RESEARCHHUBRESEARCHHUB
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan IndonesiaJurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan IndonesiaAsfiksia neonatorum adalah suatu keadaan dimana bayi tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia menempati angka kematian nomor 3 pada bayi baru lahir dengan angka 23%. Tugas ini bertujuan untuk memahami asuhan kebidanan pada kasus kompleks bayi baru lahir dengan asfiksia. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan pengumpulan referensi. Perawatan dilakukan dengan membersihkan jalan napas, merangsang refleks pernapasan, dan menjaga suhu tubuh. Berdasarkan hasil studi kasus, dapat disimpulkan bahwa BY. X asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan asfiksia berjalan dengan baik ditandai dengan Apgar Score Normal, kesimpulannya adalah pentingnya penilaian Apgar Score pada bayi baru lahir dengan asfiksia dengan tindakan sesuai dengan evidence based.
S dengan asfiksia ringan didapatkan data objektif saat lahir yaitu keadaan umum bayi lemah, nilai APGAR 7/9, denyut jantung 100 kali/menit, pernafasan 48 kali/menit, suhu 36,7 OC, ekstremitas biru.Pada pemantauan akhir keadaan atau situasi umum bayi baik, denyut jantung 135 kali/menit, pernafasan 55 kali/menit, suhu 37OC, refleks baik, dan ektremitas sudah tidak sianosis.S tanggal 18 mei 2022 adalah By.Ny S usia 1 menit dengan asfiksia ringan.Diagnosa sesuai dengan hasil data subjektif dan objektif yang dilakukan pada By.
Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir dan perbedaan penanganan yang diberikan. (2) Melakukan studi komparatif antara asuhan kebidanan kompleks pada bayi baru lahir dengan asfiksia ringan dan asfiksia berat, untuk memahami perbedaan pendekatan dan hasil yang dicapai. (3) Meneliti efektivitas dan manfaat dari asuhan kebidanan yang diberikan kepada bayi baru lahir dengan asfiksia ringan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan keberhasilan asuhan tersebut.
- MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN ASFIKSIA (LITERATUR REVIEW) | Jurnal Midwifery.... doi.org/10.24252/jmw.v3i1.21028MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN ASFIKSIA LITERATUR REVIEW Jurnal Midwifery doi 10 24252 jmw v3i1 21028
- FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR | Khoiriah | Jurnal 'Aisyiyah... jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/JAM/article/view/588FAKTOR FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR Khoiriah Jurnal Aisyiyah jurnal stikes aisyiyah palembang ac index php JAM article view 588
| File size | 583.37 KB |
| Pages | 6 |
| Short Link | https://juris.id/p-25b |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES 045), sedangkan pada pasien dengan gejala ansietas (p=0. 155) dan gangguan tidur (p=0. 619) tidak memiliki hubungan yang signifikan. Nyeri yang dialami045), sedangkan pada pasien dengan gejala ansietas (p=0. 155) dan gangguan tidur (p=0. 619) tidak memiliki hubungan yang signifikan. Nyeri yang dialami
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Pemeriksaan MRSS, LED, P1NP, BAFF dan sCD40L dilakukan setiap 4 minggu hingga akhir penelitian. Hasil: lima puluh sembilan subjek menyelesaikan penelitian,Pemeriksaan MRSS, LED, P1NP, BAFF dan sCD40L dilakukan setiap 4 minggu hingga akhir penelitian. Hasil: lima puluh sembilan subjek menyelesaikan penelitian,
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Riwayat hipotiroidisme pasien dapat menjadi faktor risiko bagi perkembangan tersebut, yang sejalan dengan masih terbatasnya laporan kasus sebelumnya. OlehRiwayat hipotiroidisme pasien dapat menjadi faktor risiko bagi perkembangan tersebut, yang sejalan dengan masih terbatasnya laporan kasus sebelumnya. Oleh
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Banyak studi menunjukkan defisiensi vitamin D terkait dengan risiko infeksi TB, karena vitamin D memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia.Banyak studi menunjukkan defisiensi vitamin D terkait dengan risiko infeksi TB, karena vitamin D memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia.
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Studi kohort lain dari Cina melaporkan bahwa tingkat kematian terkait HCC pada pasien dengan IMT tinggi, lebih rendah daripada pasien dengan IMT rendahStudi kohort lain dari Cina melaporkan bahwa tingkat kematian terkait HCC pada pasien dengan IMT tinggi, lebih rendah daripada pasien dengan IMT rendah
YSCSYSCS Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Asuhan Keperawatan Pada Ny. Y Dengan Gout Arthritis Untuk Penerapan Evidance Based Practice Kompres JaheTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Asuhan Keperawatan Pada Ny. Y Dengan Gout Arthritis Untuk Penerapan Evidance Based Practice Kompres Jahe
YALAMQAYALAMQA Hasil dari pelaksanaan pengabdian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan kultum memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan pemahaman makna sholatHasil dari pelaksanaan pengabdian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan kultum memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan pemahaman makna sholat
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Tujuan umum dalam penelitian ini adalah diketahuinya pengetahuan tenaga kesehatan melalui edukasi penggunaan aplikasi E-modul dan quizizz melalui googleTujuan umum dalam penelitian ini adalah diketahuinya pengetahuan tenaga kesehatan melalui edukasi penggunaan aplikasi E-modul dan quizizz melalui google
Useful /
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Golongan darah O merupakan golongan darah yang dominan pada subjek (43,8%). Eschericia coli merupakan mikroba yang paling sering didapatkan (61,3%). Kesimpulan:Golongan darah O merupakan golongan darah yang dominan pada subjek (43,8%). Eschericia coli merupakan mikroba yang paling sering didapatkan (61,3%). Kesimpulan:
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Metode: penelitian ini dilakukan dengan design cross-sectional yang melibatkan 30 pasien CAD, 30 pasien SCF dan 30 pasien subjek sehat dari Desember 2017-FebruariMetode: penelitian ini dilakukan dengan design cross-sectional yang melibatkan 30 pasien CAD, 30 pasien SCF dan 30 pasien subjek sehat dari Desember 2017-Februari
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Kami melaporkan kasus seorang pria muda yang tidak memiliki penyakit medis mengalami pola kerusakan hati kolestatik yang disebabkan oleh konsumsi kronisKami melaporkan kasus seorang pria muda yang tidak memiliki penyakit medis mengalami pola kerusakan hati kolestatik yang disebabkan oleh konsumsi kronis
UMWUMW Hasil pada pengujian alat ini menunjukkan bahwa alat dapat bekerja sesuai dengan rancangan, motor getar DC dan infrared berfungsi dengan baik, BerdasarkanHasil pada pengujian alat ini menunjukkan bahwa alat dapat bekerja sesuai dengan rancangan, motor getar DC dan infrared berfungsi dengan baik, Berdasarkan