UNHJAMBIUNHJAMBI

KyberGov: Jurnal Ilmu PemerintahanKyberGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pemerintah dalam menanggulangi tindakan kekerasan pada remaja di SMA Negeri 4 Sarolangun yang berlokasi di Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Kekerasan pada remaja merupakan masalah sosial yang berdampak negatif terhadap perkembangan mental dan emosional remaja serta ketertiban sosial. Pemerintah telah menerbitkan berbagai kebijakan untuk mengatasi masalah ini, namun implementasinya ditingkat sekolah sering kali menemui tantangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan pemerintah di SMA Negeri 4 Sarolangun di Kecamatan Mandiangin masih menghadapi berbagai hambatan, termasuk kurangnya sosialisasi mengenai kebijakan, keterbatasan sumber daya, serta partisipasi yang minim dari berbagai pihak terkait. Menurut Edward III, terdapat 4 faktor yang mempengaruhi kebijakan yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Selain itu, ditemukan bahwa pemahaman siswa dan staf sekolah terhadap kebijakan pencegahan kekerasan masih rendah. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan edukasi dan sosialisasi kebijakan, serta penguatan koordinasi antar lembaga terkait untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan kondusif bagi perkembangan remaja.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan pemerintah dalam penanggulangan kekerasan di SMA Negeri 4 Sarolangun menghadapi berbagai kendala, termasuk kurangnya sosialisasi, keterbatasan sumber daya, dan partisipasi yang minim.Meskipun telah ada upaya dari pihak sekolah dan pemerintah daerah, koordinasi yang lebih baik dan peningkatan kesadaran akan pentingnya pencegahan kekerasan sangat diperlukan.Dengan memperkuat kerjasama antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pihak berwenang, diharapkan lingkungan belajar dapat menjadi lebih aman dan kondusif bagi perkembangan remaja.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas program-program pencegahan kekerasan yang telah diterapkan di SMA Negeri 4 Sarolangun, dengan fokus pada dampak program terhadap perubahan perilaku siswa dan peningkatan kesadaran akan pentingnya toleransi dan resolusi konflik secara damai. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran keluarga dan masyarakat dalam pencegahan kekerasan di sekolah, termasuk bagaimana meningkatkan komunikasi dan kerjasama antara sekolah, orang tua, dan tokoh masyarakat. Ketiga, penting untuk meneliti lebih lanjut mengenai pengaruh media sosial dan budaya populer terhadap perilaku kekerasan di kalangan remaja, serta bagaimana mengembangkan strategi edukasi yang efektif untuk mengatasi dampak negatif dari paparan konten kekerasan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, inklusif, dan mendukung perkembangan positif remaja.

  1. PERAN BUDAYA ORGANISASI DALAM PEMBENTUKKAN KARAKTER, ETIKA DAN MORAL SISWA SMA NEGERI DI KOTA MALANG... doi.org/10.20961/jas.v9i1.41372PERAN BUDAYA ORGANISASI DALAM PEMBENTUKKAN KARAKTER ETIKA DAN MORAL SISWA SMA NEGERI DI KOTA MALANG doi 10 20961 jas v9i1 41372
  1. #perilaku siswa#perilaku siswa
  2. #lingkungan hidup#lingkungan hidup
Read online
File size587.1 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-2ot
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test