UNTAGUNTAG
DIA: Jurnal Administrasi PublikDIA: Jurnal Administrasi PublikThe village government in managing village funds Law Number 6 of 2014 concerning villages is a product of the reform era which became the initial form of village independence in government administration and in village financial management. To be able to formulate appropriate financial relationships, it is necessary to understand the authority that belongs to the Village Government. That is, the government budget given by the related Village Head is entirely for development facilities and village empowerment as one of the fair institutions in the form of governance. Based on the results of the study, it can be seen that the management of village fund allocations to improve village development is carried out in several stages, namely the planning, preparation, implementation, management, accountability and supervision stages can be said to have good governance.
The planning of village fund allocation through musrenbangdes allows the community to provide input in planning the management of village fund allocations, ensuring it aligns with community expectations.The accountability of the Village Fund, as implemented by the village government, adheres to applicable laws and regulations, and the management process involves community participation from the planning to the supervision stages.Despite good management, community understanding of village fund allocation policy remains low.
Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai model pelatihan dan pendampingan bagi perangkat desa dalam pengelolaan keuangan, dengan fokus pada peningkatan pemahaman terkait regulasi dan praktik akuntansi desa. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan antara Kemantren Village dengan desa-desa lain yang berhasil dalam pengelolaan dana desa, untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi. Terakhir, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi peran teknologi digital dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa, termasuk pengembangan aplikasi atau platform yang memungkinkan masyarakat untuk memantau penggunaan dana secara real-time dan memberikan umpan balik.
| File size | 116.5 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
NASKAHACEHNASKAHACEH Latar belakang program ini adalah rendahnya kemampuan literasi numerasi dan pemahaman akuntansi dasar di kalangan siswa dan anggota masyarakat, yang memengaruhiLatar belakang program ini adalah rendahnya kemampuan literasi numerasi dan pemahaman akuntansi dasar di kalangan siswa dan anggota masyarakat, yang memengaruhi
GREENPUBGREENPUB Temuan menunjukkan bahwa 80% peserta berhasil memproduksi sabun pencuci piring cair secara mandiri, 70% mengadopsi praktik pembukuan dasar, dan 50% memperluasTemuan menunjukkan bahwa 80% peserta berhasil memproduksi sabun pencuci piring cair secara mandiri, 70% mengadopsi praktik pembukuan dasar, dan 50% memperluas
KALBISKALBIS Penelitian ini adalah tinjauan literatur sistematis (SLR) yang menganalisis perkembangan akuntansi keberlanjutan dari tahun 2020 hingga pertengahan 2025.Penelitian ini adalah tinjauan literatur sistematis (SLR) yang menganalisis perkembangan akuntansi keberlanjutan dari tahun 2020 hingga pertengahan 2025.
POLITEKNIKACEHPOLITEKNIKACEH Al Fzail Jaya Banda Aceh menerapkan prosedur akuntansi kas yang cukup baik, namun terdapat beberapa kelemahan dalam hal pencatatan yang perlu diperbaikiAl Fzail Jaya Banda Aceh menerapkan prosedur akuntansi kas yang cukup baik, namun terdapat beberapa kelemahan dalam hal pencatatan yang perlu diperbaiki
LITERASISAINSNUSANTARALITERASISAINSNUSANTARA Studi kasus pada Telkom, Unilever, dan Gojek menunjukkan implementasi akuntansi manajerial yang efektif dapat memberikan nilai tambah signifikan, khususnyaStudi kasus pada Telkom, Unilever, dan Gojek menunjukkan implementasi akuntansi manajerial yang efektif dapat memberikan nilai tambah signifikan, khususnya
ASIAASIA Akuntansi perfilman memiliki peran akuntansi dalam industri film. Akuntansi perfilman di sini bertujuan untuk membangun konsep akuntansi yang praktis diAkuntansi perfilman memiliki peran akuntansi dalam industri film. Akuntansi perfilman di sini bertujuan untuk membangun konsep akuntansi yang praktis di
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Penelitian ini menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Madinatul Ulum Merangin telah menerapkan strategi bauran pemasaran jasa pendidikan yang cukup baik untukPenelitian ini menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Madinatul Ulum Merangin telah menerapkan strategi bauran pemasaran jasa pendidikan yang cukup baik untuk
SEBISEBI Makalah ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan membandingkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) denganMakalah ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan membandingkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dengan
Useful /
NASKAHACEHNASKAHACEH Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa penerapan model Game-Based Learning dalam pembelajaran pendidikan jasmani dapat meningkatkan motivasiKegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa penerapan model Game-Based Learning dalam pembelajaran pendidikan jasmani dapat meningkatkan motivasi
NASKAHACEHNASKAHACEH The implementation employed a participatory mentoring approach involving training, field assistance, and practical demonstrations related to productionThe implementation employed a participatory mentoring approach involving training, field assistance, and practical demonstrations related to production
NASKAHACEHNASKAHACEH The program employed a participatory and practice-oriented approach consisting of training, hands-on practice, and continuous mentoring. Training activitiesThe program employed a participatory and practice-oriented approach consisting of training, hands-on practice, and continuous mentoring. Training activities
IAINPTKIAINPTK Pengikut Gafatar juga mengakui ajaran penyatuan antara Islam, Yahudi dan Kristen. Apabila Gafatar membentuk agama yang baru dan tidak menyangkutkan ajaran-ajaranPengikut Gafatar juga mengakui ajaran penyatuan antara Islam, Yahudi dan Kristen. Apabila Gafatar membentuk agama yang baru dan tidak menyangkutkan ajaran-ajaran