PRISMAPRISMA

Journal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial ModelingJournal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial Modeling

Kabupaten Minahasa Tenggara adalah Kabupaten yang memiliki lahan-lahan yang berpotensi longsor karena daerah ini memiliki curah hujan rata-rata yang tinggi, kemiringan lereng yang curam (lebih dari 40%), dan kawasan rawan gempa. Kawasan rawan longsor dan gerakan tanah meliputi kawasan sekitar Suhuyon, Lowatag, Lomangi, Amburumalad, Maimbeng, Kaluya dan Pangu. Daerah penelitian berada pada Desa Pangu Satu dan sekitarnya, Kecamatan Ratahan Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode scoring pembobotan dan overlay. Hasil dari penelitian ini yaitu daerah penelitian memiliki 3 zona rentan tanah longsor yaitu zona dengan tingkat kerentanan tanah longsor rendah dengan luas 0,01% dari luas daerah penelitian, zona dengan tingkat kerentanan tanah longsor sedang luas 98,1% dari luas daerah penelitian dan zona dengan tingkat kerentanan tanah longsor tinggi dengan luas 1,9% dari luas daerah penelitian.

Pemetaan zona dan tingkat kerentanan tanah longsor pada daerah penelitian menghasilkan tiga zona kerentanan.Zona dengan tingkat kerentanan rendah mencakup 0,01% luas wilayah penelitian.Zona dengan tingkat kerentanan sedang mencakup 98,1% luas wilayah, sedangkan zona dengan tingkat kerentanan tinggi mencakup 1,9% luas wilayah.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi analisis temporal dengan mengintegrasikan data curah hujan bulanan dan kejadian longsor selama dekade terakhir menggunakan citra satelit untuk meningkatkan akurasi prediksi zona rawan. Selain itu, diperlukan studi perbandingan antara metode scoring tradisional dengan teknik pembelajaran mesin guna menentukan bobot optimal setiap parameter, sehingga dapat menyesuaikan model dengan kondisi lokal yang dinamis. Selanjutnya, penting untuk menilai faktor sosial‑ekonomi masyarakat setempat, termasuk tingkat kesiapsiagaan dan persepsi risiko, dengan menggabungkan pendekatan GIS dan partisipasi komunitas guna menghasilkan peta kerentanan yang lebih komprehensif dan mendukung kebijakan mitigasi berbasis bukti.

  1. #faktor sosial#faktor sosial
  2. #laut tanah longsor#laut tanah longsor
Read online
File size1.01 MB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-25W
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test