UBHARAUBHARA

JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences)JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences)

Animasi tiga dimensi yang dirancang dan disajikan sebagai media pembelajaran telah berkembang pesat belakangan ini, karakter animasi tiga dimensi dalam alat musik daerah dapat menjadi salah satu media pembelajaran bagi masyarakat umum khususnya anak-anak. Cara menyajikan konten animasi tiga dimensi pembelajaran yang berbeda dapat menarik perhatian masyarakat umum dan anak-anak untuk belajar, salah satunya menggunakan teknologi realitas teraugmentasi. Realitas teraugmentasi adalah praktik menggabungkan media gambar dengan objek tiga dimensi yang menghadirkan objek tiga dimensi dari dunia maya ke dunia nyata. Dengan cara ini dapat menjadi bentuk pembelajaran, di mana pengguna dapat melihat dan memahami bahwa pembelajaran dapat disampaikan melalui pembelajaran yang efisien, dalam konsep realitas teraugmentasi, pengguna tidak hanya bermain dengan aplikasi ini tetapi juga dapat mempelajari pengetahuan tentang alat musik daerah di Indonesia. Pengembangan sistem pembelajaran aplikasi multimedia alat musik daerah di Indonesia menggunakan teknologi realitas teraugmentasi mampu memberikan pengetahuan dalam pembelajaran yang tidak hanya bagi masyarakat umum tetapi juga bagi anak-anak yang ingin menambah wawasan tentang seni budaya daerah, khususnya alat musik daerah di Indonesia.

Berdasarkan hasil analisis, implementasi, dan pengujian aplikasi media pembelajaran alat musik daerah di Indonesia menggunakan teknologi realitas teraugmentasi dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.(1) Desain aplikasi realitas teraugmentasi untuk pengenalan alat musik daerah ini menggunakan siklus pengembangan multimedia, karena struktur dan perencanaannya yang terstruktur.Dalam hal ini, konten yang ditampilkan dalam aplikasi media pembelajaran alat musik daerah di Indonesia menggunakan teknologi realitas teraugmentasi berupa pengenalan alat musik dari berbagai daerah di Indonesia.(2) Implementasi aplikasi media pembelajaran alat musik daerah di Indonesia menggunakan teknologi realitas teraugmentasi terdiri dari implementasi lingkungan arsitektur perangkat lunak, struktur data perangkat lunak, dan antarmuka perangkat lunak.(3) Aplikasi ini dapat dijalankan pada smartphone dengan spesifikasi minimal menggunakan RAM 2 GB, versi Jelly Bean, dan 16 GB memori internal.

Dalam penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, pengembangan aplikasi dapat fokus pada peningkatan interaktivitas animasi 3D, seperti menambahkan gerakan dinamis atau respons terhadap input pengguna. Kedua, aplikasi saat ini hanya tersedia untuk platform Android, sehingga penelitian lanjutan bisa mengembangkan versi untuk platform lain seperti iOS atau desktop. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi AR untuk menyajikan informasi budaya daerah lainnya, seperti tarian atau seni kerajinan, bukan hanya fokus pada alat musik. Dengan demikian, aplikasi ini tidak hanya menjadi media pembelajaran alat musik, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi menyeluruh tentang kekayaan budaya Indonesia. Selain itu, pengembangan fitur kolaboratif, seperti pemetaan alat musik daerah berdasarkan lokasi pengguna, juga bisa menjadi arah penelitian yang menarik. Penelitian lanjutan juga bisa mengevaluasi efektivitas aplikasi ini dalam meningkatkan minat belajar anak-anak melalui studi kuantitatif dan kualitatif. Dengan memperluas cakupan fitur dan platform, aplikasi ini dapat lebih efektif dalam mempromosikan kebudayaan Indonesia kepada generasi muda.

  1. #breadth first search#breadth first search
  2. #sistem aplikasi#sistem aplikasi
Read online
File size369.97 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-2A6
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test