MMTCMMTC

Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan KomunikasiJurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya reality show yang bertemakan kemiskinan mengandung praktek komodifikasi yang memanipulasi tayangan menjadi bentuk komoditas yang dikonsumsi oleh pemirsanya. Praktek tersebut membentuk kemiskinan menjadi komoditas yang dieksploitasi untuk kepentingan industri media. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komodifikasi kemiskinan dalam reality show “Uang Kaget episode 482. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, dianalisis menggunakan semiotika Charles Sanders Peirce. Hasil penelitian menunjukkan adanya komodifikasi konten kemiskinan pada visualisasi kondisi pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan dalam reality show “Uang Kaget episode 482. Unsur-unsur kemiskinan sangat mendominasi pada setiap segmen acara dengan menampilkan realitas secara manipulatif sehingga terlihat mendekati realita yang sebenarnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengambil kebijakan terkait konten reality show; kreator produksi acara televisi untuk memberikan informasi yang lebih mendidik, menghibur, dan kreatif; pengelola program televisi sebagai bahan acuan bagi penentu kebijakan media; pemirsa untuk berperan serta mengawasi tayangan yang mengandung komodifikasi: dan masyarakat agar lebih selektif dalam mengapresiasi tayangan televisi.

Tayangan reality show Uang Kaget episode 482 mengandung praktik komodifikasi kemiskinan dengan menonjolkan aspek ekonomi (pangan, sandang, papan), kesehatan, dan pendidikan narasumber sebagai komoditas.Komodifikasi ini dibangun melalui penyajian komunikasi verbal dan nonverbal yang manipulatif, seperti dialog yang diarahkan serta penggunaan kinesik, artefak, dan ekspresi untuk memancing emosi pemirsa.Pada akhirnya, praktek ini mereduksi realitas untuk menarik minat pemirsa, yang kemudian dikomodifikasikan dan dijual kepada pengiklan demi kepentingan ekonomi industri media.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam bagaimana praktik komodifikasi kemiskinan berbeda di berbagai acara televisi. Misalnya, dengan membandingkan acara seperti Uang Kaget yang memberikan uang dengan program Bedah Rumah, kita bisa meneliti perbedaan cara acara tersebut menampilkan masalah dan bagaimana hal itu mempengaruhi perasaan serta pandangan pemirsa tentang kemiskinan. Selain itu, menarik juga untuk mempelajari peran media baru seperti YouTube dalam menyebarkan kembali acara-acara ini. Penelitian bisa fokus pada bagaimana platform online memperpanjang masa pakai konten kemiskinan dan apa yang terjadi di kolom komentar, apakah semakin mengeksploitasi narasumber atau justru menimbulkan simpul-simpul empati dan dukungan baru dari publik. Yang tidak kalah penting adalah meneliti dampak jangka panjang bagi para narasumber yang ikut serta dalam acara tersebut. Kita perlu tahu bagaimana kehidupan mereka berubah secara psikologis dan sosial setelah masalah pribadi mereka menjadi tontonan publik yang terus-menerus, yang bahkan mungkin berlanjut hingga di media sosial.

  1. Analisis Semiotik Komodifikasi Kemiskinan Dalam Reality Show “Uang Kagetâ€... doi.org/10.56873/jimik.v6i1.177Analisis Semiotik Komodifikasi Kemiskinan Dalam Reality Show yCeUang KagetyC doi 10 56873 jimik v6i1 177
  1. #kampanye politik#kampanye politik
  2. #solidaritas sosial#solidaritas sosial
Read online
File size443.7 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-25H
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test