UNINDRAUNINDRA

WIKSA: Prosiding Pendidikan Sejarah Universitas Indraprasta PGRIWIKSA: Prosiding Pendidikan Sejarah Universitas Indraprasta PGRI

Kediri merupakan tempat yang mempunyai potensi batik meskipun tidak sepopuler batik di tempat lain. Batik telah berkembang di Kediri sejak tahun 1994 hingga saat ini. Awalnya batik yang berkembang adalah batik tulis. Pada tahun 2012 muncul batik jenis baru yaitu batik Jumputan dan batik sasirangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis sejarah batik di Indonesia, dan perkembangan industri batik di Kediri. Penelitian menggunakan metode sejarah, yang memiliki tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Batik sudah dikenal sejak masa Prasejarah yang dikenal dengan nama batik primitif. Pada jaman Kerajaan perkembangan batik dapat dilihat dari temuan arkeologi berupa arca Ganesha Boro di area candi penataran Blitar. Batik mengalami perkembangan pesat pada masa Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta/Solo. Hingga muncul saudagar yang melahirkan sentra-sentra industri batik seperti Lawean, kampung batik Kauman Solo dan di daerah lain. Corak batik Kediri sebelum tahun 1994 yaitu corak Jawa Tengah khususnya batik Yogyakarta dan Solo. Sekitar tahun 1994, batik yang beredar di Kediri semakin beragam, ada batik Solo, Yogyakarta, Madura, Cirebon dan Pekalongan. Industri batik di Kediri pertama kali muncul pada tahun 1994 yaitu industri batik Suminar. Dalam dinamikanya hingga 2013 semakin banyak industri batik yang lahir. Hingga tahun 2013 tercatat ada enam industri batik di Kabupaten Kediri dan dua industri batik di Kota Kediri yang menghasilkan motif-motif beragam, salahsatunya motif kontemporer.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa batik telah dikenal di Indonesia sejak zaman prasejarah dan mengalami perkembangan pesat pada masa kesultanan serta kerajaan-kerajaan di Jawa.Meskipun Kediri memiliki potensi batik, industri batik di daerah ini baru muncul pada tahun 1994 dengan industri batik Suminar sebagai pelopornya.Sebelum tahun 1994, batik yang beredar di Kediri didominasi oleh corak dari Jawa Tengah, terutama Solo dan Yogyakarta.

Berdasarkan hasil penelitian, penting untuk dilakukan studi mendalam mengenai teknik pembuatan batik pertama kali di Kediri, termasuk identifikasi motif-motif awal yang diciptakan oleh pengrajin lokal. Penelitian ini dapat dilakukan dengan metode etnografi, melalui wawancara mendalam dengan perajin batik senior dan observasi langsung terhadap proses pembuatan batik tradisional di Kediri. Selain itu, diperlukan penelitian mengenai dampak sosial dan ekonomi dari keberadaan industri batik terhadap masyarakat Kediri, termasuk bagaimana industri ini berkontribusi terhadap pelestarian budaya dan peningkatan pendapatan masyarakat. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan mengumpulkan data melalui survei, wawancara, dan analisis dokumen. Terakhir, studi lebih lanjut dapat dilakukan mengenai potensi pengembangan motif batik Kediri yang unik dan inovatif, dengan menggali inspirasi dari kekayaan budaya dan alam daerah tersebut. Hal ini dapat dilakukan melalui kolaborasi antara perajin batik, desainer, dan akademisi, dengan tujuan menciptakan motif batik yang dapat menjadi identitas khas Kediri di pasar nasional maupun internasional.

  1. #sejarah batik#sejarah batik
  2. #enam industri batik#enam industri batik
Read online
File size518.49 KB
Pages20
Short Linkhttps://juris.id/p-1Ci
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test