UNASUNAS
Journal of Tropical BiodiversityJournal of Tropical BiodiversityThe wild birds in nature can be threatened due to the increasing demand for birds for pets by some people. On the other hand, the bird trade can be an opportunity for gaining economic benefits. One of the highest demands for birds comes from Java, especially Jakarta. This study aims to determine the types of birds traded in bird shops in Jakarta along with their IUCN conservation status, the protection status according to the Ministry of Environment and Forestry Regulation No. 106 of 2018, and the CITES trading status. The research was conducted in April-May 2021. Data collection methods included direct observation (recording and recording) and interviews. The data were taken by purposively listing the bird shops. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive analysis. The results show from the sample area in Jakarta, we approached 57 bird traders (13 stores in Central Jakarta, 12 stores in North Jakarta, 12 stores in West Jakarta, 10 stores in East Jakarta, and 10 stores in South Jakarta). The birds found are coming from 42 bird families consisting of 117 species. 100 species are the least concern status, seven species are near threatened, one species is vulnerable, five species are endangered, and four species are critically endangered. Based on KLHK Ministerial Regulation No. 106 of 2018, there are 16 protected and 101 unprotected bird species. 113 bird species are not included in the CITES category, one species belongs to the appendix I category, three species belong to the appendix II category. Although in general, the IUCN status of the traded birds is LC, a large number (73%) of the wild bird species were caught from nature. The survey shows the trend of the bird trade together with the increasing market demand may lead to the population decline that caused rareness of the species and perhaps extinction.
Penelitian yang dilakukan di toko burung di wilayah Jakarta menunjukkan adanya 3,154 individu burung dari 40 famili dan 117 spesies.Sebagian besar spesies burung memiliki status konservasi Least Concern (LC) menurut IUCN, namun persentase yang signifikan (73%) berasal dari penangkapan liar.Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.106 Tahun 2018, terdapat 16 spesies burung yang dilindungi dan 101 spesies yang tidak dilindungi.Temuan ini mengindikasikan perlunya perhatian lebih lanjut terhadap perdagangan burung liar dan upaya konservasi untuk mencegah penurunan populasi dan potensi kepunahan spesies.
Penelitian lanjutan perlu dilakukan secara berkala untuk memantau dinamika perdagangan burung liar di Jakarta, dengan fokus pada identifikasi tren spesies yang diperdagangkan dan asal-usulnya. Studi lebih mendalam mengenai dampak sosial-ekonomi perdagangan burung terhadap masyarakat lokal, khususnya para pedagang dan penangkap burung, perlu dilakukan untuk merumuskan kebijakan yang lebih adil dan berkelanjutan. Selain itu, penelitian tentang efektivitas peraturan dan penegakan hukum terkait perdagangan burung ilegal, serta kesadaran masyarakat terhadap konservasi burung, dapat memberikan informasi penting untuk meningkatkan upaya perlindungan satwa liar di Indonesia. Penelitian ini dapat dilakukan dengan metode kuantitatif dan kualitatif, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dan mempertimbangkan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial-budaya.
| File size | 612.12 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
DINASTIRESDINASTIRES Perburuan ilegal burung cendrawasih berdampak pada ekosistem satwa liar di Papua. 5 Tahun 1990 sangat tidak efektif, sehingga perburuan terus berkembangPerburuan ilegal burung cendrawasih berdampak pada ekosistem satwa liar di Papua. 5 Tahun 1990 sangat tidak efektif, sehingga perburuan terus berkembang
UNIKUUNIKU Aktivitas masyarakat di dalam kawasan, seperti perburuan satwa liar, penebangan pohon secara ilegal, pengambilan madu, dan lain-lain, menyebabkan rusaknyaAktivitas masyarakat di dalam kawasan, seperti perburuan satwa liar, penebangan pohon secara ilegal, pengambilan madu, dan lain-lain, menyebabkan rusaknya
UGMUGM Penelitian ini menyimpulkan bahwa kawasan Nglanggeran di Gunungkidul memiliki potensi besar sebagai lokasi pelepasliaran burung pemangsa. Habitat yangPenelitian ini menyimpulkan bahwa kawasan Nglanggeran di Gunungkidul memiliki potensi besar sebagai lokasi pelepasliaran burung pemangsa. Habitat yang
APTKLHIAPTKLHI Analisis perubahan tutupan lahan menggunakan data citra satelit Sentinel-2A dan NDVI (2018–2023) menunjukkan penurunan area terbuka dari 19 % menjadiAnalisis perubahan tutupan lahan menggunakan data citra satelit Sentinel-2A dan NDVI (2018–2023) menunjukkan penurunan area terbuka dari 19 % menjadi
YBLIYBLI Oleh karena itu permasalahan utama ialah rendahnya tingkat kesadaran generasi muda akan pentingnya keanekaragaman hayati, terutama satwa kunci SulawesiOleh karena itu permasalahan utama ialah rendahnya tingkat kesadaran generasi muda akan pentingnya keanekaragaman hayati, terutama satwa kunci Sulawesi
POLITANI KOEPOLITANI KOE Nilai indeks kekayaan jenis di Tahura ini tertinggi pada hutan primer sebesar 2,82. Tantangan konservasi burung di kawasan ini yaitu, perubahan habitat,Nilai indeks kekayaan jenis di Tahura ini tertinggi pada hutan primer sebesar 2,82. Tantangan konservasi burung di kawasan ini yaitu, perubahan habitat,
UNILAUNILA Di lahan garapan petani KPPH Talang Mulya, Tahura Wan Abdul Rahman, ditemukan 29 jenis tumbuhan obat dari 18 famili yang hidup liar, dengan beberapa telahDi lahan garapan petani KPPH Talang Mulya, Tahura Wan Abdul Rahman, ditemukan 29 jenis tumbuhan obat dari 18 famili yang hidup liar, dengan beberapa telah
UNILAUNILA 923 menunjukkan komunitas stabil serta distribusi individu yang merata. Namun, indeks kesamaan spesies (IS) hanya 0. 277, menandakan perbedaan komposisi923 menunjukkan komunitas stabil serta distribusi individu yang merata. Namun, indeks kesamaan spesies (IS) hanya 0. 277, menandakan perbedaan komposisi
Useful /
UGMUGM Metode penelitian dilakukan dengan membuat petak contoh sebanyak empat plot tersebar di seluruh awasan, dengan ukuran 20 x 20 m untuk tumbuhan tingkatMetode penelitian dilakukan dengan membuat petak contoh sebanyak empat plot tersebar di seluruh awasan, dengan ukuran 20 x 20 m untuk tumbuhan tingkat
APTKLHIAPTKLHI Oleh karena itu, memahami lanskap penelitian konsrvasi di Aceh merupakan langkah pertama untuk meningkatkan praktik-praktik konservasi. Penelitian iniOleh karena itu, memahami lanskap penelitian konsrvasi di Aceh merupakan langkah pertama untuk meningkatkan praktik-praktik konservasi. Penelitian ini
UGMUGM Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan kering akar, batang, dan daun, rasio akar:tajuk, serta kadar vitamin C. HasilParameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan kering akar, batang, dan daun, rasio akar:tajuk, serta kadar vitamin C. Hasil
POLTEKHARBERPOLTEKHARBER Trend atau era membuat video profil dengan motion graphic untuk pengenalan Perpustakaan Kota Tegal kepada masyarakat dinilai dapat memberikan informasiTrend atau era membuat video profil dengan motion graphic untuk pengenalan Perpustakaan Kota Tegal kepada masyarakat dinilai dapat memberikan informasi