampak negatif, melengkapi saran awal tentang konsekuensi distribusi pendapatan. Ini dapat mencakup analisis saluran transmisi ekonomi mikro yang lebih detail, seperti dampaknya terhadap biaya impor input produksi, insentif investasi domestik, atau tekanan inflasi sektoral, yang mungkin menjelaskan efek kontra-intuitif ini. Selanjutnya, mengingat keragaman besar di antara pasar negara berkembang, studi masa depan perlu menyelidiki apakah dampak ketidakselarasan RER bervariasi secara signifikan berdasarkan karakteristik ekonomi makro yang spesifik, seperti struktur industri dominan (misalnya, berorientasi ekspor komoditas versus manufaktur), tingkat pengembangan pasar keuangan, atau kualitas institusi. Memahami perbedaan ini dapat membantu menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran. Terakhir, sangat penting untuk meneliti efektivitas berbagai strategi pengelolaan nilai tukar dan intervensi kebijakan, seperti kontrol modal atau akumulasi cadangan devisa, dalam menstabilkan RER dan memitigasi dampak negatif ketidakselarasan terhadap pertumbuhan. Ini harus mempertimbangkan bagaimana kebijakan-kebijakan tersebut berinteraksi dengan kondisi ekonomi global dan domestik yang berubah untuk menghasilkan hasil pertumbuhan yang optimal, memberikan rekomendasi praktis bagi para pembuat kebijakan dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang kompleks.
- Economic Journal of Emerging Markets. effect real exchange rate misalignment economic growth evidence... doi.org/10.20885/ejem.vol13.iss2.art1Economic Journal of Emerging Markets effect real exchange rate misalignment economic growth evidence doi 10 20885 ejem vol13 iss2 art1
- Full article: Exchange rate misalignment, state fragility, and economic growth in sub-Saharan Africa.... tandfonline.com/doi/full/10.1080/23322039.2021.1898113Full article Exchange rate misalignment state fragility and economic growth in sub Saharan Africa tandfonline doi full 10 1080 23322039 2021 1898113
- Equilibrium Real Exchange Rate, Misalignment, and Export Performance in Developing Asia by Juthathip... doi.org/10.2139/ssrn.1604839Equilibrium Real Exchange Rate Misalignment and Export Performance in Developing Asia by Juthathip doi 10 2139 ssrn 1604839
- 0. endstream endobj a890v5 nber.org/system/files/working_papers/w5698/w5698.pdf0 endstream endobj a890v5 nber system files working papers w5698 w5698 pdf
| File size | 498.37 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
MEJAILMIAHMEJAILMIAH Ketiga lembaga negara, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif, memiliki peran krusial dalam menjalankan fungsi negara dengan saling melengkapi melaluiKetiga lembaga negara, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif, memiliki peran krusial dalam menjalankan fungsi negara dengan saling melengkapi melalui
UKINSTITUTEUKINSTITUTE Peserta terdiri dari 37 dosen dari Universitas Negeri Padang, dengan lima di antaranya berpartisipasi dalam FGD. Temuan mengungkapkan empat tema dominanPeserta terdiri dari 37 dosen dari Universitas Negeri Padang, dengan lima di antaranya berpartisipasi dalam FGD. Temuan mengungkapkan empat tema dominan
SIDUCATSIDUCAT Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai denganAnalisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan
ITSCIENCEITSCIENCE Meskipun pengobatan modern menjadi semakin penting di Indonesia, obat herbal masih sangat populer di pedesaan maupun perkotaan. Berdasarkan kegunaan tradisionalnya,Meskipun pengobatan modern menjadi semakin penting di Indonesia, obat herbal masih sangat populer di pedesaan maupun perkotaan. Berdasarkan kegunaan tradisionalnya,
JURNALKUJURNALKU Adapun penelitian-penelitian terkait kebijakan keberlanjutan yang dianalisis dalam penelitian ini membahas mengenai perkembangan terkini dari kebijakanAdapun penelitian-penelitian terkait kebijakan keberlanjutan yang dianalisis dalam penelitian ini membahas mengenai perkembangan terkini dari kebijakan
UCYUCY Akibatnya muncul kelompok birokrat politik sebagai sebagai pusat kekuasaan, birokrasi sebagai penunjang kebijakan-kebijakan ekonomi. Jadi negara denganAkibatnya muncul kelompok birokrat politik sebagai sebagai pusat kekuasaan, birokrasi sebagai penunjang kebijakan-kebijakan ekonomi. Jadi negara dengan
UNPARUNPAR Tedros menyatakan bahwa Covid-19 dapat dikategorikan sebagai pandemi dan menyerukan tindakan global untuk mencegah penyebaran serta menangani krisis kesehatanTedros menyatakan bahwa Covid-19 dapat dikategorikan sebagai pandemi dan menyerukan tindakan global untuk mencegah penyebaran serta menangani krisis kesehatan
UIN MALANGUIN MALANG Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengujian pengaruh paritas daya beli (PPP), paritas suku bunga (IRP), dan efek fisher internasional (IFE) pada nilaiBerdasarkan hasil penelitian mengenai pengujian pengaruh paritas daya beli (PPP), paritas suku bunga (IRP), dan efek fisher internasional (IFE) pada nilai
Useful /
SIDUCATSIDUCAT namun bukan pula orang dewasa yang telah matang. Pernikahan dibawah umur yang belum memenuhi batas usia pernikahan, pada hakikatnya di sebut masih berusianamun bukan pula orang dewasa yang telah matang. Pernikahan dibawah umur yang belum memenuhi batas usia pernikahan, pada hakikatnya di sebut masih berusia
UNPARUNPAR Ancaman pandemi ini bersifat transnasional, sehingga kerja sama regional dan multilateral diperlukan. Dalam hal ini, anggota ASEAN telah mendiskusikanAncaman pandemi ini bersifat transnasional, sehingga kerja sama regional dan multilateral diperlukan. Dalam hal ini, anggota ASEAN telah mendiskusikan
UNPARUNPAR Negara-negara berkembang, khususnya LDC, akan menghadapi kesulitan untuk melanjutkan upaya-upaya mereka untuk perwujudan SDGs jika negara-negara donorNegara-negara berkembang, khususnya LDC, akan menghadapi kesulitan untuk melanjutkan upaya-upaya mereka untuk perwujudan SDGs jika negara-negara donor
UNPARUNPAR Konflik ini bersifat horizontal maupun vertikal. Penyebaran wabah COVID-19 ini telah memukul kondisi ekonomi sebagian warga. Hal tersebut kemudian menjalarKonflik ini bersifat horizontal maupun vertikal. Penyebaran wabah COVID-19 ini telah memukul kondisi ekonomi sebagian warga. Hal tersebut kemudian menjalar