JURNALGRAHAKIRANAJURNALGRAHAKIRANA

Jurnal Manajemen Ekonomi dan BisnisJurnal Manajemen Ekonomi dan Bisnis

Dalam lingkungan kerja yang semakin beragam dewasa ini, keberadaan berbagai kelompok generasi menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Studi ini mengeksplorasi hubungan antara keragaman generasi dan konflik antarpribadi dalam konteks organisasi. Dengan merujuk pada teori identitas sosial dan dinamika antar kelompok, penelitian ini menelaah bagaimana perbedaan nilai, gaya komunikasi, dan harapan kerja antar kelompok generasi berkontribusi terhadap ketegangan interpersonal. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan memanfaatkan data survei dari karyawan di berbagai sektor. Temuan menunjukkan adanya korelasi yang signifikan secara statistik antara keragaman generasi dan frekuensi konflik antarpribadi, terutama pada tim yang tidak memiliki strategi kohesi antargenerasi. Namun, kepemimpinan yang inklusif dan praktik komunikasi yang terstruktur terbukti dapat mengurangi dampak negatif tersebut. Hasil ini menekankan pentingnya kesadaran terhadap perbedaan generasi dalam kebijakan sumber daya manusia dan pengembangan kepemimpinan. Studi ini memberikan kontribusi pada diskursus tentang keragaman tenaga kerja dengan menyoroti dampak perbedaan usia terhadap keharmonisan di tempat kerja.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa keragaman generasi memiliki hubungan yang signifikan dan positif terhadap konflik antarpribadi di tempat kerja.Berdasarkan data dari 150 karyawan sektor manufaktur di Kabupaten Deli Serdang, perbedaan antargenerasi—yang mencakup gaya komunikasi, sikap kerja, dan ekspektasi—berkontribusi nyata terhadap dinamika konflik yang terjadi di lingkungan kerja.Hasil regresi menunjukkan bahwa dimensi usia bukan hanya sebagai variabel tambahan, melainkan sebagai inti dari struktur interaksi organisasi.Dalam lingkungan kerja yang ditandai dengan struktur hierarkis dan proses kerja yang rutin seperti di sektor manufaktur, perbedaan generasi menjadi semakin mencolok, dan apabila tidak dikelola secara efektif, dapat berdampak negatif terhadap kohesi tim dan kinerja organisasi.Meskipun demikian, keragaman generasi tidak harus dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang strategis untuk menciptakan praktik organisasi yang lebih inklusif dan adaptif.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas program mentoring lintas generasi dalam memperkuat transfer pengetahuan dan membangun relasi kerja harmonis. Selain itu, studi tentang dampak penggunaan teknologi digital dalam mengurangi konflik antargenerasi di lingkungan kerja manufaktur bisa menjadi arah penelitian baru. Terakhir, penelitian tentang peran kepemimpinan inklusif dalam mengelola perbedaan nilai dan gaya kerja antar generasi juga layak dikembangkan untuk menemukan strategi praktis yang dapat diterapkan secara luas.

  1. #pengaruh kualitas#pengaruh kualitas
  2. #keamanan siber#keamanan siber
Read online
File size459.41 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-2CW
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test