CCRJOURNALCCRJOURNAL
Pelita PerkebunanPelita PerkebunanPenelitian ini mengevaluasi adopsi teknik rehabilitasi kakao (CRTs) oleh para produsen kakao di wilayah Ido dan Oluyole, Negara Bagian Oyo, Nigeria. Sebanyak 97 responden dipilih melalui teknik pengambilan sampel multi-tahap. Analisis data menggunakan uji-t, statistik mean, dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun adopsi CRTs masih rendah (mean = 1,72), terdapat peningkatan yang signifikan dalam produksi kakao tahunan sebelum (rata-rata 211,83 kg/ha) dan setelah (605,24 kg/ha) adopsi CRTs dengan nilai p = 0,021. Teknik yang paling banyak digunakan adalah penanaman kakao di bawah pohon (mean = 3,63) dan penggantian total lahan kakao tua (mean = 2,10). Kendala utama dalam adopsi adalah keterbatasan bibit kakao unggul (mean = 4,70) dan modal yang tidak memadai (mean = 4,62).
Meskipun adopsi teknik rehabilitasi kakao masih rendah, terdapat peningkatan signifikan dalam produksi kakao setelah penerapan teknik tersebut.Rehabilitasi kakao terbukti dapat menjadi strategi untuk meningkatkan produksi.Kendala utama adalah keterbatasan bibit unggul dan modal.Diperlukan intensifikasi rehabilitasi kakao dengan memastikan ketersediaan bibit unggul dan akses modal yang memadai.
Bagaimana jika penelitian berikutnya meneliti efektivitas skema kredit mikro berbasis kelompok tani untuk mengatasi kendala modal dalam rehabilitasi kakao? Apakah pendampingan intensif oleh penyuluh lapangan dapat meningkatkan keberhasilan adopsi teknik rehabilitasi pada petani berlahan sempit? Dan bagaimana jika dikembangkan model kemitraan perusahaan-perusahaan cokelat lokal dengan petani untuk memastikan pasar dan harga yang menjamin sehingga petani lebih berani menanam kakao unggul hasil rehablitasi?.
| File size | 220.85 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
USNSJUSNSJ Analisis data yang digunakan meliputi rumus penjualan, rumus biaya produksi, dan rumus pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatanAnalisis data yang digunakan meliputi rumus penjualan, rumus biaya produksi, dan rumus pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan
IPBIPB Penelitian dilakukan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Hasil menunjukkan bahwa tipe 2 secara finansial lebih unggul dengan NPV sebesar IDR 1. 714.402.922,83Penelitian dilakukan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Hasil menunjukkan bahwa tipe 2 secara finansial lebih unggul dengan NPV sebesar IDR 1. 714.402.922,83
UNIKASTPAULUSUNIKASTPAULUS Total sampel yang dalam penelitian ini berjumlah 60 responden, yang terbagi atas 30 responden petani aktif dan 30 responden yang telah beralih ke sektorTotal sampel yang dalam penelitian ini berjumlah 60 responden, yang terbagi atas 30 responden petani aktif dan 30 responden yang telah beralih ke sektor
UnwahasUnwahas 2) Variabel pupuk kimia (X1), pestisida (X2), umur tanaman (X3), luas lahan (X4), TKDK (X5), Pemangkasan (D1) Pengendalian hama dan penyakit tanaman (D2)2) Variabel pupuk kimia (X1), pestisida (X2), umur tanaman (X3), luas lahan (X4), TKDK (X5), Pemangkasan (D1) Pengendalian hama dan penyakit tanaman (D2)
UNDANAUNDANA The results of the study indicate that the profile of cashew farming based on the application of cultivation techniques taught by agricultural extensionThe results of the study indicate that the profile of cashew farming based on the application of cultivation techniques taught by agricultural extension
POLIPANGKEPPOLIPANGKEP Hasil evaluasi alat Smart Dryer Cocoa Bean Portable menghasilkan nilai kadar air biji kakao 7. 3% setelah 16 jam dengan berat akhir biji susut sebanyakHasil evaluasi alat Smart Dryer Cocoa Bean Portable menghasilkan nilai kadar air biji kakao 7. 3% setelah 16 jam dengan berat akhir biji susut sebanyak
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Penelitian ini mengembangkan alat pengering biji kakao berbasis Arduino dengan tenaga dari panel surya. Pengujian dilakukan selama sekitar 8 jam pada suhuPenelitian ini mengembangkan alat pengering biji kakao berbasis Arduino dengan tenaga dari panel surya. Pengujian dilakukan selama sekitar 8 jam pada suhu
POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA Biji kakao merupakan salah satu komoditas ekspor andalan hasil pertanian yang besar dan salah satu komoditas penyumbang terbesar terhadap Pendapatan AsliBiji kakao merupakan salah satu komoditas ekspor andalan hasil pertanian yang besar dan salah satu komoditas penyumbang terbesar terhadap Pendapatan Asli
Useful /
UROLOGIUROLOGI Simpulan: Klasifikasi priapismus iskemik sebanyak 4(57. 1%) pasien dan priapismus non-iskemik sebanyak 3(42. 9%) pasien, serta semua penatalaksanaan padaSimpulan: Klasifikasi priapismus iskemik sebanyak 4(57. 1%) pasien dan priapismus non-iskemik sebanyak 3(42. 9%) pasien, serta semua penatalaksanaan pada
USNSJUSNSJ Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Uji instrumen dilakukan dengan validasi dan reliabilitas menggunakanMetode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Uji instrumen dilakukan dengan validasi dan reliabilitas menggunakan
UKRIDAUKRIDA Intoleransi primer disebabkan penurunan aktivitas enzim atau kelainan gen LCT C>T-13910, sedangkan sekunder biasanya akibat infeksi rotavirus. Gejala klinisIntoleransi primer disebabkan penurunan aktivitas enzim atau kelainan gen LCT C>T-13910, sedangkan sekunder biasanya akibat infeksi rotavirus. Gejala klinis
STIKMKSSTIKMKS Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara hiperemesis gravidarum dengan berat badan lahir bayi di RSUD Haji Makassar. Penelitian ini menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara hiperemesis gravidarum dengan berat badan lahir bayi di RSUD Haji Makassar. Penelitian ini menggunakan