UMUSLIMUMUSLIM
LENTERA ( sains, teknologi, ekonomi, sosial dan budaya)LENTERA ( sains, teknologi, ekonomi, sosial dan budaya)Gangguan pendengaran akibat bising (noise induced hearing loss / NHL) ialah gangguan pendengaran yang disebabkan akibat terpajan oleh bising yang cukup keras dalam jangka waktu yang cukup lama dan biasanya diakibatkan oleh bising lingkungan kerja. Bising yang memiliki intensitas 85 desibel (dB) atau lebih sehingga dapat menyebabkan kerusakan reseptor Corti pada telinga dalam. Bengkel Las adalaha salah satu tempat terpajannya bising saat bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui skrinning awal gangguan pendengaran pada pekerja bengkel las di kota Lhokseumawe dengan menggunakan metode uji penala tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan desain cross sectional, dimana variabel terukurnya diamati pada satu waktu. Sampel penelitian ini adalah seluruh pekerja di bengkel las dan memenuhi kriteria inklusi dan kriteria ekslusi. Kriteria inklusi adalah pekerja bengkel las yang pekerja yang berumur 15-64 tahun dan tidak pernah bekerja ditempat lain yang terpapar bising sebanyak 65 sampel. Hasil penelitian menunjukkan responden yang mengalami gangguan pendengaran sebanyak 22 orang (33,8%), pada usia Dewasa Akhir (36-45 Tahun) paling banyak terjadi gangguan pendengaran (50%) dan responden yang bekerja lebih dari 5 tahun paling banyak menderita gangguan pendengaran (88%).
Sebanyak 33,8% pekerja bengkel las di kota Lhokseumawe mengalami gangguan pendengaran.Pekerja bengkel las yang berusia Dewasa Akhir (36-45 Tahun) lebih banyak mengalami gangguan pendengaran.Selain itu, pekerja bengkel las yang bekerja lebih dari 5 tahun paling banyak menderita gangguan pendengaran.
Mengingat tingginya prevalensi gangguan pendengaran pada pekerja bengkel las di Lhokseumawe yang ditemukan dalam penelitian ini, studi lanjutan dapat berfokus pada beberapa aspek penting. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam dengan menggunakan metode audiometri komprehensif, tidak hanya uji penala, untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai derajat dan jenis gangguan pendengaran. Hal ini dapat dilengkapi dengan pengukuran intensitas kebisingan secara objektif di berbagai area dan aktivitas kerja bengkel las, serta pemetaan sumber kebisingan spesifik. Penelitian ini juga bisa mengeksplorasi hubungan kausal antara tingkat paparan bising dengan perubahan ambang dengar yang terukur secara audiometri, memungkinkan identifikasi ambang batas aman yang lebih presisi untuk kondisi lokal. Kedua, studi dapat meneliti efektivitas berbagai intervensi preventif, seperti program edukasi kesehatan kerja yang inovatif, penyediaan dan pemantauan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang lebih nyaman dan efektif, atau modifikasi teknik kerja dan lingkungan untuk mengurangi tingkat kebisingan. Misalnya, dapat dilakukan uji coba program intervensi dengan kelompok kontrol untuk membandingkan dampaknya terhadap tingkat kepatuhan penggunaan APD dan penurunan insiden gangguan pendengaran. Ketiga, mengingat sifat gangguan pendengaran akibat bising yang progresif, penelitian longitudinal akan sangat bermanfaat untuk melacak perkembangan gangguan pendengaran pada kelompok pekerja yang sama selama periode waktu tertentu. Studi ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor risiko spesifik yang mempercepat atau memperlambat progresivitas gangguan, termasuk faktor individu seperti gaya hidup, kebiasaan merokok, atau riwayat penyakit lain, serta pengaruh kombinasi usia dan durasi paparan secara lebih detail. Dengan demikian, diharapkan dapat dirumuskan strategi pencegahan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan untuk melindungi kesehatan pendengaran para pekerja.
| File size | 267.69 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UPUP Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi tentang bahaya merokok efektif dalam memperluas pemahaman dan membentuk sikap positif siswa untuk menjauhi rokok.Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi tentang bahaya merokok efektif dalam memperluas pemahaman dan membentuk sikap positif siswa untuk menjauhi rokok.
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 17 orang tua yang merokok, 47,1% balita mengalami ISPA. Sebaliknya, dari 13 orang tua yang tidak merokok, hanya 7,7%Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 17 orang tua yang merokok, 47,1% balita mengalami ISPA. Sebaliknya, dari 13 orang tua yang tidak merokok, hanya 7,7%
UWGMUWGM Persentase merokok pada penduduk usia ≥15 tahun di Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2022 adalah 30,49%. Survei Global Youth Tobacco tahun 2019Persentase merokok pada penduduk usia ≥15 tahun di Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2022 adalah 30,49%. Survei Global Youth Tobacco tahun 2019
MARANATHAMARANATHA Presbikusis didefinisikan sebagai penurunan pendengaran yang berhubungan dengan proses penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristikPresbikusis didefinisikan sebagai penurunan pendengaran yang berhubungan dengan proses penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik
INSPIRAINSPIRA Tujuan: Mengidentifikasi pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian merupakan deskriptif kolerasi dengan menggunakan pendekatan Cross-Sectional denganTujuan: Mengidentifikasi pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian merupakan deskriptif kolerasi dengan menggunakan pendekatan Cross-Sectional dengan
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons afektif menduduki peringkat pertama, artinya meskipun pengetahuan dan emosi responden terhadap pesan bahayaHasil penelitian menunjukkan bahwa respons afektif menduduki peringkat pertama, artinya meskipun pengetahuan dan emosi responden terhadap pesan bahaya
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar subyek penelitian mengalami harga diri rendah, yaitu sebanyak 13 orang (59%), berdasarkan usia terbanyakKesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar subyek penelitian mengalami harga diri rendah, yaitu sebanyak 13 orang (59%), berdasarkan usia terbanyak
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2019. Jenis Penelitian ini adalah quasy experiment dengan rancangan pretest dan posttest design. Hasil penelitianPenelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2019. Jenis Penelitian ini adalah quasy experiment dengan rancangan pretest dan posttest design. Hasil penelitian
Useful /
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Program kegiatan yang dilakukan mahasiswa antara lain: Asistensi guru dalam proses belajar mengajar; Pembiasaan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun)Program kegiatan yang dilakukan mahasiswa antara lain: Asistensi guru dalam proses belajar mengajar; Pembiasaan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun)
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan yang signifikan antara umur, tingkat pendidikan, reliability, dan empathy terhadap kepuasan pasien danKesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan yang signifikan antara umur, tingkat pendidikan, reliability, dan empathy terhadap kepuasan pasien dan
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Virus Dengue merupakan virus yang dapat menularkan penyakit, karena proses penularannya dibawa oleh vector penular penyakit, yaitu nyamuk Aedes aegyptiVirus Dengue merupakan virus yang dapat menularkan penyakit, karena proses penularannya dibawa oleh vector penular penyakit, yaitu nyamuk Aedes aegypti
POLTEKKES MAMUJUPOLTEKKES MAMUJU Penelitian ini bertujuan meningkatkan motorik halus anak autis melalui terapi okupasi menggunting di SLBN Pembina, Provinsi Sulawesi Barat, Mamuju, denganPenelitian ini bertujuan meningkatkan motorik halus anak autis melalui terapi okupasi menggunting di SLBN Pembina, Provinsi Sulawesi Barat, Mamuju, dengan