JURNALASPIKOMJURNALASPIKOM

Jurnal ASPIKOMJurnal ASPIKOM

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana media Kompas.com membangun framing dalam menyusun ide bagi pembaca tentang varian baru COVID-19. Analisis penelitian ini menggunakan framing dari Pan dan Kosiscki, yang terdiri dari empat struktur. Hasil penelitian menemukan bahwa berita diframing dalam struktur sintaksis, dan lead berita disusun dari umum ke spesifik, dimulai dengan data tentang peningkatan kasus di tiga negara, hingga informasi rinci tentang varian baru. Selain itu, kutipan sumber hanya berasal dari pemerintah, sehingga konten berita belum seimbang. Dalam struktur skrip, berita disusun dengan menyajikan hal-hal terbaru yang dianggap penting dan baru bagi pembaca, diikuti dengan penjelasan dan solusi. Struktur tematik menunjukkan pemilihan tema yang menarik perhatian pembaca tetapi mendalam dengan rasionalitas. Tidak ada nuansa narasi yang terlalu emosional atau sensasional. Dalam struktur retoris, penekanan pada makna tertentu dalam berita menggunakan pilihan kata yang cenderung normatif. Penulis berita menggunakan idiom yang masih terasa umum, tanpa penekanan khusus. Konstruksi framing media relatif meyakinkan masyarakat, yang masih trauma dengan pandemi masa lalu.

com mem-framing berita tentang varian baru COVID-19 dengan pendekatan yang rasional dan bertujuan untuk memberikan informasi yang menenangkan kepada masyarakat.Media ini cenderung mengandalkan sumber dari pemerintah dan menghindari penyajian informasi yang terlalu sensasional.Penting bagi media untuk terus berperan dalam memberikan informasi yang akurat dan seimbang, serta melibatkan berbagai perspektif, termasuk dari pasien dan ahli, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pandemi dan dampaknya.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana media sosial memengaruhi persepsi masyarakat terhadap informasi tentang varian baru COVID-19, mengingat peran penting media sosial dalam penyebaran informasi. Kedua, penting untuk meneliti bagaimana framing berita tentang COVID-19 memengaruhi perilaku masyarakat, seperti kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan partisipasi dalam vaksinasi. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana media dari berbagai negara mem-framing isu COVID-19, dan bagaimana perbedaan framing tersebut memengaruhi respons publik terhadap pandemi. Dengan memahami dinamika framing media dan dampaknya, diharapkan dapat meningkatkan kualitas informasi yang disajikan kepada masyarakat dan berkontribusi pada upaya penanganan pandemi yang lebih efektif.

  1. Hubungan Media Informasi Terhadap Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Pencegahan Penularan Covid-19 Pada... doi.org/10.51771/jintan.v1i2.79Hubungan Media Informasi Terhadap Pengetahuan Sikap Dan Tindakan Pencegahan Penularan Covid 19 Pada doi 10 51771 jintan v1i2 79
  2. KEBERAGAMAN KONTEN BERITA PANDEMI DI INDONESIA: ANALISIS ISI BERITA COVID-19 PADA MAJALAH TEMPO | Aminuddin... ejournal.undip.ac.id/index.php/interaksi/article/view/49756KEBERAGAMAN KONTEN BERITA PANDEMI DI INDONESIA ANALISIS ISI BERITA COVID 19 PADA MAJALAH TEMPO Aminuddin ejournal undip ac index php interaksi article view 49756
  3. Peran Media Masa Inggris dan Jerman dalam Menginformasikan Pandemi COVID-19 | Jurnal Riset Komunikasi... jurnalrisetkomunikasi.org/index.php/jrk/article/view/201Peran Media Masa Inggris dan Jerman dalam Menginformasikan Pandemi COVID 19 Jurnal Riset Komunikasi jurnalrisetkomunikasi index php jrk article view 201
  1. #sekolah kebangsaan#sekolah kebangsaan
  2. #cultural diplomacy#cultural diplomacy
Read online
File size458.24 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-2AF
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test