APPISIAPPISI

Tamasya : Jurnal Pariwisata IndonesiaTamasya : Jurnal Pariwisata Indonesia

Pantai Tedunan di Kabupaten Seluma, Bengkulu, memiliki potensi besar sebagai aset ekowisata berkat bentang alamnya yang autentik dan belum terjamah, didukung oleh hamparan pasir putih dan ekosistem mangrove yang khas. Pengembangan pariwisata berkelanjutan sangat bergantung pada partisipasi aktif dan kewirausahaan dari masyarakat lokal, yang merupakan kunci untuk menjamin distribusi manfaat ekonomi yang adil dan pelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kewirausahaan masyarakat yang ada, mengidentifikasi tantangan yang menghambat pertumbuhan usaha, dan merumuskan peluang strategis untuk pengembangan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pelaku usaha dan tokoh masyarakat, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha berbasis komunitas telah berkembang secara organik pada skala mikro, mencakup kuliner hidangan laut, penyewaan pondok, dan jasa pemandu lokal. Namun, pertumbuhan ini terhambat oleh kendala fundamental: keterbatasan akses modal formal, minimnya promosi untuk menembus pasar luas, dan kurangnya pelatihan profesional dalam manajemen keuangan serta standar pelayanan pariwisata. Sebagai respons, dirumuskan model pengembangan terintegrasi yang merekomendasikan: peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan manajemen usaha dan kesadaran wisata, fasilitasi akses permodalan melalui kemitraan, dan penguatan promosi digital. Kesimpulannya, pariwisata Pantai Tedunan akan berkelanjutan jika didukung oleh program pemberdayaan komprehensif yang tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab masyarakat terhadap kelestarian destinasi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun Pantai Tedunan memiliki potensi besar sebagai destinasi pariwisata kewirausahaan, model yang berkembang saat ini masih bersifat informal dan mikro, sehingga rentan terhadap hambatan pertumbuhan.Modal sosial yang kuat, berupa keramahan dan semangat gotong royong masyarakat, menjadi fondasi utama.Namun, potensi ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan modal, minimnya keterampilan manajerial dan pemasaran digital.Transformasi menuju model yang lebih terstruktur sangat diperlukan untuk mengintegrasikan inisiatif lokal dengan peluang eksternal, seperti tren pariwisata berkelanjutan dan promosi digital, sambil memitigasi ancaman dari persaingan dan risiko kerusakan lingkungan.Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait melalui penguatan kelembagaan, fasilitasi akses permodalan, dan adopsi teknologi menjadi kunci untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.

Untuk mendorong pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Pantai Tedunan, perlu ada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait. Pertama, pemerintah daerah dapat memfasilitasi pembentukan kelembagaan formal seperti BUMDes dan Pokdarwis, serta menyediakan pelatihan manajemen dan akses permodalan mikro. Kedua, masyarakat dan pelaku usaha perlu membentuk organisasi kolektif, mendiversifikasi produk, dan mengadopsi pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing. Ketiga, penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan studi komparatif dengan destinasi lain dan menggunakan metode kuantitatif guna menganalisis dampak ekonomi secara lebih mendalam. Dengan demikian, pengembangan pariwisata di Pantai Tedunan dapat menjadi lebih terstruktur, terintegrasi, dan berkelanjutan, serta mampu memaksimalkan potensi ekowisata yang dimilikinya.

  1. Pengembangan Pariwisata Berbasis Kewirausahaan melalui Pemberdayaan Masyarakat Lokal di Pantai Tedunan,... doi.org/10.62383/tamasya.v2i3.701Pengembangan Pariwisata Berbasis Kewirausahaan melalui Pemberdayaan Masyarakat Lokal di Pantai Tedunan doi 10 62383 tamasya v2i3 701
Read online
File size454.41 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test