UNNARUNNAR

IJEBD (International Journal of Entrepreneurship and Business Development)IJEBD (International Journal of Entrepreneurship and Business Development)

Tujuan: Akses pembiayaan sangat penting bagi pertumbuhan perusahaan wirausaha di ekonomi berkembang seperti Afrika Selatan. Inovasi teknologi seperti blockchain dapat mengurangi biaya transaksi dan mengganggu model tradisional, menawarkan manfaat berupa keandalan, kepercayaan, keamanan, dan efisiensi. Namun, hambatan adopsi tetap ada, termasuk keterbatasan infrastruktur dan sifat teknologi yang masih baru. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi adopsi teknologi blockchain di antara karyawan perusahaan pembiayaan wirausaha melalui survei daring, dengan analisis Partial Least Squares Structural Equation Modelling dan Artificial Neural Network (PLS‑SEM ANN). Temuan: Hasil menunjukkan bahwa kondisi fasilitasi, pengaruh sosial, kecemasan, dan sikap secara signifikan memengaruhi niat perilaku untuk mengadopsi blockchain, sedangkan ekspektasi usaha, ekspektasi kinerja, dan self‑efficacy tidak berpengaruh. Penelitian ini menyarankan penciptaan lingkungan yang mendukung, pemanfaatan jejaring sosial, penanganan kecemasan, serta pembentukan sikap positif terhadap blockchain, serta investasi pada infrastruktur, peningkatan kesadaran manfaat blockchain, perbaikan komunikasi untuk meredakan kecemasan, dan penyajian studi kasus sukses untuk mempercepat adopsi. Originalitas/ nilai: Makalah ini merupakan kontribusi asli.

Penelitian ini menemukan bahwa empat faktor utama—kondisi fasilitasi, pengaruh sosial, kecemasan, dan sikap—menjadi penentu utama adopsi teknologi blockchain dalam pembiayaan wirausaha, sementara ekspektasi usaha, ekspektasi kinerja, dan self‑efficacy tidak berpengaruh signifikan.Konteks sosial dan lingkungan mendukung lebih berpengaruh dibandingkan faktor-faktor teknis seperti kemudahan penggunaan atau manfaat yang diharapkan.Oleh karena itu, pemerintah dan pemangku kepentingan harus memfokuskan upaya pada peningkatan kondisi fasilitasi, penguatan pengaruh sosial, pengurangan rasa takut, serta pembentukan sikap positif untuk memperluas adopsi blockchain dalam sektor pembiayaan wirausaha.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana kerangka regulasi nasional memengaruhi adopsi teknologi blockchain pada sektor pembiayaan wirausaha, dengan membandingkan kebijakan di negara-negara berkembang dan maju untuk mengidentifikasi praktik regulatif yang paling efektif. Selanjutnya, studi longitudinal dapat dianalisis untuk menilai dampak program pelatihan blockchain terhadap perubahan sikap, kecemasan, dan niat adopsi karyawan selama periode waktu yang lebih panjang, sehingga dapat mengukur efektivitas intervensi edukatif secara berkelanjutan. Terakhir, penelitian lintas sektor dapat membandingkan determinan adopsi blockchain antara perusahaan pembiayaan wirausaha dan usaha kecil‑menengah (UKM) di bidang lain, seperti rantai pasok atau layanan publik, untuk memahami apakah faktor sosial dan fasilitasi tetap dominan atau muncul faktor kontekstual baru yang memengaruhi keputusan adopsi.

  1. HRMARS - Intention to Use Intelligent Conversational Agents in e-Commerce among Malaysian SMEs: An Integrated... doi.org/10.6007/IJARBSS/v9-i11/6544HRMARS Intention to Use Intelligent Conversational Agents in e Commerce among Malaysian SMEs An Integrated doi 10 6007 IJARBSS v9 i11 6544
  2. DOI Name 10.4018 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 06z crossref desc 40z igi... doi.org/10.4018DOI Name 10 4018 Values doi name values index type timestamp data hs serv 06z crossref desc 40z igi doi 10 4018
Read online
File size556.99 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test