MAHADALYALFITHRAHMAHADALYALFITHRAH

PUTIH: Jurnal Pengetahuan Tentang Ilmu dan HikmahPUTIH: Jurnal Pengetahuan Tentang Ilmu dan Hikmah

Sebab utama dari gagalnya praksis konsepsi demokrasi ideal adalah tidak adanya masyarakat yang kritis dan memiliki kemampuan dalam mengendalikan dan menjaga objektivitas, kebebasan, dan keterbukaan informasi dalam media massa. Hal ini dalam praksisnya, memang demokrasi ternyata berjalan secara berlawanan dengan konsep demokrasi ideal dengan adanya penguasaan terhadap media massa. Demikian dikarenakan adanya anggapan bahwa masyarakat awam belum cukup mampu dalam berinformasi secara baik. Dari penelitian yang berbasis islami dan Qurani ini, mengungkap bahwa dalam mewujudkan masyarakat demokratis yang ideal, diperlukan kemampuan yang baik dalam berinformasi. Al-Quran dalam beberapa tempat telah mengisyaratkan petunjuk bagi umat manusia khususnya umat muslim tentang nilai dan etika dalam berinformasi sebagaimana dalam Q.S an-Nisa ayat 83 dan al-Hujurat ayat 6. Dengan mengeksplorasi penafsiran kedua ayat tersebut, penulis menemukan beberapa nilai dan etika yang harus diperhatikan dalam berinformasi. Penerapan nilai dan etika ini kemudian akan membentuk masyarakat yang kritis dalam berinformasi yang kemudian berimplikasi pada terbentuknya media massa yang sehat dan mewujudkan praksis demokrasi yang ideal.

Dalam praksisnya, Demokrasi ternyata berjalan secara berlawanan dengan konsep demokrasi ideal dengan adanya penguasaan terhadap media massa.Hal ini dikarenakan adanya anggapan bahwa masyarakat awam belum cukup mampu dalam berinformasi secara baik.Oleh karena itu, jika media massa dijalankan oleh masyarakat awam, maka akan terjadi misinformasi dan kekacauan masif dalam masyarakat.Atas dasar pertimbangan inilah media massa harus dijalankan oleh sekelompok orang yang berkompeten.Penguasaan media oleh sekelompok elit intelektual tidak menutup kemungkinan buruk.Hal ini dapat mengarah pada penggunaan media massa sebagai legitimasi, kontrol politik dan kekuasaan lewat propaganda-propaganda.Oleh karena itu salah satu cara untuk mengembalikan media massa sebagai alat informasi bagi praksis demokrasi yang ideal adalah membentuk masyarakat kritis sebagai kekuatan baru dalam bermedia massa.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji efektivitas penerapan nilai-nilai etika informasi dalam membentuk masyarakat yang kritis dan cerdas dalam menghadapi informasi di era digital. Hal ini penting untuk mengetahui sejauh mana nilai-nilai tersebut dapat diinternalisasi dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pendidikan karakter yang mengintegrasikan nilai-nilai etika informasi, khususnya bagi generasi muda. Tujuannya adalah untuk menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya berpikir kritis, memverifikasi informasi, dan bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran media sosial dalam menyebarkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab. Hal ini penting untuk mengatasi penyebaran hoaks dan disinformasi yang meresahkan masyarakat.

  1. #pendidikan karakter#pendidikan karakter
  2. #era digital#era digital
Read online
File size1.28 MB
Pages20
Short Linkhttps://juris.id/p-2rT
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test