POLIBANPOLIBAN

POSITIF : Jurnal Sistem dan Teknologi InformasiPOSITIF : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi

Penelitian penerapan Green Supply Chain Management (GSCM) pada setiap unit bisnis sangat penting mengingat masalah lingkungan yang mendesak. Penelitian ini fokus pada penilaian proses GSCM dan pengukuran kinerja untuk mengetahui nilai kinerja GSCM pada Industri Batik Tulis Madura. Metode yang digunakan yaitu metode green SCOR dan metode analitycal network proses (ANP). Metode green SCOR digunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur kinerja lingkungan dan keberlanjutan dalam rantai pasok meliputi 5 proses inti yaitu perencanaan, pengadaan, produksi, pengiriman dan pengembalian. Sedangkan metode ANP digunakan untuk menentukan bobot kepentingan dari setiap proses inti. Hasil penelitian pengukuran kinerja rantai pasok industri batik tulis menggunakan model Green SCOR menunjukkan nilai sebesar 65.5225 menunjukan bahwa industri batik tulis Kab Pamekasan termasuk kedalam ketagori “Avarange terkait dengan pengukuran kinerja supply chain management mencerminkan kinerja keseluruhan perusahaan dalam industri batik tulis. Hasil pembobotan metode Analytic Network Process (ANP) menunjukkan bahwa kriteria Make (0.34) dan Plan (0.31) adalah yang paling penting dalam penilaian kinerja, diikuti oleh Source dan Deliver masing-masing dengan bobot 0.16, dan 0.10 sedangkan Return memiliki bobot terendah (0.06). Implikasi dari penelian ini adalah pentingnya memperkuat perencanaan dan efisiensi dalam proses produksi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GSCM pada industri batik tulis Madura menghasilkan nilai kinerja sebesar 65.Proses perencanaan dan produksi (Make) serta perencanaan (Plan) memiliki bobot terbesar dalam menentukan kinerja.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis perbedaan tingkat kinerja GSCM di antara daerah penghasil batik tulis di luar Madura untuk memahami faktor geografis atau sumber daya yang memengaruhi efisiensi. Studi lebih lanjut juga bisa menguji keefektifan integrasi metode Green SCOR dengan model analisis risiko lingkungan untuk mengurangi dampak negatif dalam rantai pasok. Selain itu, penting untuk mengembangkan kerangka pendukung yang dapat memfasilitasi kolaborasi antara industri dan pemasok lokal dalam menerapkan praktik daur ulang berkelanjutan secara lebih luas.

  1. Evaluasi Kinerja Rantai Pasok Perpustakaan Institut Teknologi Telkom Purwokerto Menggunakan Supply Chain... ejurnal.stmik-budidarma.ac.id/index.php/jurikom/article/view/4014Evaluasi Kinerja Rantai Pasok Perpustakaan Institut Teknologi Telkom Purwokerto Menggunakan Supply Chain ejurnal stmik budidarma ac index php jurikom article view 4014
  2. Pengukuran Kinerja Supply Chain Menggunakan SCOR 12.0 Dan AHP Pada Industri Batik Tulis | Glorya | Jurnal... doi.org/10.24014/jti.v9i2.23441Pengukuran Kinerja Supply Chain Menggunakan SCOR 12 0 Dan AHP Pada Industri Batik Tulis Glorya Jurnal doi 10 24014 jti v9i2 23441
  1. #batik tulis karya#batik tulis karya
  2. #batik tulis#batik tulis
Read online
File size2.04 MB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-20K
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test