WIDYADHARMAWIDYADHARMA
BLESSBLESSTujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan jenis-jenis kesalahan dalam penggunaan simple past tense pada teks terjemahan naratif. Data penelitian ini diambil dari tugas terjemahan yang dilakukan oleh mahasiswa semester enam dari Jurusan Bahasa Inggris di Universitas Widya Dharma Pontianak pada tahun akademik 2019/2020. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diambil dari 24 teks terjemahan yang dihasilkan oleh 24 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tugas terjemahan, di mana mereka diminta untuk menerjemahkan cerita rakyat Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Data dianalisis dengan mengikuti beberapa langkah, yaitu mengumpulkan data terjemahan dari mahasiswa, mengidentifikasi kesalahan, mengklasifikasikan kesalahan berdasarkan jenis kesalahan, kemudian menunjukkan dan menjelaskan kesalahan dalam persentase dalam deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kesalahan dalam penggunaan simple past tense yang terjadi pada teks terjemahan mahasiswa. Kesalahan tersebut diklasifikasikan ke dalam empat jenis kesalahan, yaitu kesalahan penambahan (addition errors), kesalahan penghilangan (omission errors), kesalahan penempatan (missed ordering errors), dan kesalahan pembentukan (missed formation errors). Dalam persentase, total frekuensi kesalahan adalah 531, dengan 83 (15,6%) kesalahan penambahan, 101 (19,1%) kesalahan penghilangan, 58 (10,9%) kesalahan penempatan, dan 289 (54,4%) kesalahan pembentukan. Frekuensi kesalahan tertinggi yang dibuat oleh mahasiswa adalah kesalahan pembentukan dan frekuensi kesalahan terendah adalah kesalahan penempatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa melakukan 531 kesalahan dalam penggunaan simple past tense pada teks terjemahan, yang terdiri dari empat jenis.Kesalahan pembentukan merupakan jenis kesalahan yang paling dominan (54,4%), menunjukkan bahwa mahasiswa belum memahami aturan tata bahasa dengan cukup dan kesulitan menemukan padanan kata yang tepat.Berdasarkan temuan ini, disarankan agar dosen lebih memperhatikan kemampuan mahasiswa dalam menerjemahkan dan mengulas kembali materi tata bahasa, sementara mahasiswa perlu lebih banyak berlatih serta meningkatkan kesadaran terhadap aturan tata bahasa untuk menghindari kesalahan.
Penelitian berikutnya bisa mengembangkan temuan ini dengan cara membandingkan jenis kesalahan yang dibuat mahasiswa tidak hanya pada simple past tense, tetapi juga pada bentuk waktu lampau lainnya seperti past perfect atau past continuous saat menerjemahkan cerita. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang tantangan tata bahasa yang dihadapi. Selain itu, penting juga untuk menyelidiki mengapa kesalahan pembentukan kata kerja menjadi yang paling banyak terjadi; apakah disebabkan oleh pengaruh bahasa Indonesia atau cara pengajaran yang kurang tepat? Untuk menjawabnya, sebuah studi bisa membandingkan hasil terjemahan mahasiswa dengan hasil tulisan narasi orisinal mereka dalam bahasa Inggris. Terakhir, untuk mencari solusi praktis, penelitian selanjutnya dapat menguji metode pengajaran baru, misalnya dengan membandingkan aturan tata bahasa Indonesia dan Inggris secara langsung, untuk melihat apakah metode ini benar-benar dapat membantu mengurangi kesalahan yang sama pada mahasiswa di masa depan.
| File size | 297.85 KB |
| Pages | 9 |
| Short Link | https://juris.id/p-2bb |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
UNISLAUNISLA The factors of students communication apprehension in learning English as a foreign language were nervousness, lack of vocabulary, not being confident,The factors of students communication apprehension in learning English as a foreign language were nervousness, lack of vocabulary, not being confident,
RESEARCHSYNERGYPRESSRESEARCHSYNERGYPRESS Gamifikasi menawarkan strategi yang menjanjikan untuk meningkatkan motivasi, penguasaan tata bahasa, dan keterlibatan belajar siswa dalam lingkungan pembelajaranGamifikasi menawarkan strategi yang menjanjikan untuk meningkatkan motivasi, penguasaan tata bahasa, dan keterlibatan belajar siswa dalam lingkungan pembelajaran
UNUDUNUD Penelitian ini menemukan bahwa lingkungan bahasa di Gianyar terbagi menjadi lima kategori, yaitu budaya, alam, desa, museum, dan buatan manusia. Pola lingkunganPenelitian ini menemukan bahwa lingkungan bahasa di Gianyar terbagi menjadi lima kategori, yaitu budaya, alam, desa, museum, dan buatan manusia. Pola lingkungan
OJSOJS Komplemen objek memainkan peran penting dalam meningkatkan struktur kalimat dan kejelasan dalam tata bahasa Inggris.mereka menambahkan rincian yang diperlukanKomplemen objek memainkan peran penting dalam meningkatkan struktur kalimat dan kejelasan dalam tata bahasa Inggris.mereka menambahkan rincian yang diperlukan
UNISLAUNISLA Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para siswa memberi respon positif pada penggunaan TBL untuk belajar bahasa Inggris untuk Keperluan Khusus karenaHasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para siswa memberi respon positif pada penggunaan TBL untuk belajar bahasa Inggris untuk Keperluan Khusus karena
UNISLAUNISLA Upaya mengatasi permasalahan psikologis tersebut meliputi: siswa harus memiliki rasa percaya diri dalam berbicara, menguasai banyak kosakata, serta lebihUpaya mengatasi permasalahan psikologis tersebut meliputi: siswa harus memiliki rasa percaya diri dalam berbicara, menguasai banyak kosakata, serta lebih
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Flash cardboard merupakan salah satu media yang digunakan untuk aktivitas berbicara, khususnya dalam proses storytelling. Penggunaan media dalam pembelajaranFlash cardboard merupakan salah satu media yang digunakan untuk aktivitas berbicara, khususnya dalam proses storytelling. Penggunaan media dalam pembelajaran
USKUSK Desain penelitian ini adalah studi kualitatif deskriptif. Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan pengumpulan dokumen dan wawancara. Hasil pengumpulanDesain penelitian ini adalah studi kualitatif deskriptif. Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan pengumpulan dokumen dan wawancara. Hasil pengumpulan
Useful /
WIDYADHARMAWIDYADHARMA (1) Struktur kalimat dalam game dapat digunakan sebagai dasar pemahaman tata bahasa, (2) Teks sederhana dalam game cocok untuk meningkatkan kemampuan membaca,(1) Struktur kalimat dalam game dapat digunakan sebagai dasar pemahaman tata bahasa, (2) Teks sederhana dalam game cocok untuk meningkatkan kemampuan membaca,
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran penemuan lebih baik daripada strategi pembelajaran inquiry dalam meningkatkan keterampilan matematikaHasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran penemuan lebih baik daripada strategi pembelajaran inquiry dalam meningkatkan keterampilan matematika
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Variasi penggantian semen adalah 0%, 5%, 10%, dan 15% dari volume semen. Beton dicetak dengan rasio air-semen 0,5 dan diuji kuat tekan pada umur 7, 14,Variasi penggantian semen adalah 0%, 5%, 10%, dan 15% dari volume semen. Beton dicetak dengan rasio air-semen 0,5 dan diuji kuat tekan pada umur 7, 14,
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Berdasarkan analisis data, penelitian ini menemukan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, dan kompetensi profesional secara langsungBerdasarkan analisis data, penelitian ini menemukan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, dan kompetensi profesional secara langsung