ANOTEROANOTERO

Journal of Hupo_LineaJournal of Hupo_Linea

Lembaga perbankan memegang peranan penting dalam menggerakkan perekonomian suatu negara. Bank Indonesia (BI), sebagai otoritas moneter, bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas sistem perbankan nasional. Penelitian ini menganalisis upaya BI dalam menyehatkan lembaga perbankan melalui penguatan regulasi, peningkatan pengawasan, dan pengembangan sistem pembayaran modern. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan menganalisis data dari laporan resmi, artikel jurnal, dan berita terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BI telah memperkuat sistem regulasi dan pengawasan perbankan untuk memitigasi risiko, serta mengembangkan infrastruktur pembayaran yang aman dan inovatif. Langkah-langkah ini berkontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan perbankan yang sehat, meningkatkan inklusi keuangan, dan mendukung stabilitas serta pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan upaya berkelanjutan, BI diharapkan dapat terus menjaga ketahanan sektor perbankan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Salah satu dari dua efek tindakan Bank Indonesia (BI) dalam meningkatkan BI rate adalah untuk stabilisasi ekonomi, yaitu dengan meningkatkan regulasi dan pengawasan perbankan dan mengembangkan sistem pembayaran modern.Terbukti bahwa BI telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap stabilitas perekonomian Indonesia melalui penguatan regulasi, peningkatan pengawasan, dan pengembangan sistem pembayaran modern.BI dapat terus memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas perekonomian Indonesia dan meningkatkan inklusi keuangan bagi semua lapisan masyarakat.

Penelitian ini telah memberikan gambaran umum mengenai peran Bank Indonesia dalam menyehatkan sektor perbankan melalui regulasi, pengawasan, dan sistem pembayaran. Untuk memperkaya pemahaman, penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis kuantitatif mengenai dampak spesifik dari kebijakan suku bunga acuan BI terhadap kinerja finansial bank-bank komersial, seperti perubahan profitabilitas, tingkat kredit macet, atau pertumbuhan penyaluran kredit pada bank-bank di Indonesia. Ini akan memberikan data konkret mengenai efektivitas langsung dari salah satu instrumen moneter utama BI. Selain itu, penting juga untuk meneliti secara mendalam efektivitas nyata dari implementasi regulasi makroprudensial dan sistem pembayaran digital seperti QRIS dalam mencapai tujuan inklusi keuangan dan pengurangan risiko sistemik di sektor perbankan; studi ini bisa melibatkan perspektif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk perbankan dan masyarakat. Terakhir, mengingat pesatnya perkembangan teknologi finansial dan ketidakpastian ekonomi global, penelitian masa depan dapat mengeksplorasi bagaimana Bank Indonesia bisa terus mengembangkan kerangka pengawasan dan regulasi agar lebih adaptif dan proaktif dalam menghadapi tantangan baru yang muncul dari inovasi digital, serta memitigasi potensi dampak krisis ekonomi di masa mendatang. Dengan demikian, langkah-langkah strategis BI untuk menjaga ketahanan dan kesehatan sektor perbankan dapat terus relevan dan efektif demi kesejahteraan masyarakat.

  1. Analisis Respon Kredit Dan Pembiayaan Industri Perbankan Di Indonesia | Amirullah | MALIA: Journal of... doi.org/10.21043/malia.v4i2.8689Analisis Respon Kredit Dan Pembiayaan Industri Perbankan Di Indonesia Amirullah MALIA Journal of doi 10 21043 malia v4i2 8689
Read online
File size245.32 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test