SERAMBI MEKKAHSERAMBI MEKKAH

Proceedings of International Conference on Multidiciplinary ResearchProceedings of International Conference on Multidiciplinary Research

Penelitian ini membahas konstruksi makna radikalisme dalam masyarakat Gampong Bueng Bakjok, Kabupaten Aceh Besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pandangan masyarakat Gampong Bueng Bakjok mengenai makna radikalisme dan keterkaitannya dengan pemahaman radikalisme di masyarakat. Menggunakan metode penelitian kualitatif, peneliti melakukan observasi langsung terhadap masyarakat yang diteliti serta menganalisis pengalaman objektif dan subjektif. Informan utama dalam penelitian ini adalah masyarakat Gampong Bueng Bakjok karena dianggap representatif dan memiliki kapasitas untuk menjawab permasalahan. Informan pendukungnya adalah tokoh masyarakat di Gampong Bueng Bakjok yang menjadi panutan masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger yang melihat tiga faktor utama konstruksi: eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman radikalisme di masyarakat terbagi menjadi empat bagian, yaitu radikalisme diartikan sebagai pencipta kekacauan dan kekerasan; merasa paling benar; kritis dan keras dalam berdakwah; serta kasar dalam interaksi sosial dan penuh prasangka terhadap kelompok lain. Artikel ini merekomendasikan agar tokoh masyarakat dan pengamat masyarakat menggunakan hasil penelitian ini untuk mencegah bahaya dan kesalahpahaman terhadap konstruksi makna radikalisme, terutama bagi masyarakat.

Penelitian ini menganalisis konstruksi makna radikalisme menurut perspektif masyarakat Gampong Bueng Bakjok, Aceh Besar.Secara teoritis, makna radikalisme dibangun melalui proses eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi dalam masyarakat.Masyarakat setempat memahami radikalisme dalam beberapa dimensi, termasuk kekerasan, merasa paling benar, keras dalam berdakwah, dan penuh prasangka terhadap kelompok lain.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk memahami bagaimana konstruksi makna radikalisme berkembang di kalangan generasi muda di daerah lain, mengingat peran media sosial dan pendidikan dalam membentuk persepsi mereka terhadap isu keagamaan dan politik. Kedua, perlu dikaji lebih dalam mengenai pengaruh tokoh masyarakat dan pemimpin agama dalam mengubah atau memperkuat konstruksi makna radikalisme di tingkat komunitas, termasuk bagaimana pesan mereka diserap dan ditafsirkan secara berbeda oleh kelompok moderat, fundamentalis, dan pragmatis. Ketiga, penting untuk meneliti strategi pendidikan yang efektif dalam mencegah penyimpangan makna radikalisme, khususnya dalam konteks pendidikan agama di sekolah dan keluarga, untuk membangun pemahaman yang seimbang antara idealisme agama dan nilai-nilai toleransi sosial. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi dengan menggabungkan pendekatan lintas generasi, lintas tokoh, dan lintas institusi pendidikan dalam membangun narasi yang konstruktif tentang radikalisme. Dengan demikian, masyarakat bisa lebih kritis dalam menerima informasi dan tidak mudah mengaitkan keteguhan beragama dengan tindakan radikal.

  1. #tokoh masyarakat#tokoh masyarakat
  2. #ii diabetes mellitus#ii diabetes mellitus
Read online
File size145.4 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-29I
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test