STIPJAKARTASTIPJAKARTA

Meteor STIP MarundaMeteor STIP Marunda

MT. Galunggung dengan jenis kapal tanker yang bermuatan crude oil, terdapat kendala yang berkaitan dengan pelaksanaan sistem gas lembam, yaitu kurangnya pengetahuan crew kapal mengenai sistem gas lembam, sehingga penggunaan dan perawatan pada alat-alat sistem gas lembam tersebut juga tidak dapat maksimal. Hal ini menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja di MT. Galunggung, seperti ledakan di dalam tangki pada tanggal 19 Mei 2018. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyebab pelaksanaan sistem gas lembam di MT. Galunggung tidak optimal serta upaya untuk mengoptimalkannya dan mengetahui penyebab terjadinya ledakan dalam proses bongkar di MT. Galunggung. Metode penelitian menggunakan fishbone analysis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penyebab pelaksanaan sistem gas lembam di MT. Galunggung tidak optimal adalah kurangnya familiarisasi, pengetahuan dan training kepada crew kapal serta kurangnya alat dan bahan untuk perawatan dan perbaikan, sehingga dilakukan upaya, yaitu memberikan pengetahuan, mengadakan training, memberikan familiarisasi, mengecek dan memastikan alat dan bahan sistem gas lembam dalam keadaan baik. Penyebab terjadinya ledakan dalam proses bongkar di MT. Galunggung adalah kurang stabilnya supply gas lembam ke dalam tangki, sehingga kadar oksigen lebih dari 8%.

Galunggung tidak optimal disebabkan oleh kurangnya familiarisasi, pengetahuan, dan training pada crew kapal, serta keterbatasan alat dan bahan perawatan.Ledakan yang terjadi selama proses bongkar dipicu oleh ketidakstabilan supply gas lembam ke dalam tangki, yang mengakibatkan kadar oksigen melebihi batas aman 8%.Upaya optimalisasi meliputi pemberian pengetahuan dan training oleh perusahaan, familiarisasi oleh para perwira kapal, serta memastikan ketersediaan dan kondisi baik alat dan bahan sistem gas lembam.

Penelitian berikutnya bisa mengkaji lebih jauh tentang pengembangan model pelatihan simulasi berbasis digital, seperti virtual reality atau augmented reality, yang dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan mental crew kapal dalam menghadapi situasi darurat pada sistem gas lembam. Penelitian ini dapat membandingkan efektivitas metode simulasi ini dengan pelatihan konvensional untuk melihat dampak nyata pada pengurangan kesalahan operasional. Selain itu, sangat penting untuk meneliti penerapan teknologi pemeliharaan prediktif berbasis Internet of Things (IoT) pada komponen-komponen kritis sistem gas lembam, seperti boiler dan scrubber. Dengan memasang sensor, penelitian dapat mengukur sejauh mana teknologi ini mampu memprediksi kegagalan peralatan secara dini sehingga jadwal perawatan menjadi lebih efisien dan risiko kecelakaan akibat kerusakan mendadak dapat diminimalkan. Terakhir, sebuah studi korelasi yang lebih komprehensif perlu dilakukan untuk menganalisis hubungan signifikan antara variabel-variabel kunci seperti kualitas bahan bakar, keandalan teknis peralatan, tingkat kompetensi crew melalui sertifikasi, dan ketersediaan suku cadang terhadap tingkat insiden kecelakaan di seluruh armada kapal tanker nasional, bukan hanya studi kasus pada satu kapal.

  1. #mv kartini baruna#mv kartini baruna
  2. #sistem gas lembam#sistem gas lembam
Read online
File size503.93 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2du
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test