JURNALPERTANIANUNISAPALUJURNALPERTANIANUNISAPALU

Jurnal AgrotechJurnal Agrotech

Jagung merupakan sumber karbohidrat pengganti beras. Salah satu jenis jagung yang diminati masyarakat adalah jagung manis, karena memiliki rasa yang lebih manis dan wangi yang harum. Kurangnya penggunaan benih yang bermutu masih menjadi penyebab rendahnya produksi jagung. Keragaman genetik yang tinggi dibutuhkan dalam pembentukan varietas unggul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kekerabatan dan jarak genetik galur-galur tetua jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) MS-UNSIKA generasi M7 berdasarkan karakter morfologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksperimental, terdiri dari 12 perlakuan dan diulang sebanyak 2 kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Kemudian dianalisis dengan analisis klaster menggunakan software NTSYS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan kekerabatan yang jauh dengan keragaman yang luas antara galur dan varietas pembanding. Nilai koefisien similarity yang dihasilkan adalah 0,412 dengan nilai jarak genetik berkisar 0,1765 - 0,8235. Dalam persilangan, dibutuhkan keragaman genetik yang luas karena dapat memperkecil peluang terjadinya persilangan dalam.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa galur tetua jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) MS-UNSIKA generasi M7 menunjukkan hubungan kekerabatan yang jauh dan menghasilkan keragaman yang luas.Analisis klaster menunjukkan terbentuknya dua kelompok utama dengan nilai koefisien similarity 0,41.Hasil ini mengindikasikan potensi keragaman genetik yang dapat dimanfaatkan dalam program pemuliaan jagung manis.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam menggunakan penanda molekuler untuk mengkonfirmasi hubungan kekerabatan yang teridentifikasi melalui karakter morfologi, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai struktur genetik galur-galur jagung manis MS-UNSIKA. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada evaluasi performa agronomi dari kombinasi persilangan antar galur yang menunjukkan jarak genetik terjauh, untuk mengidentifikasi potensi hibrida unggul dengan heterosis yang tinggi. Ketiga, studi mengenai pengaruh lingkungan terhadap ekspresi karakter morfologi pada galur-galur jagung manis ini perlu dilakukan di berbagai lokasi dengan kondisi agroekologi yang berbeda, untuk memahami adaptabilitas dan stabilitas genotip dalam kondisi lapangan yang beragam. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya peningkatan produktivitas dan kualitas jagung manis di Indonesia.

  1. #ab mix#ab mix
  2. #jagung manis zea#jagung manis zea
Read online
File size456.03 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-2H1
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test