EBSINAEBSINA

Jurnal Kesehatan Komunitas IndonesiaJurnal Kesehatan Komunitas Indonesia

Latar Belakang: Successful aging merupakan kondisi di mana lansia tidak hanya hidup lama tetapi juga tetap berstatus sehat, mandiri, dan berguna. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan successful aging pada lansia di Karang Werda, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross‑sectional melibatkan 213 lansia yang dipilih secara total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Successful Aging Scale (SAS). Analisis data meliputi uji statistik deskriptif dan chi‑square pada analisis crosstab untuk mengkaji karakteristik responden yang berhubungan dengan successful aging. Hasil: Tingkat keberhasilan penuaan pada lansia mayoritas tinggi. Indikator tertinggi adalah kontrol primer dan sekunder, sedangkan yang terendah adalah seleksi, optimisasi, dan kompensasi. Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan kebiasaan merokok dengan successful aging (p < 0,05), sementara status perkawinan, riwayat medis, status tinggal, pekerjaan, dan pendapatan tidak berhubungan (p > 0,05). Kesimpulan: Mayoritas lansia di Karang Werda, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember menunjukkan tingkat successful aging yang tinggi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar responden (93%) menunjukkan tingkat keberhasilan penuaan yang tinggi, didukung oleh dukungan sosial dari komunitas atau keluarga.Faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan kebiasaan tidak merokok secara signifikan berhubungan dengan keberhasilan penuaan (p < 0,005), sedangkan status perkawinan, riwayat kesehatan, status tinggal, pekerjaan, dan pendapatan tidak berpengaruh (p > 0,005).

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal untuk memantau perubahan pola successful aging seiring bertambahnya usia lansia, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi dinamika penuaan sukses dalam jangka panjang. Selain itu, diperlukan penelitian komparatif antara wilayah pedesaan dan perkotaan untuk mengevaluasi perbedaan pengaruh faktor sosial‑ekonomi, lingkungan, dan akses layanan kesehatan terhadap tingkat successful aging, yang dapat memperluas generalisasi temuan. Selanjutnya, intervensi berbasis komunitas yang menargetkan peningkatan kemampuan seleksi, optimisasi, dan kompensasi (SOC) melalui program pelatihan kognitif, fisik, dan sosial perlu dievaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan kontrol primer‑sekunder serta kualitas hidup lansia yang berpotensi memperkuat kebijakan kesehatan gerontologi di tingkat daerah.

  1. Sosio-Ekonomi, Sindrom Metabolik terhadap Kekuatan Genggaman Tangan Lansia di Komunitas | Sumandar |... jurnal.ugm.ac.id/jkesvo/article/view/60813Sosio Ekonomi Sindrom Metabolik terhadap Kekuatan Genggaman Tangan Lansia di Komunitas Sumandar jurnal ugm ac jkesvo article view 60813
  2. Eksplorasi Dimensi-Dimensi Successful Aging | Ariani | Jurnal Prakarsa Paedagogia. eksplorasi dimensi... jurnal.umk.ac.id/index.php/JKP/article/view/11478Eksplorasi Dimensi Dimensi Successful Aging Ariani Jurnal Prakarsa Paedagogia eksplorasi dimensi jurnal umk ac index php JKP article view 11478
  1. #kualitas hidup lansia#kualitas hidup lansia
  2. #kesehatan komunitas#kesehatan komunitas
Read online
File size393.61 KB
Pages19
Short Linkhttps://juris.id/p-2zp
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test