STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA

INSAN USADAINSAN USADA

Latar belakang: Penyakit diare menjadi permasalahan utama di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia. Selain penyebab kematian, diare juga penyebab utama gizi kurang juga menimbulkan kejadian yang sangat membahayakan. Beberapa faktor yang menjadi penyebab timbulnya penyakit diare disebabkan oleh bakteri melalui kontaminasi makanan dan minuman yang tercemar tinja atau kontak langsung dengan penderita. Selain itu, faktor yang paling dominan berkontribusi dalam penyakit diare adalah air, higenis sanitasi makanan, jamban keluarga, dan air. Tujuan: Untuk mengetahui . Metode: Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian deskritif correlation yang menggunakan pendekatan cross sectional. pada 47 orang yang dipilih secara total sampling. Dikumpulkan data dengan kuesioner perilaku cuci tangan dan kejadian diare.Uji statistik yang digunakan adalah korelasi Spearman. Hasil: hasil pengukuran perilaku cuci tangan yang baik 16 orang dengan persentase 34.0%, perilaku cuci tangan yang cukup 13 orang dengan persentase 27.7%. dan perilaku cuci tangan yang kurang 18 orang dengan presentase 38.3%.Berdasarkan uji Spearman di dapatkan hasil dengan nilai signifikan adalah p=0,000. Simpulan: Ada hubungan perilaku cuci tangan dengan kejadian diare pada anak sekolah SD Negeri 1 Tegallinggah.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku cuci tangan dan kejadian diare pada anak sekolah di SD Negeri 1 Tegallinggah.Sebagian besar anak memiliki perilaku cuci tangan yang kurang dan pernah mengalami diare.Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku cuci tangan yang baik pada anak-anak sekolah.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan menggali faktor-faktor lain yang memengaruhi kejadian diare pada anak sekolah, seperti pengetahuan tentang sanitasi, akses terhadap air bersih, dan kondisi lingkungan sekolah. Selain itu, perlu dilakukan studi intervensi untuk menguji efektivitas berbagai program peningkatan perilaku cuci tangan, misalnya melalui edukasi interaktif, penyediaan fasilitas cuci tangan yang memadai, dan pembentukan kader kesehatan sekolah. Terakhir, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan motivasi anak sekolah dalam melakukan cuci tangan, serta kendala-kendala yang mereka hadapi, sehingga dapat dirancang strategi promosi kesehatan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif dan rekomendasi yang praktis untuk pencegahan dan pengendalian diare pada anak sekolah, serta meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

  1. HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU JAJAN ANAK USIA SEKOLAH (9-12 TAHUN) DI SD GMIM SENDANGAN... doi.org/10.35790/jkp.v7i1.24338HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU JAJAN ANAK USIA SEKOLAH 9 12 TAHUN DI SD GMIM SENDANGAN doi 10 35790 jkp v7i1 24338
  2. Pengaruh Kompetensi dan Integritas terhadap Kinerja Perangkat Desa | JESS (Journal of Education on Social... jess.ppj.unp.ac.id/index.php/JESS/article/view/314Pengaruh Kompetensi dan Integritas terhadap Kinerja Perangkat Desa JESS Journal of Education on Social jess ppj unp ac index php JESS article view 314
  3. GAMBARAN PERILAKU ANAK USIA SEKOLAH DALAM JAJAN SEMBARANGAN DI DESA KUTA GUGUNG KEC. NAMAN TERAN KAB.... doi.org/10.32938/jsk.v4i02.3229GAMBARAN PERILAKU ANAK USIA SEKOLAH DALAM JAJAN SEMBARANGAN DI DESA KUTA GUGUNG KEC NAMAN TERAN KAB doi 10 32938 jsk v4i02 3229
  1. #air bersih#air bersih
  2. #lingkungan sekolah#lingkungan sekolah
Read online
File size218.09 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2Hi
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test