STKIP MODERN NGAWISTKIP MODERN NGAWI

Jurnal Pendidikan ModernJurnal Pendidikan Modern

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan ekstrakurikuler seni tari di SDN Widodaren 3 dan SDN Widodaren 8 yang masih menjunjung tinggi kebudayaan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler seni tari berjalan aktif, dilaksanakan satu kali seminggu pada hari Rabu setelah jam pelajaran, menggunakan metode demonstrasi untuk meningkatkan fokus dan pemahaman siswa. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi, memiliki harapan menjadi penari profesional, dan didukung penuh oleh guru, pembina, serta orang tua. Meskipun terdapat kendala seperti ketidaktersediaan properti, kegiatan ini berhasil melestarikan budaya lokal dan mengembangkan bakat seni siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan ekstrakurikuler seni tari di SDN Widodaren 3 dan SDN Widodaren 8 yang masih menjunjung tinggi kebudayaan Indonesia.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas V.Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler seni tari berjalan aktif, dilaksanakan satu kali seminggu pada hari Rabu setelah jam pelajaran, menggunakan metode demonstrasi untuk meningkatkan fokus dan pemahaman siswa.Siswa menunjukkan antusiasme tinggi, memiliki harapan menjadi penari profesional, dan didukung penuh oleh guru, pembina, serta orang tua.Meskipun terdapat kendala seperti ketidaktersediaan properti, kegiatan ini berhasil melestarikan budaya lokal dan mengembangkan bakat seni siswa.Pelaksanaan ekstrakurikuler seni tari di SDN Widodaren 3 dan 8 berhasil melestarikan budaya Indonesia melalui pendekatan pembelajaran yang berpusat pada demonstrasi, yang meningkatkan fokus, pemahaman, dan keterlibatan siswa.Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana pengintegrasian seni tari tradisional ke dalam kurikulum muatan lokal sekolah dasar agar tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi menjadi bagian dari pembelajaran formal yang berkelanjutan.Selain itu, perlu diteliti dampak jangka panjang dari partisipasi siswa dalam ekstrakurikuler seni tari terhadap pembentukan identitas budaya dan kepercayaan diri mereka hingga jenjang pendidikan menengah.Terakhir, studi lebih dalam dapat dilakukan untuk mengembangkan model pembelajaran seni tari berbasis teknologi, seperti penggunaan video pembelajaran atau aplikasi interaktif, yang membantu siswa memahami gerakan tari secara mandiri, terutama saat properti atau fasilitas terbatas, sehingga keberlanjutan pelestarian budaya tidak bergantung sepenuhnya pada kehadiran fisik pembina.Meskipun terdapat kendala seperti kurangnya kesiapan properti, kegiatan ini berjalan lancar dan terstruktur dalam tiga tahap—perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi—dengan konsistensi yang kuat di kedua sekolah..Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan ekstrakurikuler seni tari di SDN Widodaren 3 dan SDN Widodaren 8 yang masih menjunjung tinggi kebudayaan Indonesia.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas V.Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler seni tari berjalan aktif, dilaksanakan satu kali seminggu pada hari Rabu setelah jam pelajaran, menggunakan metode demonstrasi untuk meningkatkan fokus dan pemahaman siswa.Siswa menunjukkan antusiasme tinggi, memiliki harapan menjadi penari profesional, dan didukung penuh oleh guru, pembina, serta orang tua.Meskipun terdapat kendala seperti ketidaktersediaan properti, kegiatan ini berhasil melestarikan budaya lokal dan mengembangkan bakat seni siswa.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana pengintegrasian seni tari tradisional ke dalam kurikulum muatan lokal sekolah dasar agar tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi menjadi bagian dari pembelajaran formal yang berkelanjutan. Selain itu, perlu diteliti dampak jangka panjang dari partisipasi siswa dalam ekstrakurikuler seni tari terhadap pembentukan identitas budaya dan kepercayaan diri mereka hingga jenjang pendidikan menengah. Terakhir, studi lebih dalam dapat dilakukan untuk mengembangkan model pembelajaran seni tari berbasis teknologi, seperti penggunaan video pembelajaran atau aplikasi interaktif, yang membantu siswa memahami gerakan tari secara mandiri, terutama saat properti atau fasilitas terbatas, sehingga keberlanjutan pelestarian budaya tidak bergantung sepenuhnya pada kehadiran fisik pembina.

  1. #keterlibatan siswa#keterlibatan siswa
  2. #motorik kasar#motorik kasar
Read online
File size161.23 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2Bv
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test