UNHIUNHI

Dharma BhaktiDharma Bhakti

Urbanisasi yang cepat di kota-kota satelit Indonesia seperti Depok telah mengurangi lahan pertanian secara signifikan, menciptakan tantangan dalam mengamankan pasokan pangan yang cukup dan berkualitas tinggi. Pertanian hidroponik muncul sebagai solusi yang menjanjikan untuk mengatasi tantangan ini, memungkinkan masyarakat untuk menanam produk segar secara berkelanjutan di ruang perkotaan yang terbatas. Penelitian ini mengadopsi pendekatan Participatory Action Research (PAR), mengintegrasikan program pengabdian masyarakat dengan penelitian terapan. Program ini melibatkan 45 peserta dari komunitas Hidayatullah Depok, memberikan pelatihan teknis hidroponik, dukungan peralatan, dan pendampingan berkelanjutan. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, observasi, dan buku catatan peserta, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif dan tematik. Intervensi secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam budidaya hidroponik. Peserta mampu memproduksi sayuran yang dapat dipasarkan, berkontribusi pada pendapatan rumah tangga dan meningkatkan ketahanan pangan lokal. Kohesi sosial meningkat melalui pembentukan komunitas hidroponik yang mendukung. Selain itu, peserta menunjukkan kesadaran lingkungan yang positif dengan mengadopsi praktik hemat sumber daya dan pengurangan pestisida. Program pemberdayaan hidroponik berbasis masyarakat layak dan efektif dalam mempromosikan pertanian perkotaan berkelanjutan. Kerangka kerja kolaboratif yang partisipatif memperkuat retensi pengetahuan, mendorong kewirausahaan lokal, dan membangun modal sosial. Hasilnya menunjukkan potensi tinggi untuk mereplikasi model ini di masyarakat perkotaan lain yang menghadapi kendala lahan dan ketahanan pangan yang serupa.

Program pendampingan hidroponik berbasis pemberdayaan komunitas di Hidayatullah Depok terbukti efektif dalam meningkatkan ketahanan pangan, pendapatan keluarga, dan kohesi sosial di wilayah perkotaan padat.Pendekatan partisipatif menjadi kunci keberhasilan karena mendorong rasa kepemilikan dan komitmen peserta terhadap keberlanjutan program.Untuk memperluas dampak, diperlukan kemitraan dengan lembaga keuangan mikro, integrasi kurikulum hidroponik di sekolah, dan dukungan kebijakan daerah agar produk hidroponik diterima sebagai komoditas premium.

Pertama, perlu dikaji bagaimana model hidroponik berbasis pesantren dapat diadaptasi di sekolah menengah umum dengan kurikulum berbasis lingkungan dan kewirausahaan, sehingga siswa tidak hanya belajar teknologi pertanian tetapi juga nilai ekonomi dan sosialnya. Kedua, perlu dikembangkan penelitian tentang penerapan sistem kredit mikro berbasis komunitas untuk membantu warga kurang mampu membeli peralatan hidroponik, serta menganalisis keberlanjutan sosial dan ekonomi dari skema pembiayaan kolektif tersebut. Ketiga, penting untuk mengevaluasi efektivitas kampanye pemasaran digital yang dirancang oleh komunitas hidroponik sendiri, termasuk penggunaan media sosial dan e-commerce lokal, untuk melihat sejauh mana produk hidroponik bisa diterima sebagai alternatif sehat dan premium di pasar perkotaan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan arah strategis yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan dapat diperluas ke berbagai konteks sosial-ekonomi di kota-kota Indonesia.

Read online
File size225.01 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test