UNZAHUNZAH

At- Ta'lim : Jurnal PendidikanAt- Ta'lim : Jurnal Pendidikan

Embrio pendidikan formal Islam adalah pesantren, yang kemudian melahirkan madrasah. Pesantren merupakan lembaga pendidikan agama tertua di Indonesia yang masih eksis dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas di bidang agama. Madrasah didirikan sebagai wadah untuk melengkapi kekurangan pelajaran di pesantren. Madrasah dapat menjadi jembatan antara pendidikan tradisional dan pendidikan formal. Idealnya, madrasah bertujuan mempersiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keimanan dan ketakwaan yang tinggi. Namun, perjalanan madrasah menuju lembaga pendidikan formal yang ideal tidaklah mulus, menghadapi berbagai masalah seperti kurikulum, manajemen, dan status hukum. Selain itu, paradigma yang menempatkan madrasah sebagai sekolah kelas dua turut memengaruhi minat masyarakat terhadap pendidikan di madrasah. Sejak tahun 1946 hingga sekarang, madrasah telah mengalami berbagai fase dalam perundang-undangan, namun kontribusinya semakin diakui oleh masyarakat, sehingga madrasah semakin diminati sebagai tempat pendidikan anak-anak. Buktinya, semakin banyak madrasah yang memiliki kualitas setara atau bahkan lebih baik dari sekolah formal pada umumnya.

Madrasah Ibtidaiyah telah mengalami perjalanan panjang dan evolusi dari pengajian Al-Quran tradisional hingga menjadi lembaga pendidikan formal yang diakui negara.Meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti masalah kurikulum, manajemen, dan stigma sebagai sekolah kelas dua, madrasah tetap memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang beriman, bertaqwa, dan berilmu pengetahuan.Peningkatan kualitas madrasah dan pengakuan masyarakat terhadapnya menjadi sinyal positif untuk pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.

Berdasarkan kajian ini, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada analisis mendalam mengenai efektivitas kurikulum madrasah Ibtidaiyah dalam menyeimbangkan antara pendidikan agama dan pengetahuan umum, khususnya dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif mengenai model manajemen madrasah Ibtidaiyah yang berhasil meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi dengan kebutuhan masyarakat, dengan tujuan mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat direplikasi. Terakhir, penelitian dapat diarahkan untuk mengeksplorasi peran madrasah Ibtidaiyah dalam memperkuat karakter bangsa dan menumbuhkan nilai-nilai keislaman moderat, serta bagaimana madrasah dapat berkolaborasi dengan pihak lain untuk mencapai tujuan tersebut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan madrasah Ibtidaiyah sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas, relevan, dan berdaya saing.

  1. #motivasi guru#motivasi guru
  2. #model manajemen#model manajemen
Read online
File size300.36 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2IX
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test